Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Ahmad Irfani oleh Ahmad Irfani
25 Februari 2026
A A
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding
Share on FacebookShare on Twitter

“The first rule of compounding: Never interrupt it unnecessarily.”
— Charlie Munger

Di zaman ketika segala sesuatu terasa harus cepat—cepat sukses, cepat terkenal, cepat kaya—manusia modern semakin sulit mempercayai proses yang lambat. Kita hidup dalam budaya hasil instan. Padahal hampir semua perubahan besar dalam kehidupan manusia tidak lahir dari ledakan mendadak, melainkan dari akumulasi kecil yang berlangsung lama. Inilah yang disebut keajaiban compounding.

Compounding berarti pertumbuhan yang saling menambah dirinya sendiri. Sesuatu tidak hanya bertambah, tetapi pertambahannya ikut berkembang. Banyak orang mengaitkan gagasan ini dengan kutipan dari Albert Einstein tentang compound interest yang berbunyi “Bunga majemuk adalah keajaiban dunia ke-8. Siapa yang memahaminya, akan mendapatkannya; siapa yang tidak memahaminya, akan membayarnya”. Konsep ini merujuk pada pertumbuhan kekayaan eksponensial di mana bunga menghasilkan bunga baru dalam jangka panjang.

Meskipun kutipan tentang “keajaiban dunia ke-8” itu kemungkinan bersifat tersembunyi. Namun ide di baliknya tetap benar: kekuatan terbesar sering bekerja diam-diam melalui waktu.

Contoh paling sederhana adalah uang tabungan. Bayangkan seseorang menabung Rp10.000 setiap hari. Jumlah itu tampak kecil—bahkan sering terasa tidak berarti. Dalam satu bulan hanya sekitar Rp300.000. Banyak orang berhenti di tahap ini karena merasa hasilnya terlalu lambat. Tetapi setelah setahun, jumlahnya menjadi lebih dari Rp3 juta.

Jika uang itu diinvestasikan dan terus bertambah selama bertahun-tahun, pertumbuhannya akaun mulai terasa. Pada satu titik, bukan lagi usaha menabung yang dominan, melainkan pertumbuhan dari uang itu sendiri. Prinsip inilah yang membuat investor seperti Warren Buffett menekankan pentingnya memulai lebih awal daripada menunggu jumlah besar.

Namun compounding tidak hanya hidup di dunia uang. Ia justru lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari. Membaca sepuluh halaman sehari tampak sepele. Tidak terasa membuat seseorang langsung cerdas. Tetapi dalam setahun ia telah membaca ribuan halaman. Dalam lima tahun, perbedaan antara orang yang membaca sedikit setiap hari dan yang tidak membaca sama sekali menjadi sangat besar. Pengetahuan ternyata tidak melonjak, tetapi menumpuk.

Gagasan ini menjadi pusat pemikiran dalam buku Atomic Habits karya James Clear. Clear menjelaskan bahwa perubahan hidup hampir selalu lahir dari perbaikan kecil yang dilakukan terus-menerus—sekitar satu persen lebih baik setiap hari. Kebiasaan kecil itu, seperti atom, tampak tidak berarti secara terpisah. Namun ketika diulang dalam waktu panjang, ia mengalami compounding dan menghasilkan perubahan besar. Dalam bahasa lain, Atomic Habits adalah penjelasan psikologis tentang hukum compounding dalam kehidupan manusia.

Kita bisa melihatnya pada kesehatan. Jalan kaki dua puluh menit sehari tampak tidak istimewa. Tidak ada transformasi dramatis dalam seminggu. Tetapi dilakukan selama sepuluh atau dua puluh tahun, kebiasaan kecil itu menentukan kualitas hidup seseorang. Sebaliknya, kebiasaan buruk kecil juga mengalami compounding, misalnya tidur terlalu larut sedikit demi sedikit, makan berlebihan sedikit demi sedikit hingga dampaknya baru terasa ketika sudah terlambat.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Masalahnya, manusia secara alami tidak sabar menghadapi fase awal compounding. James Clear menyebutnya sebagai plateau of latent potential, yang artinya masa ketika usaha sudah dilakukan tetapi hasil belum terlihat. Banyak orang berhenti di fase ini karena mengira usahanya gagal, padahal justru di situlah fondasi pertumbuhan sedang dibangun. Compounding selalu melewati masa sunyi sebelum akhirnya tampak seperti lonjakan yang terjadi tiba-tiba.

Bayangkan bola salju kecil yang menggelinding di lereng gunung. Pada awalnya hampir tidak berubah. Tetapi semakin lama bergerak, semakin banyak salju menempel, semakin besar massanya, dan semakin cepat lajunya. Ketika akhirnya terlihat besar, orang sering mengira perubahan terjadi mendadak. Padahal kekuatannya berasal dari perjalanan panjang yang nyaris tak diperhatikan.

Keajaiban compounding pada akhirnya adalah pelajaran tentang waktu dan kesabaran. Ia mengajarkan bahwa perubahan besar tidak harus dimulai dengan langkah besar. Kebiasaan kecil yang konsisten hampir selalu mengalahkan usaha besar yang hanya sesaat. Dalam dunia yang memuja kecepatan, compounding mengingatkan kita pada kebijaksanaan sederhana: masa depan tidak dibangun oleh momen spektakuler, melainkan oleh keputusan kecil yang terus diulang.

Dan mungkin di situlah letak keajaibannya, bahwa sesuatu yang tampak tidak penting hari ini, jika diberi waktu, diam-diam sedang mengubah arah kehidupan manusia.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2026 oleh

Tags: Albert EinsteinAtomic HabitscompoundingJames Clearwarren buffett
Ahmad Irfani

Ahmad Irfani

Penyuka sepakbola dan pengamat perkembangan dunia teknologi informasi.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • 5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 
  • Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik dari Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” yang Menyiksa
  • Honda Scoopy yang Katanya Motor Busuk tapi Laris karena Modal Tampang Bikin Konsumen Setia Honda Merasa Sangat Kecewa
  • Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang
  • Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’
  • Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.