Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kemasan Bukan Segalanya, tapi Kemasan Roti Aoka Tercipta Memang untuk Dihina

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
11 Juli 2024
A A
Kemasan Bukan Segalanya, tapi Kemasan Roti Aoka Tercipta Memang untuk Dihina

Kemasan Bukan Segalanya, tapi Kemasan Roti Aoka Tercipta Memang untuk Dihina (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Walaupun bukan termasuk makanan pokok, popularitas roti cukup menempati hati konsumen Indonesia. Selain mengenyangkan, roti juga praktis dan mudah didapatkan di berbagai minimarket maupun warung pinggir jalan. Salah satu merek roti yang sempat menjadi perbincangan warganet adalah roti Aoka.

Terlahir di Kota Paris van Java, popularitas roti Aoka sukses melejit di berbagai platform media sosial. Selain sangkut paut isu kesejahteraan buruh pabrik, kontroversi lain yang menyertai eksistensi panganan ini adalah banderol harga super murah serta rentang tanggal kedaluwarsa sangat lama. Tidak cukup sampai di situ, belakangan ini brand makanan tersebut kembali menuai hujatan lantaran desain kemasannya yang melampaui logika manusia.

Pemilihan model huruf yang bikin riskan membuat pembeli salah baca

Branding merupakan strategi marketing yang krusial guna membentuk positioning suatu merek di dalam suatu industri. Dengan keunggulan posisi yang kuat, niscaya umur suatu produk di pasar akan lebih lama ketimbang para kompetitornya. Satu di antara unsur yang mendukung branding adalah kemasan, termasuk model huruf atau font yang dipakai.

Keberhasilan penggunaan font sebagai identitas sebuah merek telah dibuktikan oleh Disney. Dengan mengesampingkan makna tulisan yang meniru bentuk huruf khas Disney, orang awam serta merta akan mengingat brand perusahaan hiburan multinasional tersebut seketika melihatnya. Entah karena tidak mengetahui fakta ini atau lantaran faktor lain, roti Aoka justru melakukan kesalahan fatal saat menetapkan font yang mereka gunakan.

Huruf “A” pada kata Aoka tidak terutup sepenuhnya di ujung atas sehingga tampak seperti huruf “H”. Alih-alih membaca Aoka dengan benar, tidak sedikit konsumen yang lantas terkecoh dengan mengiranya sebagai Hoka. Sementara huruf “A” yang terletak di akhir kata merek masih terselamatkan. Sebab, celah pada huruf tersebut tampak lebih sempit dan masih tersamarkan oleh huruf “K” yang seolah memayunginya. Pun, jarang ada produk lokal yang mengaplikasikan huruf konsonan berurutan. Alhasil, pembeli masih cenderung membenarkan huruf “A” terakhir itu.

Walau perkara ini terdengar sepele, kesalahan pengucapan merek dapat berakibat merugikan produsen dalam jangka waktu lama. Bagaimanapun merek adalah tanda untuk mengenali asal sebuah produk berikut kualitasnya. Tidak ada jaminan bahwa kelak akan ada pesaing yang memanfaatkan kelemahan ini untuk merugikan pihak roti Aoka. Lebih buruk, bisa jadi akan muncul perusahaan sejenis yang menduplikasi brand serta produk roti panggang ini guna merebut pangsa pasar Aoka.

Warna bungkus Roti Aoka nggak sesuai rasa isi selai

Komponen lain dari kemasan Roti Aoka yang layak diperdebatkan adalah warna pada plastinya yang tidak sesuai ekspetasi. Lumrahnya, terdapat korelasi antara warna yang dibubuhkan pada kemasan panganan dengan rasa yang ditawarkan. Misalnya saja, warna putih yang identik dengan rasa vanila.

Sialnya, kelaziman ini tidak akan ditemukan pada kemasan Roti Aoka. Sebagian besar bungkus roti Aoka terbilang ajaib. Kecuali untuk isian cokelat, nanas, dan roti pandannya yang sesuai dengan bayangan pembeli. Pasalnya, baik varian stoberi dan blueberry, keduanya dikemas dalam bungkus plastik dengan sentuhan warna hijau yang mirip dengan bungkus roti panggang pandannya.

