Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun (unsplash.com)

Tidak bosan-bosannya saya menulis atau membahas band yang satu ini,  Sheila On 7 (SO7). Band asal Jogja ini dua hari lalu merilis single baru berjudul Sederhana tepat pada hari ulang tahunnya ke-30. Mendengar judulnya, kita mungkin langsung teringat pada sebuah brand rumah makan penyedia tunjang atau rendang yang tidak kalah tenar. Vokalisnya yang bernama Duta pun kerap dipelesetkan jadi merek salah satu rumah makan Padang Duta Minang.

Menariknya, dalam waktu 2 hari sejak rilis (sampai tulisan ini ditulis), Sederhana langsung menduduki nomor #9 trending chart di YouTube. Sekali lagi membuktikan, band ini masih memiliki daya magnet yang begitu besar.

Single kali ini sekaligus menjadi penanda bertambahnya usia Sheila On 7, beralih dari kepala dua menjadi kepala tiga. Kita tentu familiar dengan istilah Life Begins at 30, agaknya lagu ini pun menurut pendapat saya cukup merepresentasikan rasa yang valid. 

Usia 30 kerap jadi tanda sebagai fase transisi kedewasaan baik dari sisi psikologis maupun perubahan metabolisme tubuh. Tiga puluh tahun menjadi penanda akan dibawa kemana langkah hidup kita ke depan, dan biasanya cenderung sudah lebih stabil atau bisa jadi justru baru mulai krisis identitas? Mari kita coba resapi dan sedikit mengulik single terbaru SO7 dan seberapa relate sih dengan kehidupan manusia yang beranjak kepala tiga ini?

Lagu terbaru Sheila On 7 tidak sesederhana judulnya

“Tak tahu mana yang dibutuhkan, atau pun sekedar diinginkan
Dan kini aku akan berjuang, keluar dari pacuan.”

Pada saat press conference, Eross Chandra, gitaris Sheila On 7, menjelaskan bahwa lagu ini terinspirasi dan menerjemahkan gambaran dunia yang semakin bias dalam melihat keinginan dan kebutuhan. Kadang kita lupa untuk menentukan mana yang memang dibutuhkan, terlalu silau dengan dunia yang menawarkan banyak hal yang bisa jadi itu hanya sekadar keinginan. Keinginan untuk “terlihat” yang ujung-ujungnya mencari validasi dari orang lain. 

Saat pertama kali mendengar lagu ini, saya sebagai pendengar setia SO7 sebetulnya agak bingung. Intro lagu tidak terdengar seperti lagu-lagu Sheila On 7 lain.  Berbeda ketika mendengar Memori Baik misal, sejak genjrengan pertama saya langsung familia. Ketika menyentuh bagian refrain, Sederhana baru terasa familiar. Apalagi ketika mulai mengulik makna di balik liriknya, ternyata lumayan dalam.

Sheila On 7 kembali mengangkat sosok perempuan dalam lagu

“Beruntung aku bertemu kamu, wanita yang menyelamatkanku
Tawarkan kebebasan pikirkan, menjauh dari berlebihan”

Kita tentu tahu, tiga orang bapak-bapak keren ini jauh dari berita miring soal rumah tangga. Kalau boleh dibilang lagu ini menjadi curhatan mereka yang diwujudkan dalam bentuk karya, bisa dibayangkan betapa sayang dan bucinnya mereka kepada sang istri. Lagu ini diciptakan oleh Eross dan disempurnakan oleh Duta dan Adam. 

Lirik ini menunjukkan betapa bersyukurnya mereka dipertemukan dengan support system yang tepat yaitu pasangan hidup. Saat menginjak usia kepala tiga, agaknya kita sudah bosan jika harus bersinggungan dengan drama-drama. Berharap bisa menghabiskan hidup dengan pasangan yang selalu bisa menyederhanakan hal-hal rumit di dunia ini. Peranan perempuan dalam hidup dan karir tiga bapak-bapak ini terasa begitu hangat. Mudah dan indahnya menjalani hidup yang sederhana kalo ketemu sama yang sekufu, ora ruwet, ora rewel, betul atau betul?

Diksi ‘bunga’ dan ‘bintang’

“Ada ribuan hektar taman, satu bunga yang bisa aku berikan

Juga dari jutaan bintang, bahagia yang bisa aku tunjukkan”

Dari segi lirik, sebetulnya saya sangat merindukan lirik-lirik yang puitis seperti album 07 Desember atau mungkin album Pejantan Tangguh. Namun, setelah menelaah kata per kata, sebenarnya Sederhana tidak jauh beda dengan lagi-lagu Sheila On 7 lainnya. Para Sheilagank mungkin ingat berapa banyak lagu SO7 yang menggunakan kata ‘bunga’ dan ‘bintang’. 

Yap, betul tidak hanya satu dua. Ingat dengan penggalan lirik ini? “Akulah orang yang selalu menaruh bunga di atas meja kerjamu”, “tumbuhlah bunga liar di sekitar jejak Tuhan”, atau dalam lirik fenomenal Hingga Ujung Waktu yang spesifik menyebut bunga mawar. Sementara untuk kata ‘bintang’, di kepala ini langsung terbesit “kupetik bintang untuk kau simpan”, “tahukah ‘bintang’ yang kau sapa atau “coba kau tunjuk satu bintang” 

Ternyata betul, di usia 30 tahun Sheila On 7 nggak perlu lirik yang puitis untuk bisa bikin kita jatuh hati dengan lagu sederhana ini. Pun dengan kita, coba mulai petakan apa sih bahagia yang kita cari? Ngga butuh lagi gombalan atau janji-janji manis, sekadar selalu ada aja udah cukup.

Sederhana sebagai identitas yang lekat dengan S07

being sincere, honest, tidak pernah trying to be somebody else”

Peluncuran single ini di momen 30th anniversary patutnya memang menjadi penanda dan memperkokoh eksistensi band yang lekat dengan citra sederhana. Kehidupan dan tampilan para personilnya yang tidak pernah ingin terlihat seperti artis papan atas, riders yang tidak pernah merepotkan panitia, marketing yang jauh dari kata jor-joran, tidak terlalu ambil pusing algoritma tapi nyatanya algoritma organik justru sering datang dari berita dengan potret kesederhanaan mereka. 

Bagi pembaca yang akan memasuki usia 30 tahun, jangan takut. Usia ini justru menjadi pengingat untuk bisa lebih sederhana dalam memandang segala hal termasuk soal kebahagiaan. Kendalinya di kita. Semakin sederhana kita melihat permasalahan muaranya adalah tenang.

Usia segini emang apalagi sih yang dicari? Secukupnya aja dipikir, ganks. Sheila On 7 tidak pernah mencoba menjadi legenda, mereka hanya hidup untuk menghidupi, menjalani apa yang mereka mulai dari lama, meyakini bahwa menjadi tulus, jujur, dan apa adanya akan selalu punya ruang di hati para pendengar, yang tentunya mendengarkan dengan hati. Jalan terus, 30 tahun dan selanjutnya!

Penulis: Mozara Kartika Putri
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 30 Tahun Hidup di Jogja dan Saya Belum Pernah Ketemu Duta Sheila on 7 secara Tidak Sengaja seperti yang Viral di Media Sosial.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version