Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kuntilanak yang Menatap Tajam Saat Saya Terbaring Sakit

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
5 September 2019
A A
terbaring

terbaring

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa minggu terakhir, saya dengan rekan kerja yang lain sedang sibuk di kantor karena target yang di luar dugaan dan tidak seperti biasanya. Beruntung, target ini melibatkan kerja tim sehingga pekerjaan dan beban pun terasa lebih ringan, sebagaimana kata pepatah, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Bagaimana pun, sebanyak apa pun tugas dan pekerjaan yang diterima pasti akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama.

Meskipun begitu, tetap saja jenuh dan letih dalam bekerja tidak dapat dihindari. Saya yang biasanya selalu bersemangat dalam menyelesaikan target harian di kantor, akhirnya terpaksa harus minum vitamin C agar kondisi tubuh membaik. Namun, pada akhirnya saya tetap merasa pusing, demam, dan meriang. Padahal, pagi-pagi sewaktu berangkat bekerja saya merasa baik-baik saja dan sehat.

ADVERTISEMENT

Dan percayalah, salah satu hal yang tidak menyenangkan saat bekerja adalah ketika harus merasakan kondisi fisik drop apalagi jarak dari rumah ke kantor terbilang cukup jauh. Jakarta Selatan dengan segala kemacetannya menuju Bogor, baik dari perjalanan menaiki transjakarta hingga sesampainya di Bogor. Butuh kesabaran yang lumayan untuk menghadapi itu semua.

Pada waktu itu, saya tidak izin pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 16.30, tentu tanggung rasanya jika harus izin pulang lebih awal. Akhirnya, saya memutuskan menunggu hingga jam pulang kerja, tepat pada pukul 17.30, saya langsung memesan gojek agar dapat segera tiba di Stasiun Cawang. Selama di perjalanan, saya merasakan meriang yang luar biasa. Begitu pula saat menaiki KRL yang penuh sesak pada jam pulang kerja.

Rasanya ingin pingsan karena tidak kuat menahan demam sekaligus meriang. Namun, tentu tidak bisa. Mau tidak mau, saya harus bertahan sebisa mungkin sampai tiba di rumah. Dan akhirnya, sekitar pukul 21.00 saya tiba di rumah. Tanpa mandi, cuci muka, juga hanya bermodalkan mengganti pakaian kerja, saya langsung terbaring lemas di kamar.

Karena lelah secara fisik, menahan demam dan meriang, akhirnya saya terbaring tertidur pulas. Dalam tidur, saya bermimpi bertemu dengan kakak dari Ibu yang baru saja meninggal beberapa bulan lalu. Di dalam mimpi, tanpa berkata apa pun dia menatap saya tajam dengan mata yang sangat merah. Setelah bertatap muka cukup lama dalam mimpi, akhirnya saya terbangun karena kaget. Cukup sesak rasanya ditatap oleh anggota keluarga yang sudah tiada—meski hanya dalam mimpi.

Setelah terbangun, saya hanya beristigfar dan segera mengirim surat Al-Fatihah untuk almarhumah. Saya pikir, mungkin saya sedang diingatkan untuk mengirim doa agar beliau mendapat ketenangan di alam kubur. Karena sulit tidur kembali, akhirnya saya keluar kamar dan memilih berbaring di atas sofa sambil melamun, melihat sekeliling ruang tengah rumah dengan harapan dapat segera tidur kembali dalam kondisi ruangan yang gelap gulita karena lampu sengaja dimatikan agar lebih nyaman beristirahat—selain karena kebiasaan.

Dasar nahas dan sial, saat bola mata saya sedang melakukan eye tracking—melihat sekeliling—bukannya mengantuk, dalam kondisi terbaring lemas dan di ruangan yang gelap saya melihat sosok berjubah putih persis di hadapan saya. Rambutnya terurai sampai dengan pinggul, hanya menunduk tanpa melakukan pergerakan apa pun. Namun, arah pandangan tepat menuju ke arah saya.

Baca Juga:

Sakit gigi penyakit yang terdengar remeh, tapi aslinya sangat menyiksa

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

Sungguh teramat sial saya di kala itu, mau teriak pun tidak bisa karena suara betul-betul tertahan. Saya semakin meriang dan merinding karena ketakutan, sejujurnya saya ingin menutup mata dan menangis tapi tidak bisa karena terlalu merasa takut. Badan pun sama sekali tidak bisa digerakkan sebagaimana mestinya. Kejadian itu berlangsung sekira 2-3 menit—saya tidak tahu pastinya—sampai akhirnya sosok itu hilang dari pandangan.

Bukannya merasa lega, saya malah lanjut gemetaran dan badan terasa lemas. Karena itu adalah kali pertama saya melihat sosok begitu menyeramkan persis di depan mata kepala sendiri. Setelah saya merasa sedikit lega dan ingin beranjak dari sofa setelah terbaring lemas dan terdiam beberapa saat, saya dikejutkan kembali dengan hadirnya sosok kuntilanak yang sama persis di sebelah sofa tempat saya beristirahat.

Pada waktu yang bersamaan, tidak ada pilihan lain bagi saya selain menangis sambil teriak sekeras-kerasnya. Setelah itu, dalam kondisi teramat shock mata saya langsung terbuka dan sosok kuntilanak tersebut seakan betul-betul nyata hadir di depan mata. Karena kengerian yang baru saja dialami, saya memutuskan untuk tetap terjaga hingga adzan subuh berkumandang. Setelah solat subuh, akhirnya saya bisa tidur dengan nyaman tanpa ketakutan dan melanjutkan istirahat agar bisa segera pulih kembali. (*)

BACA JUGA Waspada, Pelecehan Seksual Masih Terjadi dan Merajalela di KRL atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2019 oleh

Tags: demamhantuHororkuntilanakmistissakit
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

cara motret hantu komunitas fotografer hantu indonesia mojok.co

Nanya Cara Motret Hantu ke Komunitas Fotografi Hantu Indonesia

10 Agustus 2020
sosok

Sosok Tak Kasat Mata yang Menyukai Temanku dan Selalu Mengikuti Selama Satu Minggu

10 Oktober 2019
Tiba-tiba Basi: Misteri Warung Makan yang Sering Dikaitkan dengan Mistis

Tiba-tiba Basi: Misteri Warung Makan yang Sering Dikaitkan dengan Mistis

15 Januari 2023
3 Tempat Horor di Tegal Warisan Kolonial Belanda

3 Tempat Horor di Tegal Warisan Kolonial Belanda

13 Agustus 2022
sains kesurupan fenomena riset jurnal mojok

Di Mata Sains, Kesurupan Bukan Perkara Menyeramkan

30 September 2020
Reco Tetes Telinga: Obat Sakit Telinga yang Efeknya Juara

Reco Tetes Telinga: Obat Sakit Telinga yang Efeknya Juara

13 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi Mojok.co

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi

18 Juli 2026
4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.