Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kediri Kuno Kini, Festival Rakyat yang Cuma Bikin Warga Trauma dan Kecewa Tiap Tahun

Salsa Bela oleh Salsa Bela
1 Juni 2025
A A
Simpang Lima Gumul, Tempat Jahanam yang Kini Jadi Ikon Kebangaan Warga Kediri Mojok.co kabupaten kediri kediri kuno kini jakarta

Simpang Lima Gumul, Tempat Jahanam yang Kini Jadi Ikon Kebangaan Warga Kediri (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Nggak seimbang antara yang jadul sama kekiniannya

Iya sih dari namanya aja Kediri Kuno Kini, artinya jadul dan masa kini, tapi mbok ya yang imbang gitu lo. Masak proporsinya malah 80% kekinian sisanya kuno cuma 20%. Kesan kunonya malah hilang. Kebanyakan makanan yang dijual korea-korea-an, thrifting pula. Kunonya cuma di pakaian lurik-lurik yang dikenakan sebagian penjualnya aja kah?

Ekspektasi warga Kediri sih banyak yang menjual jajanan tempo dulu, seperti gethuk, tiwul, sawut, blendung jagung dan kawanannya. Kalau konsepnya begini saya rasa bakalan banyak yang tertarik. Tapi nyatanya zonk, ya ada sih yang jual, cuma bisa dihitung jari aja. Eh, realitasnya malah jasuke, corn dog, kebab, burger, seblak. Kalau itu sih konsepnya sama aja kayak CFD, cuma pindah jam aja.

Dari tahun kemarin sebenarnya hal ini udah ada dan bikin warga greget, cuma emang beritanya baru viral dan ramai diperbincangkan di media sosial baru-baru ini, maklumlah tinggal di negeri Konoha. Yah, semoga segera ada tindakan dari Masbup biar tahun berikutnya tidak semakin merusak citra Kediri.

Toh namanya festival rakyat harusnya semua kalangan bisa menikmatinya dengan enjoy. Ingat, tidak semua pengunjung Kediri Kuno Kini punya banyak uang. Terkadang mereka datang hanya untuk refreshing sederhana.

Penulis: Salsa Bela
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sisi Gelap Hidup di Pedesaan Kabupaten Kediri: Suasananya Membosankan, Tiap Hari Jadi Bahan Gunjingan Tetangga, Plus Penuh Jamet!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Baca Juga:

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Alasan Golden Theater Kediri Masih Bertahan dan Tetap Ada di Hati Masyarakat Kediri

Hak Jawab dan Keberatan Atas Tulisan Salsa Bela Berjudul : Kediri Kuno Kini, Festival Rakyat yang Cuma Bikin Warga Trauma dan Kecewa Tiap Tahun

Ajakan Salsa Bela Dicueki, Warga Kediri Tetap Ramaikan Kuno Kini 

Saya menanggapi tulisan Salsa Bela yang terbit di Mojok.co pada 1 Juni 2025 berjudul, Kediri Kuno Kini, Festival Rakyat yang Cuma Bikin Warga Trauma dan Kecewa Tiap Tahun. Saat menulis ini, saya sedang mengkhawatirkan kesehatan Salsa Bela. Hatinya pasti hancur berkeping-keping. Ibarat orang sedang kasmaran, cintanya bertepuk bersebelah tangan. 

Semangat Salsa mengajak warga tidak datang ke Festival Kuno Kini 2025 ditolak mentah-mentah. Penolakan itu tampak di malam penutupan pada Minggu (1/5). Bukannya lesu, warga penuh semangat datang berbondong-bondong ke lokasi. Festival memperingati Hari Jadi ke 1.221 Kabupaten Kediri itu malah menjadi lautan manusia. Pengunjungnya meledak hingga 42.518 orang. Angka itu tertinggi sejak festival dimulai pada Jumat (23/5) lalu. Total pengunjung selama sepuluh hari mencapai 253.180 orang.  

Antusiasme warga pada gelaran seni.

Kenapa bisa seramai itu? Ini yang luput dari pandangan Salsa Bela. Di festival itu ada 405 seniman yang tampil. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Jika satu seniman saja bawa keluarganya, sudah bisa dihitung berapa jumlah yang datang. Belum lagi jika mereka mengajak teman dan tetangganya, bisa semakin mumet Salsa Bela menghitung jumlahnya.. 

Dan ini yang mungkin tidak terjangkau di pikirannya Salsa. Panggung yang disiapkan untuk ratusan seniman itu adalah bentuk apresiasi kepada mereka yang terus berusaha menjaga tradisi dan budaya. Dan semua pertunjukkan untuk rakyat itu bisa dinikmati secara cuma-cuma oleh pengunjung.  

