Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kenapa sih, Orang yang Meminjam Buku Itu Sering Tidak Tahu Diri?

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
29 November 2019
A A
Jokowi Perlu Pamerkan Daftar Bacaan Favorit seperti Barack Obama terminal mojok.co

Jokowi Perlu Pamerkan Daftar Bacaan Favorit seperti Barack Obama terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Walau saya bukanlah orang yang paham-paham banget menyoal sastra, tapi aktivitas membaca dan mengoleksi buku bagi saya adalah sesuatu yang menyenangkan. Sejauh ini buku saya telah mencapai kata lumayan banyak. Ada yang telah saya baca lalu saya pamerkan di media sosial dan ada juga yang masih mengkilap dengan plastik dan belum sempat saya baca. Mungkin sebagai seseorang yang dianggap memiliki buku yang berlebih, tidak hanya saya saja yang mengalami hal ini. Kalian-kalian (paansih bawa-bawa orang) yang juga punya buku yang cukup besar kuantitasnya pasti pernah mengalami hal ini. Sering kali teman, sahabat, keluarga atau orang lain meminjam buku kita.

Momen pinjam dan meminjamkan buku sudah sering saya lakukan. Baik kepada teman yang saya kenal hingga teman yang saya cuma tahu namanya tapi tidak akrab-akrab banget. Dan satu yang sering saya temukan dari aktivitas pinjam meminjam buku itu adalah hampir rata-rata orang yang meminjam buku sering tidak tahu diri. Ini menjadi hal yang sering saya pusingkan sendiri.

Saya pernah mencoba melakukan tindakan preventif untuk mencegah tindakan tidak tahu diri saat meminjam buku dengan tidak mau meminjamkan buku yang saya miliki. Namun di satu sisi, saya merasa bersalah dan tidak enak. Aktivitas tersebut membuat saya seolah-olah menghalang-halangi keinginan seseorang untuk mencari ilmu lewat buku-buku yang saya miliki. Hingga ada saja yang berujung cemoohan kepada saya mulai dari pelit, sok pintar, hingga ilmu itu dibagi bukan buat diri sendiri. Hal itulah yang akhirnya meruntuhkan tindakan preventif saya dan mulai melunak lagi untuk meminjamkan buku. Tapi hal yang saya hadapi ujung-ujungnya sama saja, mereka yang meminjam buku saya lagi-lagi tidak tahu diri.

Kasus yang terbaru, buku saya sudah dipinjam hampir sebulan. Usaha yang saya lakukan sudah lumayan, mulai dari DM Instagram dan ngasih komentar di kolom komentar Instagram-nya. Kelihatannya memang kayak orang pelit, tapi saya pikir hal yang saya lakukan sah-sah saja jika saya menuntut barang milik saya kembali. Jawaban dari si wanita yang meminjam buku saya pun kesannya santai sekali, “Iyaa nanti.” Dan sampai sekarang buku saya masih belum kembali.

Di setiap momen ketika saya meminjamkan buku kepada orang lain, saya menemukan sangat jarang sekali orang-orang yang meminjam buku itu kooperatif. Maksudnya, ketika perjanjian meminjam diteken lewat mulut misal selama satu minggu atau satu bulan. Sulit sekali saya menemukan mereka yang meminjam buku saya sadar dan berlaku kooperatif dengan cara nge-chat atau setidaknya memberi kabar jika bukunya belum selesai dibaca. Sebaliknya, rata-rata mereka yang meminjam buku ini akan bersikap bodo amat dan tidak pernah memberikan kabar apa pun setelah masa tenggang peminjaman telah lewat. Walau rata-rata sering tidak tahu diri, tapi ada juga kok mereka yang meminjam buku ke saya itu orangnya kooperatif. Namun itu bisa dihitung jari, tidak banyak.

Hingga akhirnya saya curiga, apa yang ada di pikiran orang-orang tidak tahu diri ini saat meminjam buku orang lain? Mengapa mereka bisa bersikap seperti itu? Satu yang terbersit di pikiran saya, apa jangan-jangan mereka yang meminjam buku ini ingin mengamalkan ucapan Bapak Pluralisme Indonesia, Almarhum Gus Dur? Bahwa pada hakikatnya orang yang meminjamkan buku itu bodoh dan orang yang mengembalikan buku itu gila.

Saya merasa apa yang diucapkan Gus Dur memang benar-benar menjadi pakem para peminjam buku yang sering saya temui. Membuat orang yang bukunya mereka pinjam terkesan menjadi orang bodoh yang gampang sekali diakal-akalin. Gampang sekali diacuhkan dari kehidupan ini dan mudah sekali tidak dianggap keberadaannya. Apakah semua orang yang meminjam buku selalu membaca kalimat Gus Dur yang tentang pinjam meminjam buku itu, ya? Mereka tidak mau menjadi orang yang disebut gila dengan mengembalikan buku yang mereka pinjam. Saya curiga rata-rata orang yang meminjam buku punya gengsi tidak mau dipanggil orang gila dan akhirnya memutuskan menjadi orang tidak tahu diri dan bodo amat soal mengembalikan buku. Ah sudahlah, pikiran saya terlalu penuh curiga.

Tapi kalau dipikir-pikir antara menjadi gila dan tidak tahu diri itu baikan yang mana, sih? Setahu saya Cak Dlahom saja tidak masalah dianggap gila. Setidaknya beliau menghindari perilaku tidak tahu diri. Tapi kenapa orang-orang yang minjam buku ini rata-rata tidak mau dianggap gila dan lebih memilih tidak tahu diri? Hadeeeh, kalah sama Cak Dlahom~

Baca Juga:

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

4 Pertanyaan yang Sebaiknya Jangan Ditanyakan ke Orang Jombang, Bikin Kesal!

BACA JUGA Perkara Meminjam: Seperti Apa Pun Bentuknya, Kembalikan atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 November 2019 oleh

Tags: Cak DlahomGus Durmengembalikan bukupinjam buku
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Meski Dunia Makin Gelap, Cinta Gus Dur Akan Selalu Menerangi Sudut Hati

Meski Dunia Makin Gelap, Cinta Gus Dur Akan Selalu Menerangi Sudut Hati

16 Desember 2023
Pinjam Buku di Perpustakaan Itu Menyenangkan, yang Menyebalkan Cari Bukunya

Pinjam Buku di Perpustakaan Itu Menyenangkan, yang Menyebalkan Cari Bukunya

10 November 2023
Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece Mojok.co

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

3 Agustus 2025
iPusnas Justru Bikin Saya Malas Baca karena Antrean Peminjamnya sampai Ribuan!

iPusnas Justru Bikin Saya Malas Baca Buku karena Antrean Peminjamnya sampai Ribuan!

20 November 2023
gus baha' mazhab humor mencintai gus dur, humor

Humor Diseriusin, Hukum Dibercandain

18 Juni 2020
4 Pertanyaan yang Sebaiknya Jangan Ditanyakan ke Orang Jombang, Bikin Kesal! Mojok.co

4 Pertanyaan yang Sebaiknya Jangan Ditanyakan ke Orang Jombang, Bikin Kesal!

2 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Booth Nescafe di Kulon Progo Selalu Ramai, padahal Cuma Kecil dan Menunya Itu-Itu Saja Mojok.co

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

6 Januari 2026
Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

5 Januari 2026
Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

6 Januari 2026
Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas Mojok.co

Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas, Semuanya Jadi Lebih Lancar

7 Januari 2026
Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

12 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa
  • Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme
  • Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup
  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.