Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Kiamat Sudah Dekat Adalah Sinetron Deddy Mizwar Paling Genuine

Muhammad Sabilurrosyad oleh Muhammad Sabilurrosyad
18 April 2022
A A
Kiamat Sudah Dekat Adalah Sinetron Deddy Mizwar Paling Genuine Terminal Mojok.co

Kiamat Sudah Dekat Adalah Sinetron Deddy Mizwar Paling Genuine (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari tiga sinetron bikinan Deddy Mizwar, Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat, dan Para Pencari Tuhan, mana yang paling genuine?

Semakin ke sini, tampaknya mulai muncul satu kebiasaan baru orang Indonesia di bulan Ramadan. Khususnya bagi generasi milenial, kebiasan itu adalah meromantisasi sinetron-sinetron religi buatan Deddy Mizwar. Wajar saja, sinetron buatan Deddy Mizwar yang dinaungi rumah produksi Citra Sinema ini memang bisa jadi mesin waktu untuk mengenang masa-masa nostalgia suasana puasa di masa lalu. Atau, bisa jadi ini adalah bentuk apresiasi sekaligus bentuk kemirisan karena semakin sulitnya menemukan tipe tontonan sejenis, yaitu tontonan segmentasi kelas menengah ke bawah yang tidak sampah.

Deddy Mizwar bersama Citra Sinema selama ini telah banyak berkarya menghasilkan berbagai macam tontonan. Tapi, karya yang berhasil mencuat menjadi populer dan selalu dibicarakan banyak orang selalu berkutat pada tiga judul sinetron, yaitu Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat, dan Para Pencari Tuhan.

Kiamat Sudah Dekat adalah sinetron yang identik dengan Ramadan (Shutterstock.com)

Ketiganya sebenarnya kalau diperhatikan memiliki suatu kesamaan utama. Deddy Mizwar melalui ketiga judul tersebut tergolong jenius dalam mencari celah premis cerita agar sinetronnya bisa menjadi sarana untuk mengajari penontonnya tentang keislaman dari dasar dengan cara yang menyenangkan. Di Lorong Waktu ada Zidan, Kiamat Sudah Dekat ada Fandy, dan Para Pencari Tuhan punya trio Chelsea-Barong-Juki. Namun, dari ketiga sinetron itu, manakah yang terbaik?

Bagi saya, Kiamat Sudah Dekat adalah sinetron terbaik milik Deddy Mizwar. Bukan cuma dibandingkan dengan sinetron buatan Deddy Mizwar lainnya, tapi juga secara keseluruhan merupakan sinetron yang cukup menarik bagi sejarah pertelevisian kita. Lantas, apa saja alasannya?

#1 Premis jenius

Kiamat Sudah Dekat sebenarnya sudah menarik semenjak premis. Ketimbang sepasang kakek dan anak kecil yang melakukan time travel di tiap episode, atau tiga mantan napi jadi marbot masjid belajar agama, premis Kiamat Sudah Dekat lebih spesifik dan terasa berlayer.

Seorang rocker yang tak paham agama naksir seorang wanita berjilbab anak Pak Haji. Ini membuatnya harus belajar agama dari nol untuk mendapatkan wanita pujaannya. Sekilas memang cheesy, tapi tidak bisa dimungkiri bahwa kontras background masing-masing karakternya jadi bumbu yang sangat menarik.

Melalui premis sederhana tapi spesifik itu, kita bisa membayangkan berbagai potensi ceritanya. Bagaimana barier ilmu agamanya? Bagaimana pergesekan kelas ekonominya? Bagaimana mengemas genre romance dalam balutan cerita religi islami? Ditambah melihat reputasi Deddy Mizwar, dari situ sudah terlihat bahwa sinetron ini tampaknya bakal menyajikan banyak dialog-dialog menarik.

Baca Juga:

UIN Adalah Universitas Paling Nanggung: Menjadi Sumber Rasa Malu, Serba Salah, dan Tidak Pernah Dipahami

Warak Ngendog, Mainan “Aneh” di Pasar Malam Semarang yang Ternyata Punya Filosofi Mendalam

#2 Pengemasan romansa yang unik

Sejujurnya, kisah Fandy dan Sarah tidak dieksekusi sempurna-sempurna amat, tapi mereka berhasil menjadi pasangan yang mengambil hati penonton. Sebenarnya, saya cukup kesal dengan tingkah Fandy yang kalau ketemu Sarah selalu bertingkah norak. Rocker yang dibesarkan di Amerika tanpa pernah belajar agama itu mewakili stereotip perilaku American yang tidak bisa berperilaku sopan santun. Alhasil, tiap ketemu Sarah, tingkahnya selalu bikin cringe, si Fandy freak banget sumpah.

Ia adalah tontonan keluarga terbaik (Shutterstock.com)

Tapi, kesan romantis mereka justru muncul ketika mereka berinteraksi secara tidak langsung. Interaksi Fandy dan Sarah memang tidak umum, dan bagaimana cinta tumbuh di antara mereka pun unik.

Jadi gini, Sarah dan Pak Haji ini jelas keluarga yang islami banget. Jadi secara samar, ada aturan soal Fandy dan Sarah yang tidak bisa berduaan, tidak bisa bersentuhan, cuma berinteraksi dari jauh. 

