Informasi
ADVERTISEMENT

Laundry kiloan jauh lebih masuk akal ketimbang laundry self service, tinggal bayar, kelar

Laundry kiloan jauh lebih masuk akal ketimbang laundry self service, tinggal bayar, kelar

Kini buat kalian anak kos yang masih merasa bingung antara harus memilih laundry self service atau terima beres dengan laundry kiloan, jalan keluar paling tepat untuk mencari jawabannya itu cuma satu, cobain dua-duanya. Rasakan sendiri bagaimana sensasi setelah merasakan keduanya. Setelah itu, kalian baru bisa menentukan apakah mau setia dengan laundry kiloan, beralih ke laundry self service, atau mungkin keduanya secara bergantian.

Memang beberapa tahun belakangan ini di berbagai kota terdapat laundry self service yang buka 24 jam, dengan deretan mesin cuci dan pengering otomatis. Tempat ini selalu memiliki peminatnya tersendiri, mulai dari orang-orang yang sibuk mengejar waktu, hingga orang yang membutuhkan baju bersih secepat kilat.

Tetapi tidak bisa dimungkiri, laundry kiloan sudah lebih dulu menjadi penyelamat saat tumpukan pakaian kotor telah menggunung. Bisnis ini seolah telah memiliki tempat tersendiri di hati para masyarakat terutama anak kos.

Sebenarnya pilihan antara kedua hal tersebut dapat disesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari setiap orangnya. Ada yang lebih memilih laundry konvensional atau biasa dikenal sebagai laundry kiloan karena efisiensi tenaga, ada juga yang lebih memilih laundry self service karena efisiensi durasi waktu pengerjaan.

Plus minus laundry kiloan

Kalo ngomongin soal kepraktisan bagi anak kos, mungkin laundry kiloan ini akan tetap menjadi andalan dalam mengatasi permasalahan cuci-mencuci pakaian kotor. Bayangkan betapa enaknya, kita tinggal bawa tas laundry yang isinya penuh dengan pakaian kotor, bayar sesuai dengan berat timbangannya, terus tinggal pulang deh. Bahkan kadang ada juga yang tinggal taruh depan teras kos, nanti sudah diambil oleh tim antar jemput dari pihak laundry-nya.

Setelah itu kita tinggal menunggu beberapa hari hingga semuanya selesai. Kita tidak perlu mengeluarkan tenaga yang lebih, tetapi pakaian sudah wangi dan rapi. Enaknya lagi, biaya yang dikeluarkan untuk laundry kiloan ini sangat ramah di kantong anak kos atau rantau. Biasanya hanya berkisar Rp4.000 hingga Rp5.500 saja per kilonya, itu sudah include cuci, setrika, dan dilipat dengan rapi.

Selain itu, laundry kiloan ini juga tidak terlalu menguras tenaga. Kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk menunggu, memilah pakaian, dan melipat baju sendiri. Kita tinggal menerima dalam keadaan sudah bersih, wangi, dan sudah disetrika dengan rapi, semuanya tinggal terima beres.

Tetapi memang, untuk durasi pengerjaannya lebih lama dari pada laundry self service. Biasanya butuh waktu sekitar dua sampai tiga harian. Tetapi, selagi masih ada baju di lemari, waktu tunggu yang lama itu saya rasa tidak masalah. Yang penting saat pakaian selesai di laundry kita tinggal pakai tanpa harus ribet menyetrika sendiri.

Sisi lain laundry self service

Di sisi lain, banyak juga orang yang lebih memilih laundry self service ketimbang laundry kiloan karena mengutamakan kecepatan durasi waktu. Laundry ini memang kadang bisa menjadi penyelamat saat kita baru menyadari bahwa pakaian itu akan dipakai esok hari, atau kita sudah tidak ada pakaian lagi yang cocok untuk kerja, ngampus, atau sekedar main. Cukup dengan meluangkan waktu sekitar satu hingga 2 jam saja semuanya sudah selesai. 

Tetapi di balik efisiensi durasi waktu yang ditawarkan itu, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan lagi jika akan menggunakan laundry self service ini. Dimulai dari segi biaya, laundry self service ini dapat dibilang kurang ramah di kantong. Sebab, sistemnya dihitung per mesin atau per paket dalam satu kali mencuci, bukan berdasarkan jumlah berat pakaian. Biasanya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp50.000 jika menggunakan paket komplet (cuci,pengering, sabun cuci), dengan maksimal kapasitas per mesin 7-10 kg.

Jadi, jika cucian pakaian kotor kita hanya sedikit saat itu, sistem tersebut menjadi sangat tidak efisien. Karena kita harus tetap membayar dengan harga penuh satu mesin yang kita pakai. Belum lagi kita harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli sabun cucinya.

Selain itu, kita juga harus mengeluarkan tenaga yang lebih dibandingkan dengan kita menggunakan laundry kiloan. Mulai dari harus memindahkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci sendiri, kemudian memindahkannya ke dalam mesin pengering. Belum lagi saat kita akan menggunakan pakaian tersebut harus menyetrikanya sendiri. Hal ini sangat berbeda dengan laundry kiloan yang kita hanya terima beres saja.

Pilihan laundry nyaman versi saya

Pada akhirnya, pilihan antara kedua jenis laundry pakaian ini balik lagi ke kenyamanan dan pilihan masing-masing orang. Tidak ada pilihan yang benar atau salah, karena semua tergantung dari kebutuhan sehari-hari kita, apakah sedang butuh yang cepat atau pilih terima beres dengan durasi yang santai. 

Tapi kalau disuruh milih, berdasarkan pengalaman pribadi yang sudah pernah mencoba keduanya, jujur saja rasanya kurang masuk akal jika menggunakan laundry self service. Tujuan kita mengeluarkan uang lebih untuk mencucikan sebenarnya bertujuan biar nggak perlu capek-capek nyuci sendiri. 

Makanya, jauh lebih worth it kalau kita menggunakan laundry kiloan biasa saja. Kita tinggal duduk manis di kamar atau ditinggal melakukan kegiatan lain, semuanya sudah beres. Pakaian sudah tercuci bersih, rapi dan wangi tanpa kita harus mengeluarkan tenaga lebih. 

Penulis: Arsya Listya Eka Pramudita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Alasan Laundry Self Service Lebih Unggul daripada Laundry Kiloan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2026 oleh .

Arsya Listya Eka Pramudita

Mahasiswa Untidar jurusan Ilmu Komunikasi.