Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
20 Juli 2026
A A
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Lamongan terasa medioker dan gini-gini aja? Tenang, solusinya adalah Yusril Fahriza. Lho, saya serius ini.

Terus terang, tidak banyak tokoh asal Lamongan yang langsung terlintas di kepala ketika saya mencoba mencari figur inspiratif. Bukan berarti tidak ada, mungkin ada, tapi yang dikenal publik secara luas itu yang agak susah. 

ADVERTISEMENT

Saya sering mencari-cari tokoh inspiratif asal Lamongan sebab betapa muak melihat kondisi Lamongan hari ini yang banjir berbulan-bulan tak kunjung surut di beberapa wilayah, sampai jalan raya yang masih banyak membuat pengendara geleng-geleng. Alhasil, saya sering membatin, kira-kira siapa yang pantas memimpin Lamongan ke depan?

Secara aturan, siapa pun putra daerah punya peluang. Lamongan bukan kerajaan yang harus diwariskan secara turun-temurun dan diperebutkan anak cucunya saja. Kursi bupati terbuka bagi siapa saja yang punya kapasitas, gagasan, dan yang tak kalah penting bisa memenangkan suara masyarakat secara demokratis. 

Di tengah kebingungan itu, entah kenapa nama Yusril Fahriza terlintas di kepala saya. Bukan saja karena ia lumayan dikenal luas masyarakat, melainkan juga saya percaya ketenarannya itu akan mampu memenangkannya di pilkada.

Buat yang belum terlalu familiar, Yusril dikenal sebagai stand-up comedian, juga sempat tampil sebagai aktor di film Cek Toko Sebelah dan beberapa proyek lain. Singkatnya, ia figur publik yang cukup dekat dengan kultur anak muda. Dan menurut keyakinan saya, kalau Yusril benar-benar jadi Bupati Lamongan, setidaknya ada empat hal yang kemungkinan besar akan terjadi.

Soto Lamongan akan naik kelas 

Yusril Fahriza dikenal cukup sering membuat konten seputar soto. Dan kita tahu, Soto Lamongan bukan sekadar makanan, ia sudah menjadi identitas daerah.

Jika ia duduk di kursi bupati, besar kemungkinan pendekatan terhadap kuliner khas ini tidak lagi konvensional. Bukan cuma festival tahunan yang itu-itu saja, tapi bisa jadi dikemas lebih kreatif secara entertainment.

Baca Juga:

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Bayangkan promosi soto yang bukan sekadar bazar, tapi storytelling dari penjual legendaris, sampai kolaborasi lintas kreator. Alhasil, branding kuliner Lamongan berpotensi naik kelas, tidak hanya kuat di rasa, tapi juga di narasi.

Persela bisa dapat suntikan semangat baru

Satu hal yang cukup melekat dari Yusril Fahriza adalah ia gila bola. Ia fans Manchester United, dan tentu saja lekat dengan Persela Lamongan.

Dalam salah satu podcast, ia juga pernah bercerita bahwa ia sangat mengikuti Persela. Khususnya di era kejayaannya. Iya, saya kira semua warga Lamongan memang punya kedekatan emosional dengan Persela.

Kalau ia memimpin, dukungan ke Persela kemungkinan tidak setengah hati. Bukan tidak mungkin pendekatannya lebih modern: penguatan branding klub, aktivasi fanbase, sampai dukungan untuk mendatangkan pemain top. Bila perlu beli Onana sekalian agar Persela balik lagi ke Liga 1 dengan tempo yang sesingkat-singkatnya.

Wajah kota berpotensi lebih estetik dan kalcer

Saya cukup mengagumi konten blio tentang, “Sore di Kota Orang”. Semacam foto sebuah kota rantauan dengan visual yang cakep. Saya kira selera blio ini cukup mengagumkan. Ia  tahu mana yang estetik dan mana yang perlu dibenahi.