Nah, keromantisan ini muncul ketika mereka mendengar kisah masing-masing dari mulut orang lain. Misal, Sarah yang sumringah mendengar Saprol dan Kipli cerita soal perjuangan Fandy. Sementara tingkah Fandy saat jauh dari Sarah pun lucu dan gemesin. Ngeliat mereka saling mendoakan, saling rindu, saling mendoakan dari jauh ternyata begitu romantis dan terasa tulus. Bisa loh Deddy Mizwar mengemas hal romantis dengan cara kaya gini.

#3 Berfilsafat sambil tertawa bersama keluarga Fandy

Ketika saya mencoba rewatch sinetron ini, hal mengejutkan yang baru saya sadari adalah bagaimana Deddy Mizwar memberi peran keluarga Fandy yang tidak sekadar terlihat bego secara komikal, melainkan jadi sarana bagi Deddy Mizwar untuk memasukan unsur filsafat yang cukup dalam.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Fandy datang dari keluarga yang lama tinggal di Amerika. Keluarga ini beragama Islam di KTP, tapi selama ini tidak pernah belajar agama, mementingkan science dan argumentasi. Jadi, akan sering terlihat bagaimana keluarga Fandy terlihat bodoh dalam konteks agama yang tentunya jadi bahan komedi.

Nilai-nilai keislaman diselipkan dengan baik di sinetron ini (Shutterstock.com)

Menariknya, kondisi keluarga Fandy ini menjadi sarana bagi Deddy Mizwar untuk memasukan topik-topik yang cukup berat, seperti mempertanyakan kematian, mempertanyakan kebenaran, hingga menjadi sarana bagi Deddy Mizwar untuk mengkritik umat Islam sendiri ketika mereka bertanya kenapa orang rajin ngaji dan salat bisa korupsi? Atau kenapa orang yang sudah baik di dunia tapi tidak salat masuk neraka? Pertanyaan-pertanyaannya nakal ih, bikin pusing guru ngajinya. 

Meski topik bahasannya berat, Deddy Mizwar berhasil mengemasnya tetap ringan agar bisa dinikmati penontonnya.

#4 Warisan ilmu ikhlas

Kiamat Sudah Dekat buat saya rasanya menjadi karya Deddy Mizwar yang paling genuine. Hal ini terlihat dari bagaimana ia mengemas bahasan ilmu ikhlas. Ketika Deddy Mizwar yang berperan jadi Pak Haji Romli, memberi tantangan terakhir pada Fandy untuk mempelajari ilmu ikhlas, saat itulah saya merasa betapa indahnya pelajaran terakhir yang ingin disajikan ini, baik pada para karakternya maupun pada penontonnya.

Selama saya nonton sinetron, belum ada judul sinetron yang memiliki komitmen terhadap satu tema besar. Maksudnya, ilmu ikhlas dalam Kiamat Sudah Dekat menjadi suatu garis besar yang menjadi kesimpulan dari pengembangan semua karakter yang ada di dalamnya. Fandy yang ikhlas melepas Sarah demi kebahagiaannya, Sarah yang ikhlas menggantungkan nasib jodohnya ke pilihan bapaknya, Pak haji Romli yang ikhlas akan jodoh anaknya dan juga jodoh dirinya sendiri. Melihat bagaimana setiap karakter mencapai keikhlasannya masing-masing dalam melepas keinginan terbesarnya berhasil membuat penonton jadi paham apa maksud Ikhlas.

Yang saya pahami berkat menonton sinetron ini bahwa dalam konteks agama sekalipun, ikhlas jadi sebuah rumus untuk berserah diri. Ia adalah sebuah formula dari agama untuk mengatasi hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi.

Penulis: Muhammad Sabilurrosyad
Editor: Audian Laili

BACA JUGA Menanti Crossover DMCU (Deddy Mizwar Cinematic Universe)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 April 2022 oleh

Tags: Deddy MizwarislamKiamat Sudah DekatRamadan
Muhammad Sabilurrosyad

Muhammad Sabilurrosyad

Tukang nonton.

ArtikelTerkait

berbuka puasa dengan yang manis

5 Alternatif Mengawali Berbuka Puasa Selain Dengan yang Manis

22 Mei 2019

Selalu Ada Pihak yang Nelangsa di Acara Buka Bersama

25 April 2021
Indomie Goreng Kebuli: Varian Menyambut Ramadan yang Kurang Mengena di Hati Pelanggan

Indomie Goreng Kebuli: Varian Menyambut Ramadan yang Kurang Mengena di Hati Pelanggan

13 Maret 2024
macam-macam puasa sunnah dan wajib muslim islam mojok.co

Beberapa Tingkatan Kuantitas Puasa Seorang Muslim

22 Mei 2020
konflik ahmadiyah minoritas dihina mojok

Masjid Ahmadiyah Dibakar, Prosesi Ibadah Agama Lain Dihina, Selanjutnya Apa Lagi?

7 September 2021
Menderita Ditinggal Kekasih Berhijrah, Kena Cap Dajjal Pula (Unsplash)

Derita Ditinggal Kekasih Berhijrah: Sudah Sakit Hati, Kena Cap Dajjal Pula

3 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.