Sarapan, makan siang, bahkan makan malam. Soto ayam adalah salah satu menu sakral bagi rakyat Jogja. Sayangnya, banyak konsumen nggak punya hati yang bikin kenyamanan beraktivitas di warung soto ayam jadi terganggu.
Saya sering heran kenapa kok ya ada saja orang yang nggak punya hati semacam ini. Padahal katanya zaman sudah maju, tapi akhlak kayaknya nggak ikutan berkembang.
#1 Mau bungkus soto ayam saja harus drama dulu
“Mas, saya bungkus 2 nggak pakai nasi, ya. Saya duluin ya. Buru-buru mau pergi.”
Apakah kalian pernah mendengar kalimat itu ketika membeli sesuatu? Saya beberapa kali mendengar kalimat menyebalkan itu ketika membungkus makanan. Salah satunya di warung soto ayam yang kebetulan memang selalu ramai.
Kalimat penuh aura kebodohan itu membuat semua yang sedang khidmat antre menoleh. Lalu, mereka memasang tampang jijik yang seakan-akan ngomong, “Orang goblok dari mana nih.”
Kalau memang buru-buru ya antre sejak awal. Apa susahnya? Oya, memang, kesibukan orang itu berbeda-beda kita nggak tahu. Tapi minimal, nggak merepotkan orang lain.
Cuma mau bungkus soto ayam saja harus drama dulu. “Saya duluin, ya. Buru-buru mau pergi,” Kalau buru-buru, berangkatnya kemarin, COK!
#2 Pelanggan yang lupa sama pesanan sendiri
Yang ini bodoh banget, tapi rada jarang. Tapi kalau kejadian di warung soto ayam langganan, ya bikin emosi juga.
Jadi, pernah ada ada pasangan suami-istri yang datang tergesa-gesa. Mereka memesan soto ayam dengan gaya yang biasa saja. “Mas, soto ayam bungkus ya. Minta 4 nggak pakai nasi.” Udah, nggak ada yang aneh. Dan mas-mas yang jualan melayani dengan tatapan datar.
Beberapa menit kemudian, ketika pesanan 4 soto ayam sudah hampir selesai, pelanggan ini lupa. Lalu, dia merevisi pesanannya.
“Mas, maaf lupa, yang 2 nggak pakai micin ya. Terus yang 1 jangan pakai tahu sama tomat.”
Artinya, mas-mas yang jualan harus membongkar lagi 3 bungkus soto ayam yang sudah dia buat. Dengan tatapan yang penuh rasa jijik, mas-mas yang jualan soto ayam memberikan 3 bungkus ke saya. Sementara dia, harus meracik 3 bungkus dari awal sesuai pesanan pelanggan yang “lupa”.
#3 pembeli yang habis olahraga
Suatu siang, saya dan istri makan ke warung soto ayam langganan kami. Saat itu sudah pukul 12:30 artinya sudah jam makan.
Baru saja meletakkan bokong di kursi, rombongan bapak-bapak pesepeda kalcer masuk ke dalam warung. Mereka memesan soto. Ya lah masak pesan sate.
Nggak ada yang aneh dari kejadian itu. Yang bikin emosi jiwa meluap adalah ketika mereka duduk, ternyata bau badan ikut dibawa dari aktivitas mengayuh sepeda.
Kamu tahu kan kadang ada saja orang yang nggak sadar kalau bau badan mereka bisa bikin orang lain sesak napas. Apalagi setelah olahraga dengan pakaian yang terbuat dari bahan parasut itu. Mbok ya ganti dulu sebelum masuk warung makan.
Bayangin aja kamu seakan-akan lagi makan dengan hidung dicucuk sama sampah. Jijik banget dan saya nggak bisa makan soto ayam dengan damai. Brengsek betul!
Penulis: Yamadipati Seno
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 5 Akal-akalan Pedagang Soto Ayam, Pembeli Tak Menyadarinya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
