Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang (wikipedia.org)

Akhir pekan lalu saya pergi ke rumah uwa. Saya memacu sepeda motor dari Bandung ke Cianjur melewati berbagai daerah, salah satunya Kecamatan Cipatat di perbatasan Bandung Barat. 

Belakangan, kecamatan ini mendadak ramai diperbincangkan. Sorotan tajam mengarah pada kepulan debu putih dari industri kapur yang beterbangan bebas. Debu-debu itu menyelimuti jalanan, mengaburkan pandangan para pelintas, mengaburkan estetika perjalanan sunmori, dan yang paling menyedihkan yaitu menyisakan rasa sesak di dada warga serta para pengendara yang melintas.

Akan tetapi, mengerdilkan Cipatat hanya sebatas “kecamatan yang terkepung debu kapur” adalah kekeliruan besar. Di balik itu, Cipatat sejatinya adalah pahlawan sunyi bagi warga. 

#1 Penghubung Bandung dan Cianjur, serta urat nadi Jawa Barat 

Secara geografis, Cipatat begitu strategis karena adanya Jalan Raya Pos peninggalan Daendels. Kecamatan ini bak koridor utama yang menyambungkan Bandung Raya dengan Cianjur. 

Bayangkan jika jalur ini tertidur atau lumpuh sehari saja. Truk-truk logistik akan tertahan, rantai pasokan pangan melambat, dan warga Bandung akan kehilangan arah saat hendak melepas penat menuju Puncak.

Di sepanjang jalur ini, kuliner khas Priangan masih menjadi bagian penting dari perjalanan. Deretan kios yang menjual peuyeum bukan hanya menjadi ciri khas kawasan, tetapi juga mencerminkan tradisi kuliner yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Peuyeum Cipatat menjadi salah satu produk unggulan yang mendukung perekonomian warga setempat melalui usaha kecil dan menengah. Tak heran, banyak pelintas jalur selatan Jawa menyempatkan diri berhenti untuk membeli peuyeum sebagai oleh-oleh. 

#2 Kecamatan Cipatat “tempat sampah” daerah di Bandung Raya

Ini adalah pengorbanan Kecamatan Cipatat yang paling sering dilupakan. Kecamatan Cipatat memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah Bandung Raya melalui keberadaan TPA Sarimukti yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 25 hektar. Tempat ini menjadi lokasi pembuangan akhir sampah dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Peran tersebut sering luput dari perhatian. Padahal, setiap hari Sarimukti menampung sampah dari jutaan penduduk di kawasan metropolitan Bandung. Ketergantungan itu terlihat jelas ketika TPA Sarimukti mengalami krisis kapasitas dan kebakaran. Saat itu, penumpukan sampah terjadi di berbagai daerah karena proses pembuangan terganggu.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa TPA Sarimukti merupakan infrastruktur penting bagi Bandung Raya. Keberadaannya membantu menjaga sistem pengelolaan sampah tetap berjalan sehingga kebersihan dan kesehatan lingkungan di kawasan perkotaan dapat terjaga.

#3 Punya pesona alam purba yang memikat dunia

Di balik beban beratnya menjaga kebersihan regional, Cipatat dianugerahi pesona alam yang megah dan puitis. Salah satu mahkota keindahannya adalah wilayah Karst Citatah.
Tempat ini jauh melampaui sekadar tebing batu kapur untuk latar foto instan. Secara geologis, Karst Citatah adalah jejak situs purba dasar laut dangkal jutaan tahun lalu yang terangkat dengan anggun ke permukaan bumi. Berdiri di antara tebing-tebing raksasa ini menghadirkan sensasi bagaikan terlempar kembali ke masa lampau yang sunyi dan magis.

Keunikan visual bukit kapur purba ini ternyata tak hanya memikat para pencinta alam atau peneliti geologi. Lanskap magis Citatah sempat menggetarkan panggung hiburan internasional saat terpilih menjadi salah satu lokasi syuting serial internasional Extraction 3 (Tygo) yang dibintangi oleh ikon global k pop, yakni Lisa BLACKPINK.

Kehadiran sinematik ini membuktikan bahwa Kecamatan Cipatat bukan sekadar sudut pinggiran Jawa Barat yang bisa dipandang sebelah mata. Ia adalah aset visual berkelas dunia. Ketika mata dunia internasional saja terpikat oleh pesona alamnya, sudah sepatutnya kita dan pemerintah daerah merawat serta memuliakannya dengan lebih penuh kasih.

Cipatat yang istimewa

Pada akhirnya, perjalanan di atas roda dua hari itu menyadarkan saya bahwa Kecamatan Cipatat adalah ruang yang hidup dan penuh dinamika. Di satu sisi, ia adalah wilayah yang sedang berjuang memulihkan napasnya dari polusi tambang batu kapur.

Di sisi lain, ia adalah penjaga sejarah purba, pahlawan ekologi yang tulus menampung beban berton-ton sampah, serta urat nadi yang terus mengalirkan kehidupan bagi Bandung Raya dan Jawa Barat.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version