Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kebiasaan Pengendara di Indonesia Ketika Ambulans Lewat: Bukannya Minggir, Malah Tutupin Jalan!

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
12 Februari 2020
A A
Ambulans Berbasis MPV Suzuki APV, Bagaimana Rasanya? Kebiasaan Pengendara di Indonesia Ketika Ambulans Lewat: Bukannya Meminggirkan Kendaraan, Malah Menutup Lajur
Share on FacebookShare on Twitter

Tertib ketika dalam perjalanan dan menjadi pengguna lalu lintas yang baik serta sesuai aturan adalah hal yang utama agar dapat berkendara dengan nyaman dan aman. Banyak hal sederhana yang dapat dilakukan, utamanya sih patuh pada peraturan.

Saya tidak perlu menyebutkan satu per satu apa saja yang harus dilakukan. Pasalnya, saya yakin pada dasarnya banyak di antara kita sudah sadar akan bagaimana menjaga keselamatan di jalanan. Hanya saja, sebagian dari kita terkadang bandel dan tidak mengindahkan peraturan serta keselamatan sewaktu berkendara.

Enggan mengenakan helm lah, tidak mengatur spion selama perjalanan.  Lalu, asal nyalip tanpa memperhitungkan antara jarak kendaraan satu dengan yang lain, tidak menyalakan lampu sign beberapa meter sebelum berbelok, dan masih banyak lagi hal yang sebetulnya sepele. Akan tetapi bisa fatal jika diabaikan.

Selain itu, ketika berkendara baiknya kita semua sadar bahwa pengguna jalanan bukan hanya diri kita seorang. Ada pengendara lain yang juga sedang melajukan kendaraannya. Tak terkecuali mobil ambulans yang bertugas mengantar orang sakit dan butuh penanganan cepat dari ahlinya—juga segera tiba di rumah sakit.

Pemikiran yang cukup sederhana sebetulnya. Ketika kita sedang berkendara lalu di belakang ada ambulans yang melaju sambil menyalakan sirine, besar kemungkinan kendaraan tersebut sedang butuh cepat untuk sampai di tempat tujuan. Utamanya mengantarkan pasien agar bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat di rumah sakit.

Pada kondisi tersebut, hal yang semestinya dilakukan oleh kita sebagai pengendara adalah memberi jalan, meminggirkan kendaraan agar ambulans leluasa melaju dengan kecepatan sesuai kebutuhan. Namun sayangnya, tidak semua pengendara peka akan hal ini. Saya sendiri masih sering melihat secara langsung banyak pengendara yang tidak dengan segera meminggirkan kendaraannya. Padahal di sisi jalan terlihat aman dan sangat memungkinkan memberi lajur untuk ambulans.

Secara empiris dan teknis, selain kurang pekanya para pengendara dan ogah-ogahan dalam memberi ruas jalan untuk ambulans, ada beberapa kendala lain yang sering kali saya lihat secara langsung. Salah satunya lebar jalan yang hanya cukup untuk dua mobil saja, sedangkan di kiri-kanan jalan terdapat parit. Keadaan tersebut tentu menjadi lain soal. Perlu mengesampingkan kendaraan secara perlahan agar tidak terperosok.

Hal lain yang biasa saya alami sekaligus ditemui, ruas jalan dipadati oleh banyak kendaraan sehingga ambulans sulit lewat. Padahal, semacet dan sepadat apa pun volume kendaraan di suatu jalan, mobil ambulans harus diutamakan. Mengutip dari Kompas, mengacu pada pasal 134 nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan jalan raya, ambulans yang mengangkut orang sakit menjadi salah satu transportasi yang memperoleh hak utama untuk didahulukan.

Baca Juga:

Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan

“Purwokerto Macet” Dua Kata yang Dulu Mungkin Terdengar Lucu, tapi Tidak dengan Saat Ini

Mengacu pada peraturan tersebut, sudah menjadi suatu hal yang wajar jika pengendara berbagi ruas jalan kepada ambulans yang lewat. Namun sekali lagi, sayangnya tidak semua pengendara peka. Masih saja ada yang tidak memberi jalan pada ambulans yang sedang melintas. Bahkan, pernah suatu ketika saya dibuat mangkel oleh seorang pengendara yang berkata, “Ngapain sih ambulans lewat sini, nggak tau apa nih lagi macet?!”

Aneh bin ajaib memang pemikiran salah satu warga ber-flower tersebut. Alih-alih membuka jalan atau berkontribusi agar ambulans bisa lewat, malah mempertanyakan sesuatu yang bahkan tidak membantu sama sekali. Alhasil, mobil ambulans malah stuck dalam kemacetan dan berisiko terhadap keselamatan pasien yang sedang dibawa. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kebiasaan pengendara di beberapa negara lain seperti Jerman atau Jepang.

Dalam beberapa video yang saya temukan dan artikel yang saya baca, pengendara di Jerman dan Jepang dengan kesadaran penuh akan langsung meminggirkan kendaraan mereka dan mengosongkan lajur tengah agar ambulans bisa melaju dengan mudah dan cepat. Dengan begitu, ambulans bisa tiba di rumah sakit tepat waktu. Seharusnya, hal baik seperti ini bisa diadaptasi oleh para pengendara dan pengguna jalanan di Indonesia.

Saya pikir, dalam cakupan yang lebih luas, pengendara di negara +62 harus meningkatkan lagi kesadaran akan perilaku dan menghormati pengguna jalan lainnya. Dan setelah saya telusuri kembali, sebagai negara berkembang, India pun memiliki permasalahan yang kurang lebih sama dengan Indonesia dalam hal ini. Inti persoalannya identik, yaitu kemacetan—yang membuat laju ambulans sering kali terhambat.

Sambil menunggu dan berharap Indonesia bisa menjadi salah satu negara maju—agar hal seperti ini bisa dihindari, ada baiknya kita membiasakan diri untuk tertib saat berkendara terlebih dahulu. Yakni dengan meminggirkan kendaraan saat ambulans melaju, meski kemacetan sulit dihindari.

BACA JUGA Toott… Toott… Uwiiww… Uwiiww… Sirine Kadang Menyebalkan tapi Eiitsss Lihat Dulu Siapa yang Lewat atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: ambulansmacetsirine
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Jogja, Kota Pelajar yang Tak Belajar dari Kesalahan Jakarta

Jogja, Kota Pelajar yang Tak Belajar dari Kesalahan Jakarta

19 November 2019
Selamat Ulang Tahun Kota Solo, Maaf Kabar Banjir dan Macetmu Membuatku Urung Berkunjung

Selamat Ulang Tahun Kota Solo, Maaf Kabar Banjir dan Macetmu Membuatku Urung Berkunjung

18 Februari 2023
4 Momen di Malang yang Sebaiknya Diwaspadai oleh Pengguna Jalan Nggak Sabaran Mojok

4 Momen di Malang yang Sebaiknya Diwaspadai oleh Pengguna Jalan Nggak Sabaran

21 Februari 2025
5 Hal yang Bikin Kota Bandung Macet Terminal Mojok

5 Hal yang Bikin Kota Bandung Macet

9 Januari 2022
6 Kebiasaan Buruk Pengendara Mobil di Surabaya Terminal Mojok.co

6 Kebiasaan Buruk Pengendara Mobil di Surabaya

10 Maret 2022
5 Persimpangan Jalan di Solo yang Meresahkan Pengendara, Waspadalah kalau Lewat Sini

5 Persimpangan Jalan di Solo yang Meresahkan Pengendara, Waspadalah kalau Lewat Sini

13 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.