Kalau sudut pandang fotografer ini dibawa ke kebijakan tata kota, Lamongan bisa jadi mengalami “glow up” secara visual. Bahkan saya kira tak akan ada lagi pembangunan semacam “Titik nol Lamongan” yang agak maksain itu.

Pun alun-alun akan bisa lebih direnovasi dengan lebih ciamik sehingga nggak lagi terasa agak tanggung, dan lebih ramah dilihat sekaligus nyaman dipakai.

Ruang terbuka hijau dan tongkrongan anak muda Lamongan akan bertambah

Sebagai figur yang dekat dengan kultur anak muda, Yusril Fahriza kemungkinan cukup paham bahwa kebutuhan generasi sekarang bukan cuma sandang, pangan dan papan saja, melainkan juga tempat nongkrong yang nyaman.

Iya, kebutuhan manusia modern hari ini juga menyoal ruang terbuka hijau, taman yang layak untuk sekadar duduk-duduk, atau rehat sejenak dari aktivitas duniawi. Ini merupakan kebutuhan riil yang sering dianggap remeh.

Jika perspektif ini masuk ke kebijakan, Lamongan berpotensi punya lebih banyak ruang publik yang hidup. Tempat di mana anak muda bisa berkegiatan secara gratis dengan fasilitas yang presisi.

Yah, pada akhirnya, ini tentu sekadar angan-angan saya. Sebab, saya dan juga masyarakat Lamongan akan selalu berharap daerahnya ditangani dengan cara yang lebih manusiawi. Dan Yusril Fahriza adalah kandidat yang cocok untuk Lamongan ke depan. Setidaknya ini menurut keyakinan saya.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebagai Warga Asli Lamongan, Saya Risih ketika Ada yang Menyebut Lamongan Kota 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2026 oleh

Tags: bupati lamonganlamonganSoto Lamonganyusril fahriza
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Tanjung Kodok Beach Resort, Wisata ala Bali di Lamongan yang Perlu Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

Tanjung Kodok Beach Resort, Wisata ala Bali di Lamongan yang Perlu Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

27 Desember 2024
Surat Terbuka untuk Bupati Lamongan Terpilih dari Warga yang Sudah Lelah Mojok.co

Surat Terbuka untuk Bupati Lamongan Terpilih dari Warga yang Sudah Lelah

4 Februari 2025
Menghujat Motor Honda ADV 160, apalagi Membandingkannya dengan Honda BeAT, Adalah Blunder yang Harusnya Tak Pernah Terjadi motor honda revo

Motor Honda Revo, Sebenar-benarnya Motor Idaman: Bensin Irit, Perawatan Mudah Nggak Bikin Pailit

17 Januari 2024
Nelayan, Profesi Paling Makmur di Lamongan, Awak Kapal Gajinya Minimal 3 Juta!

Nelayan, Profesi Paling Makmur di Lamongan, Awak Kapal Gajinya Minimal 3 Juta!

21 Agustus 2023
3 Makanan Khas Jawa Timur yang Jangan Pernah Kamu Coba (Wikimedia Commons)

3 Makanan Khas Jawa Timur Paling Red Flag, Cukup Sekali Dicoba atau Sekalian Nggak Usah Dicoba Sama Sekali

12 Februari 2026
4 Alasan Paciran Jadi Kecamatan Paling Sempurna di Kabupaten Lamongan

4 Alasan Paciran Jadi Kecamatan Paling Sempurna di Kabupaten Lamongan

6 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebodohan konsumen Indomaret yang merusak kenyamanan belanja (Unsplash)

Akulah pelanggan Indomaret yang resah itu gara-gara konsumen nggak ada akhlak yang merusak kenyamanan belanja

17 Juli 2026
Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi Mojok.co

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi

18 Juli 2026
Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026
Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo? (Wikimedia Commons)

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo?

21 Juli 2026
4 Tempat Bersejarah di Surabaya Barat yang Bisa Dikunjungi biar Nggak Melulu ke Mal

Surabaya Barat: kota dalam kota yang bikin warga aslinya jadi tamu

17 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.