Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Pengalaman Saya Menjadi Maba UM: Nggak Ada Hukuman Fisik di Universitas Negeri Malang, tapi Tetap Saja Tersiksa Keadaan

Iqbal AR oleh Iqbal AR
4 Agustus 2023
A A
Pengalaman Saya Menjadi Maba UM (Universitas Negeri Malang): Nggak Ada Hukuman Fisik, tapi Capek Disuruh Duduk Berjam-jam

Pengalaman Saya Menjadi Maba UM (Universitas Negeri Malang): Nggak Ada Hukuman Fisik, tapi Capek Disuruh Duduk Berjam-jam (Universitas Negeri Malang via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Jadi maba UM harus siap pegel duduk berjam-jam dengerin materi ospek

Tidak ada perpeloncoan bukan berarti saya sebagai maba bisa bernapas lega. Masih ada hal-hal “capek” lain yang harus saya lalui, yaitu duduk berjam-jam. Itulah yang saya alami ketika enam hari menjalani PKKMB.

Bayangkan saja, saya harus duduk dan memperhatikan materi yang disampaikan di Graha Cakrawala dari pagi hingga siang. Benar-benar duduk, dan hanya berdiri dua atau tiga kali saja (untuk beberapa kegiatan).

Sialnya, saya kebagian tempat duduk di bawah, bukan di bagian tribun. Kalau di tribun mungkin masih enak. Tapi duduk di bawah itu agak menyiksa buat saya. Bayangkan saja, tubuh saya ini gendut, harus duduk di lantai yang hanya beralaskan karpet tipis, tidak ada sandarannya. Sudah begitu, space-nya juga agak sempit untuk ukuran saya. Menyiksa sekali. Saya sampai sudah berdamai dengan kesemutan dan njarem-njarem lainnya.

Belum lagi kalau ngantuk, saya akan lebih tersiksa. Ada aturan tidak boleh tidur selama kegiatan PKKMB. Sebagai orang yang bukan “morning-person”, kegiatan PKKMB yang dimulai pada pukul 6.30 pagi itu mimpi buruk. Itu jam tidur saya. Dan ketika melakoni PKKMB, ya saya harus bertahan dalam ngantuk berat yang datang bertubi-tubi. Apalagi kalau pemateri dan materi yang disampaikan itu membosankan, ya jadi tambah ngantuk.

Tapi saya masih bersyukur, setidaknya capek duduk ini tidak ada apa-apanya ketimbang perpeloncoan yang pernah dialami oleh beberapa senior saya dulu. Bersyukur lah.

Tidak ada hukuman fisik bagi maba UM

Ini yang jadi poin plus dalam PKKMB di UM. Selama enam hari menjalani PKKMB sebagai maba, baik itu PKKMB Universitas atau PKKMB Fakultas, tidak ada hukuman fisik yang berlaku. Tidak ada hukuman seperti push up atau lari keliling lapangan. Para senior seolah anti kepada hukuman fisik.

Terus kalau ada yang melakukan pelanggaran apa hukumannya? Ya hukuman non-fisik. Ada yang pernah dihukum disuruh bernyanyi di depan maba lain, dihukum untuk membawa beberapa barang (tapi bukan yang aneh-aneh) esok hari. Intinya, PKKMB di UM, khususnya di Fakultas Sastra, tidak ada hukuman fisik. PKKMB benar-benar menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak menimbulkan trauma.

Ya memang meskipun tidak ada hukuman fisik, masih ada beberapa senior yang sok galak dengan bentak-bentak maba. Saya sih tidak pernah kena bentak, lha wong saya maba yang manut saja. Tapi bentak-bentak itu juga hanya terjadi di PKKMB. Ketika sudah masuk perkuliahan biasa, kita juga nongkrong bareng atau bahkan sama-sama mbolos kelas dan berakhir di kantin.

Baca Juga:

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

3 Alasan Maba Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian ke UIN Palembang, Takutnya Nanti Kecewa

Kampus yang berperikemanusiaan

Itulah pengalaman saya selama menjadi maba UM di tahun 2016. Sudah lama juga, ya. Saya mungkin beruntung karena ketika menjadi maba, tidak ada perpeloncoan. Efek positifnya, saya jadi tidak trauma dengan kampus dan mengenal kampus lebih dalam. Impresi saya dengan kampus UM juga jadi baik.

Saya paham betul bahwa kampus saya, Universitas Negeri Malang (UM), bukan kampus terbaik dan nomor satu di Malang. Tapi dengan PKKMB atau ospek di UM yang anti-perpeloncoan, saya bisa menyebut bahwa UM adalah kampus yang humanis dan berperikemanusiaan. Mungkin saja itu adalah cara UM untuk memberikan kehangatan bagi para maba ketika berada di Malang.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa UM.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2023 oleh

Tags: mabamahasiswa baruperpeloncoanuniversitas negeri malang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

IPK Realistis atau Bare Minimum bagi Kalian Mahasiswa Baru di Semester Pertama, Biar Bisa Jadi Pondasi untuk Semester Selanjutnya

IPK Realistis atau Bare Minimum bagi Kalian Mahasiswa Baru di Semester Pertama, Biar Bisa Jadi Pondasi untuk Semester Selanjutnya

6 Juli 2025
masa orientasi siswa

Masa Orientasi Siswa (Seharusnya) Tidak Menelan Korban

18 Juli 2019
Mencari Alasan di Balik Desain Foto Sambutan untuk Calon Mahasiswa Baru UI terminal mojok (1)

Mencari Alasan di Balik Desain Foto Sambutan untuk Calon Mahasiswa Baru UI

16 Juni 2021
Kalau Kalian Merasa Tidak Berguna, Ingat Masih Ada Smart Gate System UM Malang yang Lebih Sia-sia Mojok.co

Kalau Kalian Merasa Tidak Berguna, Ingat Masih Ada Smart Gate System UM Malang yang Lebih Sia-sia

10 September 2025
jangan sampai salah menyebut kepanjangan singkatan UNS universitas sebelas maret mojok.co

Survival Kit Pertama untuk Maba UNS Agar Tak Terjerumus Kesulitan Hidup

20 Agustus 2020
CFD Universitas Negeri Malang (UM): Bukan Cuma Bikin Sehat, tapi Juga Bikin Sambat

CFD Universitas Negeri Malang (UM): Bukan Cuma Bikin Sehat, tapi Juga Bikin Sambat

3 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.