Baca Juga:

Roti Viral Aoka Siap-siap Lengser, Roti NaNa Lebih Layak Dibeli Rakyat

Sandwich Aoka, Harga (Terlalu) Murah, Rasanya Sama Sekali Nggak Bercanda

Memang bagian kemasan tembus pandang kemasan memungkinkan konsumen untuk langsung mengetahui varian pandan karena warna rotinya yang berwarna kehijauan pula. Akan tetapi, tidak satupun pembeli yang bisa membedakan isian stoberi dan blueberry hanya berdasarkan warna bungkusnya saja. Orang normal pasti akan memautkan stoberi dengan warna merah dan blueberry dengan warna ungu.

Kelucuan penggagas packaging Roti Aoka tidak hanya berhenti sampai di situ. Varian keju yang semestinya lekat dengan warna kuning muda malah dibalut dengan plastik berwarna oranye stabilo yang lebih kental dengan citra buah jeruk. Selain itu, warna keunguan justru dipakai untuk merepresentasikan roti panggang isi vanila.

Bikin rumit pembeli yang mau beli roti

Warna kemasan yang tak sesuai isi selai tentu meresahkan. Sebab, banyak konsumen yang mengandalkan instuisi mereka ketika berbelanja semata-mata dengan memperhatikan bungkus produknya. Lagi pula, aktivitas berbelanja semestinya menyenangkan. Bukan malah memperumit hidup dengan repot-repot mengidentifikasi rasa setangkup roti panggang. Ditambah lagi, konsumen yang belum cakap membaca seperti anak kecil akan rentan merasa tertipu mentah-mentah.

Tidak ada yang paham segala keanehan ini disengaja atau tidak. Bisa jadi, inilah taktik Aoka untuk membedakan diri dengan para pesaingnya sehingga publik akan semakin notice dengan produknya. Atau mungkin, memang desainer kemasan Aoka tengah menghadapi masalah pelik saat menuangkan idenya. Namun yang pasti, bungkus roti Aoka memang terlahir untuk menjadi bahan hujatan kita semua.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Roti Viral Aoka Siap-siap Lengser, Roti NaNa Lebih Layak Dibeli Rakyat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2024 oleh

Tags: Aokakemasankemasan makananroti aokasandwich aoka
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Bumbu Rendang Instan "Uni Via" Bukittinggi, Tanpa Penyedap dengan Rempah Lengkap Terminal Mojok.co

Bumbu Rendang Instan “Uni Via” Bukittinggi, Tanpa Penyedap dengan Rempah Lengkap

5 April 2022
Roti Viral Aoka Siap-siap Lengser, Roti NaNa Lebih Layak Dibeli Rakyat

Roti Viral Aoka Siap-siap Lengser, Roti NaNa Lebih Layak Dibeli Rakyat

22 Maret 2024
Roti Aoka Rasanya Pas di Lidah, Harganya Pas di Kantong Terminal Mojok

Roti Aoka: Rasanya Pas di Lidah, Harganya Pas di Kantong

6 Oktober 2022
Betapa Menyebalkannya Kemasan Kecap dengan Auto Lock: Ditekan Pelan Keluar Dikit, Dikasih Tenaga Malah Tumpah

Betapa Menyebalkannya Kemasan Kecap dengan Auto Lock: Ditekan Pelan Keluar Dikit, Dikasih Tenaga Malah Tumpah

19 Mei 2023
Momotaro: Biskuit Aoka yang Harganya Murah tapi Rasa Nggak Murahan

Momotaro: Biskuit Aoka yang Harganya Murah tapi Rasa Nggak Murahan

9 Maret 2023
33 Istilah Khusus pada Kemasan Makanan biar Paham Apa yang Kalian Makan Terminal Mojok

33 Istilah Khusus pada Kemasan Makanan biar Paham Apa yang Kalian Makan

4 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.