Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kasihan Bantul Nggak Butuh Dikasihani seperti Namanya, Kecamatan Ini Sudah Overpower

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
17 Juli 2025
A A
Kasihan Bantul Nggak Butuh Dikasihani seperti Namanya, Kecamatan Ini Sudah Overpower alfamart indomaret

Kasihan Bantul Nggak Butuh Dikasihani seperti Namanya, Kecamatan Ini Sudah Overpower (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika bicara tentang Bantul, mau tidak mau kita akan menyebut kata “ndeso”. Maklum, Bantul adalah korban FTV yang mengeksploitasi seksinya mas-mas Jawa soft spoken. Tetapi jangan underestimate dulu kabupaten ini. Bantul yang ndeso punya Kecamatan Kasihan.

Kecamatan yang kadang dikira bagian Kota Jogja ini tidak pernah sepele. Diam-diam menggeliat menjadi superpower ekonomi dan pembangunan manusia. Lengah sedikit, warga Kota Jogja akan melongo dan bertanya, “Lhoi, kok Bantul sudah nggak ndeso lagi?!”

ADVERTISEMENT

Jadi, mari kita lupakan Bantul yang di-framing lugu. Lupakan kabupaten tempat pemeran FTV sepedaan dan jajan di angkringan. Karena Kasihan akan menggendong Bantul menuju puncak. Tentunya dengan menenteng ratusan potensi dan ribuan masalah ala daerah maju.

Kecamatan Kasihan Bantul yang tak lagi kasihan

Mendengar namanya, pasti Anda akan berpikir, “Kasihan sekali namanya.” Ya, ini gurauan kuno yang membuat Kasihan tidak tertangkap radar kemajuan. Diam-diam si bangsawan tua menggeliat menjadi raksasa overpower. Siap bersaing dengan Kecamatan Banguntapan yang sedang digadang-gadang sebagai raksasa penakluk Kota Jogja.

Miris betul Kota Jogja. Dipepet dua kecamatan overpower yang belum mencapai zenith potensinya. Ditekan Banguntapan di timur, dan digencet Kasihan di barat.

Kecamatan Kasihan menjadi “kasihan” karena situs Sendang Kasihan. Sebuah sumber air dan pemandian yang konon memberi aura pengasih, yaitu aura yang membuat orang terpikat. Jadi jangan dikira namanya berarti untuk dikasihani. Nama kecamatan ini bermakna sebuah ancaman pada mereka yang meremehkan. Kesenggol sedikit, langsung jatuh hati pada kecamatan ini.

Kekuatan pengasihan ini terbukti dengan pertumbuhan properti dan sektor pendidikan. Orang tidak melulu melirik Kota Jogja atau Kabupaten Sleman. Karena terpikat oleh potensi Kecamatan Kasihan yang luar biasa. Bersumber dari satu mesin penggerak pendidikan yang terus berisik dan berkembang.

Pendidikan: roket yang melentingkan harga properti di Kecamatan Kasihan

Kekuatan terbesar ekonomi Kecamatan Kasihan Bantul berasal dari satu kampus raksasa, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kampus yang berpusat di Ringroad Barat ini tidak hanya menempa cendekiawan muda. Tapi juga menjadi roket yang menggendong harga properti Kasihan sampai ke puncak.

Baca Juga:

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

Rata-rata harga tanah di sekitar UMY paling murah saja menyentuh angka 3,5 juta per meter persegi. Bahkan bisa menyentuh angka 5 jutaan. Mayoritas dikembangkan menjadi kos-kosan eksklusif, ruko, dan kafe. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa UMY yang mayoritas menengah ke atas.

Jangan kagum dulu. UMY tidak berdiri sendiri. Kasihan Bantul punya kampus lain, di antaranya ada Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Alma Alta, dan Universitas Jenderal Achmad Yani. Motor pendidikan ini yang membuat Kecamatan Kasihan kini bangkit sebagai kekuatan pendidikan baru di Jogja. Bersaing dengan area SCBD (Seturan, Condongcatur, Babarsari, dan Demangan) milik Sleman.

Tapi sektor pendidikan tinggi bukan satu-satunya motor Kasihan. Karena Kasihan juga punya potensi lain: seni dan budaya.

Gudang seniman dan tanur calon seniman

Setiap bicara tentang seni di Jogja, orang akan ingat Kecamatan Sewon. Maklum, kampus ISI memang ada di kapanewon tersebut. Tapi di mana para seniman berkarya dan menempa imajinasi? Tentu saja di Kasihan!

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) adalah tanah suci lintas seni di Jogja. Warisan budaya yang kini dipegang Butet Kertaradjasa ini menjadi ruang kreasi bagi banyak orang. Dari tari, seni rupa, musik, sampai ragam seni kontemporer lahir di sini. PSBK menjadi tanur bagi insan kreatif menjadi seniman dengan karya megah.

