Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Ketimbang MusicallyDown, Mending Download Lagu TikTok di YouTube Music atau Bandcamp Aja

Iqbal AR oleh Iqbal AR
9 Juli 2022
A A
Daripada Download Lagu TikTok Ilegal di MusicallyDown, Mending Download di YouTube Music atau Bandcamp Aja Terminal Mojok

Daripada Download Lagu TikTok Ilegal di MusicallyDown, Mending Download di YouTube Music atau Bandcamp Aja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini, situs MusicallyDown atau MusicallyDown.com jadi salah satu situs yang cukup banyak digunakan oleh para pengguna aplikasi TikTok. MusicallyDown adalah situs yang biasa digunakan untuk mengunduh atau men-download lagu-lagu yang ada di TikTok. Seperti kita tahu, lagu-lagu yang beredar di TikTok ini kerap jadi tren tersendiri, yang sekaligus digandrungi oleh para pengguna TikTok.

Sayang seribu sayang, MusicallyDown ternyata bukan situs yang legal untuk mengunduh lagu, terutama lagu yang ada di TikTok. MusicallyDown ini tidak ada bedanya dari situs download lagu ilegal lainnya seperti Savefrom, dsb. Kita hanya perlu memasukkan tautan atau link lagu atau video TikTok, lalu bisa langsung mengunduh atau men-downloadnya. Tak butuh waktu lama, kita sudah bisa “mengantongi” lagu TikTok yang kita inginkan, dan tentunya secara cuma-cuma.

Adanya MusicallyDown seolah menodai ekosistem yang selama ini sudah terbangun cukup enak di TikTok. Maksudnya, para pencipta lagu atau pemilik lagu, sudah menjadikan TikTok sebagai media promosi dan pemasaran lagu mereka. Tentu saja dengan harapan bahwa setelah tahu sebuah lagu lewat TikTok, para pengguna TikTok akan meluncur ke situs atau platform legal untuk mendengarkan secara utuh atau mengunduh lagu yang diinginkan.

Namun, MusicallyDown hadir dengan sangat curang, dan menjadikan para pemilik lagu atau pencipta lagu kehilangan apa yang seharusnya mereka dapatkan (royalti, dsb.). Dengan adanya MusicallyDown, para pengguna TikTok jadi tidak akan meluncur ke situs atau platform legal untuk mendengarkan atau mengunduh lagu dengan cara yang “halal”. Jelas dalam hal ini musisi atau pemilik dan pencipta lagu adalah pihak yang dirugikan.

Padahal ketimbang situs ilegal, sudah ada banyak sekali situs atau platform yang legal untuk mendengarkan dan mendapatkan lagu. Yah, meskipun beberapa situs atau platform yang legal itu memasang tarif untuk sebuah lagu, tapi bukankah itu adalah cara kita menghargai sebuah karya? Toh tarif atau harga untuk satu lagu juga tidak terlalu mahal, kok. Daripada download lagu di MusicallyDown, lebih baik meluncur saja ke YouTube Music atau Bandcamp.

YouTube Music, seperti kita tahu, adalah “cabang” dari YouTube yang dikhususkan untuk mendengarkan musik saja (Mp3), tanpa adanya video. YouTube Music ini cukup lengkap, palugada lah istilahnya (apa lu mau, gua ada). Tinggal unduh aplikasinya di Play Store dan kita sudah bisa menggunakan sepuasnya. Mau cari lagu-lagu yang tren di TikTok, mulai dari yang wajar sampai tidak wajar, dijamin ada.

Selain YouTube Music, ada juga Bandcamp, yang menyediakan berbagai macam musik atau lagu dari segala macam band dan dari segala penjuru dunia. Bandcamp ini bisa dibilang sebagai platform musik yang paling enak, baik dari segi tampilan, user interface, hingga kemudahan pencarian serta transaksinya. Selain itu, praktik simbiosis mutualisme antara pelaku dan penikmat musik yang paling paripurna ya terjadi di Bandcamp ini.

Di Bandcamp, kita bisa mendengarkan sekaligus membeli lagu atau album yang kita inginkan. Tidak hanya versi digital, Bandcamp juga menyediakan album fisik untuk kita beli. Ya tentu saja dengan harga yang berbeda (plus biaya pengiriman).

Baca Juga:

TikTok Music, Aplikasi Streaming Musik Terbaru Lebih Unggul daripada Spotify

Fitur YouTube Music yang Sia-sia dan Sebaiknya Dihapus Saja

Enaknya, ketika kita membeli album fisik, kita juga sekaligus dapat album versi digitalnya. Dengan merogoh kocek minimal beberapa puluh ribu rupiah atau beberapa dollar saja, kita sudah bisa mendapatkan lagu yang kita inginkan, dan tentu saja legal tak seperti MusicallyDown.

Bagi para musisi, Bandcamp ini juga jadi ladang subur. Mereka bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan karya mereka tanpa banyak potongan ini itu, dan dengan persentase yang cukup banyak. Tak heran jika banyak musisi yang mengandalkan Bandcamp sebagai media promosi sekaligus penjualan karya-karya mereka. Dan banyak juga musisi yang bisa hidup dari mengandalkan karya-karyanya di Bandcamp ini, lho.

Maka dari itu, untuk para pengguna TikTok, mbok ya berhenti saja mengunduh atau men-download lagu lewat MusicallyDown. Sudah mah ilegal, jatuhnya tidak menghargai musisi dan pencipta lagunya juga. Jangan sampai pembajakan-pembajakan seperti ini tumbuh lagi. Sudah 2022 kok ya masih memelihara mental pembajak, sih?

Penulis: Iqbal AR
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 10 Lagu TikTok Viral yang Sebenarnya Enak, tapi Mengganggu di Telinga.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2022 oleh

Tags: BandcampdownloadMusicallyDownYouTube Music
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

8 Musisi Nordik yang Lagunya Harus Ada dalam Playlist Kamu Terminal Mojok

8 Musisi Nordik yang Lagunya Harus Ada dalam Playlist Kamu

18 September 2022
Stafaband, Situs Legendaris yang Pernah Mewarnai Masa Remaja Kita Semua terminal mojok

Stafaband, Situs Legendaris yang Pernah Mewarnai Masa Remaja Kita Semua

30 April 2021
5 Cara Mudah Download Video Tiktok Tanpa Watermark Terminal Mojok

5 Cara Mudah Download Video Tiktok Tanpa Watermark

15 Juni 2022
Orang Waras Pasti Meninggalkan Spotify dan Hijrah ke YouTube Music, yang Jelas Lebih Superior

Orang Waras Pasti Meninggalkan Spotify dan Hijrah ke YouTube Music, yang Jelas Lebih Superior

14 November 2023
TikTok Music, Aplikasi Streaming Musik Terbaru Lebih Unggul daripada Spotify

TikTok Music, Aplikasi Streaming Musik Terbaru Lebih Unggul daripada Spotify

27 Maret 2024
4 Cara Mudah Download Video YouTube Menjadi Mp3 Terminal Mojok

4 Cara Mudah Download Video YouTube Menjadi Mp3

22 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.