Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Ketemu di Dunia Maya, Tapi Baper Sampai ke Dunia Nyata?

Tiara Aulia Zalyanti oleh Tiara Aulia Zalyanti
7 Mei 2019
A A
dunia maya

dunia maya

Share on FacebookShare on Twitter

Mempunyai teman merupakan hal yang patut disyukuri karena bagi sebagian orang, mencari teman itu sesulit mencari jarum di tumpukan jerami.

Beberapa bulan terakhir, saya sedang dekat dengan seseorang. Tidak dekat secara harfiah, sih, karena nyatanya kami terpisah 400++ kilometer. Kami juga tidak dekat secara emosional. Tidak usah dijelaskan kenapa. Yang jelas kalimat “jauh di mata dekat di hati” tidak untuk kami.

Ini bermula tahun lalu, ketika kegabutan saya yang terlampau parah dan rasa kesepian tentu saja mengantar saya ke sebuah situs pencarian teman online, bukan online dating ya, hehe. Target utama saya sebenarnya adalah bule, biar sekalian melatih bahasa Inggris saya yang amat sangat standar ini.

Setelah sekian banyak bule dari penjuru dunia yang saya chat, ujung-ujungnya yang nge-chat saya duluan adalah dia, warga +62 yang ingin saya ceritakan ini.

Dia seumuran dengan saya dan kayaknya sama gabutnya dengan saya. Setelah basa-basi yang sangat basi, dia meminta username Instagram saya. Setelah saya pikir-pikir, tak ada salahnya saya kasih, menambah follower juga, kan, hehe.

Obrolan berlanjut dan lama-kelamaan kami pindah ke LINE. Hampir setiap hari saya dan dia bertukar pesan, segala macam topik pembicaraan. Dari obrolan ringan yang nggak jelas sampai ke obrolan berat yang sama nggak jelasnya. Juga basa-basi yang saya nilai basi di awal, sekarang harus jadi hati-hati takut ada yang jatuh hati. Uwuu~

Kami juga menyempatkan berteleponan di akhir pekan. Sekadar bercerita tentang penatnya pekan ini atau bisa juga ngomongin pilpres, fufufu~

Sebenarnya saya sudah tidak segabut dulu namun sekarang rasanya tujuan saya bukan lagi untuk itu, melainkan untuk berbagi. Rasanya punya teman berbagi cerita dan segala kepenatan itu melebihi perasaan menemukan skincare yang tepat. Kecuali skincare-nya juga lagi promo. Tak dapat dipungkiri pula, kehadiran sesosok manusia lain bisa sedikit mengobati rasa kesepian, walau pun sedikiiit~

Baca Juga:

Panduan Singkat Menjadi Setia Selama KKN agar Terhindar dari Konflik yang Tak Perlu

Perjanjian Giyanti, Penyebab Utama Kandasnya Asmara Orang Jogja dengan Orang Solo

Saya akhirnya tersadarkan akan kedekatan semu ini beberapa minggu lalu, saat respon darinya yang saya dapatkan tidak seasik dulu. Ini sering terjadi sebelumnya, tapi kali ini mungkin kami sudah sama-sama lelah untuk mengobrol dan mencari topik pembicaraan.

Puncaknya ketika saya memulai pembicaraan dengan meminta spoiler episode terbaru dari Game of Thrones Season 8. Permintaan saya ini tidak ditanggapi bahkan dia membalas lama sekali dan berujung dengan chat saya yang di-read doang. Iyaa di-read doang sampai sekarang, sakit kan~~

Perihal chat yang di-read doang ini memang tidak ada habisnya. Jujur saja, siapa yang tak kesal kalau chatnya tidak dibalas bahkan hanya di-read padahal yang dikirimi pesan sedang aktif dan masih sempat bikin Instastory? Hayo ngaku, siapa?

Alasan yang paling logis dan jelas terasa adalah karena dia bosan. Lagipula sikapnya akhir-akhir itu juga tidak seseru dulu. Obrolan kami juga mencapai tingkat kegaringan luar biasa, kriuk kriuk seperti kulit ayam KFC.

Wajar saja, teman di dunia nyata yang sudah mengukirkan banyak kenangan bersama saja bisa tiba-tiba menjadi orang asing akibat masalah sepele, apalagi kami yang belum pernah bertatap muka dan hanya berhubungan via internet.