Salsa Bela Sudah Tak Adil sejak dalam Pikiran! Menihilkan Kejujuran Ratusan UMKM, Mengglorifikasikan Lima Stan Bermasalah   

Salsa Bela menyebut, harga di Festival Kuno Kini tak masuk akal. Disampaikan dengan tanda tanya, dia bilang jika makanan sesendok (di Festival Kuno Kini) sekelas gaji pejabat. Terlalu lebay. Dianggap harganya sama dengan gaji pejabat pertamina yang angkanya mencapai miliaran rupiah. Hmm…  

Masalah yang disampaikan Salsa ada itu di stan penjual cumi panggang. Tulisan potongan harga Rp 5 ribu di banner membuat pembeli terkecoh. Orang mengira itu harga cuminya, karena tulisan Rp5 ribu sangat besar. Bagi penjual, semakin banyak yang berhenti maka strategi marketingnya berhasil. Tetapi si pembeli, merasa kena tipu. Karena harga aslinya adalah Rp 30 ribu. 

Mereka yang akalnya sehat pasti tidak akan percaya harga cumi Rp 5 ribu. Kecuali, cumi yang dijual itu adalah anak cumi sebesar kelingking bayi. Karena dianggap sudah meresahkan pengunjung, panitia langsung meminta penjualnya untuk memasang sesuai harga aslinya. Selain cumi, ada beberapa menu lagi yang dianggap bermasalah.  

Total ada lima menu yang bermasalah. Anggap saja kelima menu itu disajikan oleh  lima stan berbeda. Selain cumi panggang, ada corndog, jagung tarik, es jeruk, dan jus alpukat. 

Nah, lima stan bermasalah itu baru masuk ke panitia di hari kedua. Sebenarnya panitia tidak hanya diam, mereka langsung memberi tindakan. Bukan hanya meminta penjualnya pasang daftar harga, tapi juga membuka posko layanan pengaduan.  

Harga cumi setelah ditegur panitia

Hebatnya lagi, panitia juga menyampaikan permohonan maaf ke pengunjung. Upaya panitia untuk terus berbenah itu agaknya tidak mendapat tempat di tulisan Salsa Bela. Dan nampaknya panitia menyadari jika niat baik tak selalu mendapat respons yang baik. Di sinilah waktunya falsafah Jawa itu dipakai: nrimo ing pandum. 

Karena itulah, saya mendakwa ulasan Salsa Bela terkait Festival Kuno Kini itu sangat berlebihan dan tendensius. Hanya karena lima stan bermasalah, ratusan pelaku UMKM yang jujur harus kena imbasnya. Untuk diketahui, ada 257 stan yang dibuka untuk produk UMKM. . 

Ulasan Salsa Bela tak ada niat baiknya. Jika ada, pasti dia akan memberi masukan dan saran ke panitia. Bukan malah mengagitasi warga agar tidak datang ke festival. Sangat naif. Salsa sepertinya sengaja mematikan upaya ratusan pelaku UMKM yang sedang mengais rezeki dan berjuang menjual produknya ke pengunjung Festival Kuno Kini. Keterlaluan! 

Yang tidak fair dari tulisan Salsa Bela adalah dia terus mendengungkan lima stan bermasalah dan menihilkan kejujuran ratusan pelaku UMKM yang juga buka stan di Festival Kuno Kini. Karena itulah, tidak berlebihan jika saya sebut, tulisan Salsa yang mengklaim warga Kediri trauma dan kecewa adalah sesat dan menyesatkan.

Semoga tulisan singkat ini bisa menjadi pengobat lara ratusan pelaku usaha mikro yang menjadi peserta Festival Kuno Kini. Jangan lelah untuk terus berbuat baik. Salam. 

Penulis: Rekian. 

Panitia Festival Kuno Kini dan  wartawan Jawa Pos Radar Kediri.  

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2025 oleh

Tags: festivalkedirikediri kuno kini
Salsa Bela

Salsa Bela

Lulusan S1 Ilmu Perpustakaan. Tinggal di Kediri.

ArtikelTerkait

dinasti politik kediri bupati simpang lima gumul arc de triomphe paris mojok

Bulan Puasa Gini Enaknya Nyinyirin Dinasti Bupati Kediri

3 Mei 2020
Alasan Nganjuk dan Blitar Akan Selalu Ada di Bawah Kediri dan Malang padahal Potensial

Alasan Nganjuk dan Blitar Akan Selalu Ada di Bawah Kediri dan Malang padahal Potensial

4 November 2025
Membuang Ayam Hitam ke Sungai Brantas: Ritual Pernikahan di Kediri yang Dipercaya Bisa Menolak Bala

Membuang Ayam Hitam ke Sungai Brantas: Ritual Pernikahan di Kediri yang Dipercaya Bisa Menolak Bala

3 Agustus 2023
20 Kosakata Daerah Plat AG yang Wajib Dipahami Perantau biar Nggak Plonga-plongo Saat Diajak Ngobrol Warlok

20 Kosakata Daerah Plat AG yang Wajib Dipahami Perantau biar Nggak Plonga-plongo Saat Diajak Ngobrol Warlok

16 November 2023
6 Kuliner Kediri dengan Nama Unik yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh Terminal Mojok

3 Rekomendasi Tempat Bersedih di Kediri, Kota Paling Bahagia di Indonesia

4 April 2023
5 Rekomendasi Warung Bakso dan Mie Ayam Dekat Kampus IAIN Kediri. Ada yang Harganya Cuma 2 Ribu!

5 Rekomendasi Warung Bakso dan Mie Ayam Dekat Kampus IAIN Kediri. Ada yang Harga Seporsinya Cuma 2 Ribu!

30 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.