Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Keanehan di Bantul Nggak Ada Apa-apanya Dibandingkan Keanehan di Kabupaten Cilacap

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
23 Oktober 2023
A A
Keanehan di Bantul Nggak Ada Apa-apanya Dibandingkan Keanehan di Kabupaten Cilacap

Keanehan di Bantul Nggak Ada Apa-apanya Dibandingkan Keanehan di Kabupaten Cilacap (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat memasuki semester 7 bangku perkuliahan, mahasiswa di fakultas saya diwajibkan untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kebetulan saya adalah mahasiswa jurusan Pendidikan yang mendapatkan tugas untuk PPL di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Cilacap. Selama melaksanakan kegiatan tersebut, saya dan kawan-kawan mengontrak sebuah rumah di Kecamatan Kesugihan, Cilacap. Fyi, kecamatan satu ini hanya berjarak sekitar 30 menit dari pusat kota.

Selama tinggal di kabupaten ini, saya mengalami kejadian aneh yang nggak saya alami sebelumnya saat tinggal di Purwokerto. Bahkan, keanehan yang terjadi di Kabupaten Cilacap membuktikan kalau keanehan di Kabupaten Bantul seperti yang pernah dituliskan Mbak Cindy Gunawan di sini masih belum seberapa. Lho, kok bisa?

Pengamen dan pengemis di Alun-alun Cilacap sebanyak butiran pasir di pantai selatan

Setelah melaksanakan PPL selama 6 hari dalam sepekan, saya dan teman-teman memilih untuk menghabiskan akhir pekan kami untuk berwisata. Pada akhir pekan pertama, saya bersama dua orang kawan memutuskan untuk menikmati sore hari di Alun-alun Cilacap. Kami sampai di alun-alun pada pukul 17.45. Beberapa menit kemudian, azan magrib pun berkumandang di langit Cilacap dengan syahdu.

Selepas salat magrib, kami menyempatkan diri untuk berkeliling alun-alun sebanyak satu putaran. Setelah lelah berkeliling, kami memutuskan untuk duduk sejenak sembari merebahkan kaki dan meminum secangkir es kopi susu. Nah, di sinilah keanehan pertama yang saya rasakan soal Kabupaten Cilacap muncul.

Saat sedang asyik menyeruput es kopi, datanglah seorang pengamen. Saya yang merasa terganggu karena suara penyanyinya yang nggak merdu blas langsung menyerahkan receh lima ratusan. Sang pengamen langsung bergegas meninggalkan kami tanpa jejak. Selang berapa menit kemudian, datanglah pengemis lain yang mengeluhkan dunia dan seisinya sembari menengadahkan tangan. Tanpa berpikir lama, kawan saya pun giliran memberikan uang kertas seribuan.

Namun, keanehan semakin menjadi-jadi. Selama kami duduk di tepi alun-alun selama setengah jam, sudah hampir 8 orang peminta-minta (baca: pengamen dan pengemis) menghampiri kami. Kalau dibagi rata, paling nggak dalam 3-4 menit sekali setidaknya ada 1 orang peminta-minta yang menghampiri kami. Bahkan, mas-mas yang pertama kali mengamen sudah berputar alun-alun sebanyak 2 kali.

Saya sampai geleng-geleng kepala. Kok ada orang ngamen keliling tempat yang sama berkali-kali, ya? Lucunya, entah sengaja atau nggak, mas-mas ini ngamen di depan saya 2 kali. Haduh!!!

Kenakalan remaja Cilacap boleh diadu dengan klitih Jogja

Mungkin masih terngiang dalam benak kalian mengenai kejadian seorang bocah SMP di Kecamatan Cimanggu yang dihajar teman satu sekolahnya. Ya, kejadian itu hanya contoh kecil dari kenakalan remaja Cilacap yang diunggah media sosial dan trending. Sejatinya, kejadian itu bukan hanya sekali, masih ada kejadian lain yang nggak diketahui khalayak, salah satunya kejadian di tempat saya PPL.

Baca Juga:

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

Di hari terakhir pelaksanaan PPL, saya melihat berita di feed Instagram bahwa ada remaja yang berkeliaran menggunakan celurit di sekitar Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Untungnya, malam itu saya nggak keluar kontrakan dan tidur gasik, jadi saya selamat dari teror di malam itu. Dan, kalaupun kejadian itu berlanjut di malam selanjutnya, saya sudah nggak khawatir. Hal ini lantaran keesokan harinya saya sudah bisa pulang ke Purwokerto.