Ternyata pertemanan dunia maya itu tidak nyata senyata tinta pulpen baru beli. Kenangan kami hanya sebatas pesan di LINE. Ketika seluruh pesan dihapus maka semuanya akan hilang. Namun, itu tidak serta merta menghilangkan memori di otak.

Harusnya, kan, saya tidak usah ambil pusing dengan responnya. Toh, cuma di-read doang, bukan diblokir, bukan lost contact. Kalau saya menurunkan ego dan mau memulai percakapan duluan, bisa saja kami asik seperti dulu. Tapi kan saya gengsian orangnya~

Dan, tidak semudah itu Ferguso.

Masalahnya saya terlanjur kecewa, Ferguso. Saya pikir, saya sama istimewanya dengan kota asalnya yang ada kata “istimewa” itu. Iya dong, siapa lagi yang mau mendengarkan saya ngebacot jam 3 dini hari? Atau sebenarnya memang dasarnya saya terlalu kesepian dan minim kasih sayang, sampai-sampai perhatian kecil darinya saya anggap sebagai tanda bahwa saya berkaret dua, eh spesial maksudnya.

Saya ternyata tidak lebih spesial dari martabak manis dengan ekstra topping. Mungkin juga karena saya tidak semanis martabak manis yang biasa dia beli.

“Ya sudah, lupakan saja. Kan, katanya pertemanan dunia maya tidak senyata tinta pulpen baru beli!”

Duh, Ferguso.

Seperti yang saya bilang tadi, memangnya dengan menghapus semua pesannya di LINE bisa sekaligus menghilangkan dia dari memori otak saya? Tidak, kan. Masalahnya segala percakapan kami itu terlalu ‘uwu’ untuk dilupakan. Yah, mau bagaimana lagi saya memang terlalu baper berharap orangnya.

Tapi bukannya harapan yang justru buat hidup ini jadi lebih hidup? Dan tercapai atau tidak tercapainya yang buat hidup ini jadi penuh gejolak?

Sebagai makhluk sosial, kami seharusnya sama-sama tahu bahwa komunikasi yang menghubungkan kami. Dan sebagai teman dunia maya, itu dilakukan dengan chat, bertukar pesan; atau telepon; atau video call. Saat itu tidak dilakukan, lalu apa yang menghubungkan kami? Telepati? Tidak, kan.

Saya mungkin terlalu mudah percaya dengannya. Dalam hal ini, saya percaya bahwa dia adalah teman yang kehadirannya nyata walaupun tidak secara fisik. Pertemanan yang nyata walaupun hanya via dunia maya. Saya percaya, mungkin suatu saat kami dapat memangkas jarak untuk menghadirkan temu agar semuanya tak lagi semu. Uwu~

Saya yang dulu dengan tegas mengatakan bahwa “saya tidak mudah percaya dengan orang lain,” sekarang malah termakan omongan saya sendiri.

Jadi sekarang saya akan mengatakan kembali, bahwa saya tidak akan mudah percaya dan baper berharap dengan orang lain.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2021 oleh

Tags: asmaraBaperDunia Maya
Tiara Aulia Zalyanti

Tiara Aulia Zalyanti

Tiara Aulia Zalyanti, Jakarta, Pelajar/Mahasiswa

ArtikelTerkait

posesif

Tidak Bisa Jauh Dari Handphone Karena Pacar yang Posesif

10 Oktober 2019
baper

Fenomena Sejak Ada Kata Baper, Kata Maaf Semakin Susah Diucapkan

14 Juli 2019
Perjanjian Giyanti, Penyebab Orang Jogja Susah Menikahi Orang Solo

Perjanjian Giyanti, Penyebab Orang Jogja Susah Menikahi Orang Solo

10 November 2022
Proker KKN Kadang Nggak Nyambung sama Jurusan Kuliah dan Kita Harus Berdamai dengan Itu

Panduan Singkat Menjadi Setia Selama KKN agar Terhindar dari Konflik yang Tak Perlu

19 Juli 2024
people nearby

People Nearby: Sebuah Sensasi Mencari Cinta Baru

8 Oktober 2019
karya

Tidak Semua Celaan Perlu Dibalas dengan Karya, Kawan

10 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Bagi Gen Z, Menikah di Gedung Lebih Praktis dan Murah daripada di Rumah Sendiri, Tapi Harus Siap Jadi Bahan Omongan Tetangga di Desa
  • Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
  • Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan
  • Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan
  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.