Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Keratabasa, Perkedel, dan Pentingnya Tidak Buru-buru Share Tanpa Memeriksa Ulang

Annisa R oleh Annisa R
25 Juni 2023
A A
Keratabasa, Perkedel, dan Pentingnya Tidak Buru-buru Share Tanpa Memeriksa Ulang

Keratabasa, Perkedel, dan Pentingnya Tidak Buru-buru Share Tanpa Memeriksa Ulang (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Asal usul perkedel

Keberadaan perkedel diyakini merupakan adaptasi dari frikandel, panganan asal Belanda yang merupakan turunan dari frikadelle, olahan daging dari Jerman dan/atau negara-negara Skandinavia.

Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, Belanda membawa pengaruh kuliner mereka. Termasuk hidangan frikandel yang terbuat dari daging giling yang dicampur dengan berbagai bahan kemudian digoreng. Seiring berjalannya waktu, konsep tadi diadaptasi menggunakan bahan-bahan yang lebih mudah ditemukan, seperti kentang. Kentang sendiri juga diperkenalkan ke Indonesia oleh Belanda pada masa penjajahan, sekitar tahun 1795.

Dari situlah, kemudian menu ini berevolusi menjadi perkedel yang umum dikenal. Jauh berbeda dengan frikandel yang kini ada di Belanda karena sekitar pascaperang dunia kedua, frikandel berevolusi menjadi bentuknya terkini yang memanjang seperti sosis, tidak lagi mirip seperti patty selayaknya frikadelle dan perkedel.

Pengucapan dan ejaan “frikadel” kemudian dilokalisasi dan menghasilkan nama “perkedel” atau beberapa juga menyebut “bergedel”. Perkedel sendiri kemudian yang dicatat sebagai bentuk baku penyebutan makanan ini oleh KBBI.

Akan tetapi, apa yang saya tulis di atas pun juga merupakan konklusi sementara saya sendiri dari merangkai berbagai literatur nonpopuler yang ada sejauh ini. Sebab, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, catatan resmi sejarahnya sukar atau bahkan mungkin memang belum dilakukan pencatatan.

Makanan yang resepnya telah diturunkan dari generasi ke generasi seperti perkedel ini umumnya memang sulit untuk dilakukan pelacakan. Berbeda dengan makanan yang jauh lebih baru, seperti ayam geprek.

Sejarah suatu kuliner dapat memiliki variasi interpretasi. Banyak perspektif yang perlu dipertimbangkan, di samping keterbatasan bukti yang tersedia. Namun satu yang pasti, namanya tidak lahir dari singkatan persatuan kentang dan telur. Justru, kepanjangan tersebut ada setelah nama perkedel lama dikenal.

Bagaimana dengan cuanki, putu, dan makanan lainnya?

Saya yakin, begitu pula terhadap informasi kepanjangan nama-nama makanan lain—terutama yang telah diturunkan dari generasi ke generasi—seyogianya, tidak buru-buru diyakini sebagai kebenaran. Benarkah etimologinya demikian?

Baca Juga:

6 Kasta Lauk Pendamping Soto yang Bikin Sensasi Nyoto Makin Lengkap

***

Tentu sebagai bercandaan sudah cukup lucu—eh, mungkin? Yah lumayan, lah, untuk membuka percakapan dengan orang. Akan tetapi untuk dianggap sebagai hal yang benar dan disebarkan ulang tanpa keterangan kalau itu guyonan, saya rasa sudah memenuhi definisi misinformasi. Ya, biarpun mungkin terasa sepele karena hanya nama makanan.

Penulis: Annisa Rakhmadini
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Google Translate Bisa Menerjemahkan Teks hingga Foto, Begini Caranya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2023 oleh

Tags: frikandelkeratabasaperkedel
Annisa R

Annisa R

ArtikelTerkait

6 Kasta Lauk Pendamping Soto yang Bikin Sensasi Nyoto Makin Lengkap Terminal Mojok

6 Kasta Lauk Pendamping Soto yang Bikin Sensasi Nyoto Makin Lengkap

24 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

29 Januari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Saya Tidak Antisosial, Saya Cuma Takut Ikut Rewang dan Pulang Dicap Nggak Bisa Apa-apa

29 Januari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.