Akan tetapi PSBK tidak berdiri sendiri. Ingat, Kasihan juga punya Desa Kasongan. Si desa terkaya dengan kekuatan seni gerabah. Belum lagi banyak UMKM yang bergerak di kerajinan. Belum lagi berbagai galeri dan kesenian lokal yang berebut panggung megah Jogja sebagai Kota Budaya.

Otentisitas identitas seni dan budaya di Kecamatan Kasihan Bantul melahirkan mujizat yang unik. Seni tidak lagi satu napas dengan kemelaratan yang romantis. Di Kasihan, seni adalah tambang emas. Membuat kreativitas yang sering dianggap gudang orang miskin menjadi karya bernilai mahal. Ingat, Kasongan jadi desa terkarya juga karena seni!

Tidak hanya menjadi kekuatan industri kesenian, Kasihan juga menarik minat banyak orang. Termasuk para ekspatriat yang terbuai dengan indahnya kapanewon yang overpower ini. Kasihan tidak hanya diisi warga lokal. Tapi juga warga mancanegara yang merindukan hidup tenang dan estetis.

Kasihan Bantul, firdaus para ekspatriat untuk hidup nyaman

Bicara tentang masuknya ekspatriat ke Jogja, kita pasti akan menyorot Kelurahan Bangunjiwo. Surga para bule, terutama yang berasal dari Prancis. Diawali dari Kasongan, lahirnya pabrik Coklat Monggo, kini melebar jadi ratusan villa dan kafe. Kalian tahu di mana firdaus orang Prancis ini. Betul! Kelurahan Bangunjiwo ada di dalam Kecamatan Kasihan Bantul!

Ekspatriat ini tidak menyasar properti yang kelewat mewah dan modern seperti di Kota Jogja. Tapi mencari kehidupan yang otentik dan artistik yang hanya dimiliki Kecamatan Kasihan. Mereka memburu lahan-lahan di pedesaan serta perbukitan. Membangun rumah impian atau properti investasi lain.

Bagaimana warga luar negeri bisa punya properti di Kecamatan Kasihan? Jangan tanya saya! Saya tahu sih, tapi jangan tanya saya!

Bersama dengan roket sektor pendidikan, daya tarik untuk ekspatriat membuat harga properti di Kasihan Bantul makin menggila. Tentunya dibarengi dengan tumbuhnya penunjang kehidupan seperti minimarket dan klinik.

Maka daerah yang dianggap butuh belas kasihan ini memunculkan kombinasi unik. Pedesaan yang asri bersanding dengan kafe mewah. Villa megah berdiri di depan sawah, membelakangi kampus megah. Mahasiswa memenuhi jalan bersama tukang sayur dan bule Prancis. Jalanan pedesaan macet oleh motor matic, mobil mewah, pickup distributor, dan Prabu Yudianto yang memaki-maki itu semua.

Inilah kecamatan overpower sebenarnya. Tidak hanya memiliki satu kelebihan. Tapi kombinasi antara keasrian, kesenian, pendidikan, dan jalan macet luar biasa. Kecamatan Kasihan adalah raksasa Bantul yang begitu elegan dan estetik.

Tetapi bagaimana nasib warga lokal di sana? Ketika dikepung kampus, properti mahal, dan ekspatriat? Kita bahas lain hari.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Piyungan, Kecamatan Paling Menyedihkan di Kabupaten Bantul.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2025 oleh

Tags: BantulKabupaten Bantulkasihan bantulkecamatan kasihan
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Masih Pantaskah Sewon Bantul Menyandang Sebutan Sewonderland? Mojok.co

Masih Pantaskah Sewon Bantul Menyandang Sebutan Sewonderland?

5 Januari 2024
Circle K Sedayu Bantul Enak untuk Nongkrong dan Nugas, Nggak Kalah dari Kafe Mojok.co

Circle K Sedayu Bantul Enak untuk Nongkrong dan Nugas, Nggak Kalah dari Kafe

4 Oktober 2024
Menerka Alasan Bantul Tidak Kunjung Memiliki Mal Mojok.co

Menerka Alasan Bantul Tidak Kunjung Memiliki Mal

19 Januari 2024
3 Rekomendasi Tempat Makan di Bantul yang Sengaja Buka Dini Hari Terminal Mojok

3 Rekomendasi Tempat Makan di Bantul yang Buka Dini Hari

8 Januari 2022
Perempatan Sonosewu Bantul Adalah Maut, Bikin Pengendara yang Lewat Sini Celaka

Perempatan Sonosewu Bantul Adalah Maut, Bikin Pengendara yang Lewat Sini Celaka

1 September 2024
Sumber gambar: Instagram official Pendhoza

Pendhoza, Teman Sejati dan Representasi Kelas Pekerja yang Paripurna

6 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah Mojok.co

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

26 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Pejuang Rupiah

Yamaha Gear Ultima 125 Terlahir untuk Memahami Perjuangan Pejuang Rupiah di Atas Aspal

25 Juni 2026
Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

27 Juni 2026
Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.