Simalakama menggunakan helm saat berkunjung ke pantai di Kabupaten Cilacap

Jika kalian berkunjung ke pantai di kabupaten yang terkenal dengan Nusakambangannya ini, saya sarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua tanpa helm. Kenapa begitu? Ya kalau kalian maksa menggunakan helm saat melewati pintu masuk pantai, kalian bakal dimintai retribusi. Belum lagi dengan biaya parkir yang nggak ramah dengan mahasiswa kere seperti saya.

Beda ceritanya kalau kalian lewat pintu masuk pantai tanpa menggunakan helm. Sudah pasti petugas nggak bakal mengadang kendaraan kalian untuk membayar retribusi. Kalian bisa tancap gas dan memasuki pantai dengan gratis. Pengunjung yang melalui gerbang masuk tanpa helm akan dikira sebagai warga sekitar yang sudah biasa keluar masuk area pantai. Itulah sebabnya petugas nggak bakal menarik retribusi dari kalian. Kejadian aneh ini saya rasakan saat mengunjungi Pantai Menganti, Pantai Kemiren, dan Pantai Teluk Penyu di Kabupaten Cilacap.

Kalau boleh usul, seharusnya pihak terkait memberikan perlakuan sama terhadap semua pengunjung pantai di Cilacap. Semua pengunjung tanpa terkecuali wajib membayar retribusi untuk pemeliharaan wisata. Jika nggak, akan menimbulkan kecemburuan sosial bagi warga yang ditarik retribusi. Khusus bagi para nelayan dan pedagang mungkin bisa diberlakukan co-card atau penanda lain yang bisa membebaskan mereka keluar masuk tanpa perlu bayar retribusi.

Itulah keanehan yang saya alami saat menetap di Kabupaten Cilacap selama 40 hari. Sebenarnya masih ada satu lagi keanehan yang masih ramai di media sosial. Keanehan itu berasal dari sebuah video yang beredar soal polisi yang nggak hafal Pancasila di Kecamatan Kawunganten. Kejadian ini semakin meyakinkan saya kalau Cilacap memang lebih aneh dari Bantul dari segi apa pun. Aneh tenan, Lur!

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Meski Bekasi Lebih Modern, untuk Perkara Kenyamanan, Tetap Kalah Jauh sama Cilacap.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2023 oleh

Tags: cilacapjawa tengahKabupaten Cilacappantai selatan cilacap
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

Magelang Nggak Pantas Menyandang Status Kota Sejuta Bunga (Unsplash)

Julukan Kota Sejuta Bunga Sudah Tidak Cocok Lagi bagi Magelang, Seharusnya Julukan itu Kini Melekat ke Bandungan, Kabupaten Semarang

29 April 2024
Tak Melulu Soal Batik, Pekalongan Harusnya Juga Bangga Memiliki Hutan Hujan Tropis Petungkriyono yang Menakjubkan

Tak Melulu Soal Batik, Pekalongan Harusnya Juga Bangga Memiliki Hutan Hujan Tropis Petungkriyono yang Menakjubkan

17 November 2023
Batang, Kabupaten di Jawa Tengah yang Nggak Terkenal kabupaten batang

Batang, Kabupaten di Jawa Tengah yang Nggak Terkenal

5 November 2023
Saya Bangga Setengah Mati Lahir dan Besar di Kebumen (Unsplash)

Dulu Malu Bilang Orang Kebumen, Sekarang Malah Bangga: Transformasi Kota yang Bikin Kaget

10 Desember 2025
Jawa Tengah Kembali Gagal Juara Olimpiade Sains Nasional: Dulu Langganan Juara, Kini Langganan Melihat Daerah Lain Juara OSN

Jawa Tengah Kembali Gagal Juara Olimpiade Sains Nasional: Dulu Langganan Juara, Kini Langganan Melihat Daerah Lain Juara

2 September 2023
Ilustrasi Cilacap Barat Daerah Unik Tanpa Identitas yang Jelas (Unsplash) tki #kaburajadulu

Tren #KaburAjaDulu Jelas Bukan Hal yang Baru bagi Kami Warga Cilacap yang Sedari Dulu Memang Suka “Kabur” ke Luar Negeri

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.