Karimun Kotak, Legenda City Car yang Tak Lekang Zaman – Terminal Mojok

Karimun Kotak, Legenda City Car yang Tak Lekang Zaman

Artikel

Mempunyai mobil dengan desain kekinian adalah harapan dari sebagian orang. Namun memiliki mobil yang desainnya tidak termakan oleh zaman dan memiliki harga yang selalu stabil bisa jadi harapan semua orang.

Bayangkan saja tahun berganti type dan jenis mobil silih berganti produk, namun Anda tetap menggunakan mobil buatan lama yang desainnya tidak katrok karena selalu enak dilihat. Jika memang itu yang Anda cari, Karimun Kotak adalah salah satu solusinya. Karimun Kotak dijamin tidak membosankan kek mantanmu.

Karimun kotak atau yang oleh pencinta otomotif lebih dikenal dengan Suzuki Karkot ini telah mengaspal di Indonesia sejak medio tahun 1999. Hadir pada masa krisis moneter tidak membuat mobil ini menjadi tidak laku. Dilansir dari Tribun karimun Kotak laku hingga 27,317 unit. Inilah yang membuat Karimun Kotak dianggap sebagai legenda city car di Indonesia.

Berbicara city car pada zaman itu sebenarnya tidak hanya Karimun Kotak namun sebagai kompetitornya ada pula Kia Visto. Dalam perjalanannya harga Karimun Kotak ini tergolong lebih stabil. Mobil dengan kode mesin F 10 A dengan empat silinder dan bertenaga 1000cc bisa stabil di pasaran mungkin juga karena beberapa faktor penting seperti bahan bakarnya yang super duper irit. Di dalam kota konsumsi BBM nya bisa mencapai 1:10 hingga 1:12 sedang luar kota bisa mencapai 1:16 hingga 1:20. Hitungan itu didapat menurut beberapa pengguna Karimun Kotak yang menguji dengan metode full to full.

Baca Juga:  Mari Memulai Budaya Beberes Setelah Makan!

Faktor lain yang bisa ditemui tentang alasan harganya yang tetap stabil adalah bentuk atau modelnya yang timeless. Sepertinya Suzuki sebagai pabrikan sadar bahwa desain body Karimun kotak memang harus dibuat sedemikian rupa sehingga membuat awet cinta para penggunannya. Bodi dan pernak pernik lain bentuknya kotak seakan membuat mobil ini tak lekang oleh zaman. Bahkan jika dibanding dengan adiknya si Karimun Estillo maupun Wagon R, desain Karimun Kotak tetap tidak bisa dibilang “kuno”.

Alasan lain mengapa harga Karimun Kotak tetap stabil adalah ketersediaan sparepart nya yang melimpah dengan harga yang relatif terjangkau. Sparepart Karimun Kotak digunakan pula pada mobil buatan Suzuki lainnya seperti Suzuki Jimny Katana, Suzuki Carry, serta Suzuki Forsa. Itulah sebabnya ketersediaan suku cadangnya sangat mudah dijumpai di pasaran.

Kita dari tadi ngomongin harga yang bagus ya. Tapi, sebenarnya berapa sih harga Karimun Kotak? Dilansir dari situs idprice dan OLX, harga bekas mobil Suzuki Karkot antara 40 hingga 70 juta. Harga tergantung kondisi, type dan tahun, pembuatan. Padahal mobil ini dirilis tidak sampai 100 juta pada zamannya. Lantas layakah Karimun Kotak dibanderol dengan harga segitu?

Jika melihat dari berbagai faktor yang telas diulas sangat layak harga pasarannya masih tinggi. Bahkan cenderung mepet dengan adiknya Karimun Estillo maupun Wagon R, hal yang susah dijumpai pada type mobil lainnya.

Baca Juga:  Penantian Panjang Suzuki di MotoGP Sedikit Lagi Terbayarkan

Type yang ditawarkan sendiri ada dua jenis, yaitu type DX dan type GX. Yang membedakan antara lain terdapat roof rail, gagang bagasi, velg lima palang , foglamp, grill depan dengan garis krom, serta wiper belakang yang membuat lebih terliat tidak polos. Itu semua terdapat pada varian tertinggi pada type GX. Sedangkan pada type DX tidak tersedia tambahan tersebut. Selain itu semua partnya sama, baik type GX maupun DX. Sebenarnya type ini beredar pada tahun 2002 ke atas karena sebelumnya hanya beredar satu type.

Walaupun terlihat kecil dan mungil, ketika Anda mengemudikan atau menaiki mobil tersebut, Anda akan merasa tercengang karena kabin depan dan tengah ternyata cukup lengang. Selain itu bagasi cukup luas dan apabila hendak membawa barang banyak cukup kursi bagian tengah Anda copot head rest dan ditekuk akan menjadi datar dan bisa diisi galon sebanyak 12 galon air mineral.

Tahun 2006 adalah akhir dari produksi mobil Karimun Kotak. Walau pun produksinya digantikan Karimun Estillo tak lantas membuat type ini tenggelam di pasaran. Bahkan hingga kini masih menjadi perburuan baik sekedar untuk menjadi mobil pertama maupun koleksi mobil unik. Dengan banyak kelebihan seperti sudah tersedia EPS (Electric Power Steering), dan memiliki fitur Eco pada menu AC mobil ini juga bisa ngeprank loh. Banyak orang di parkiran tertipu dikira lahan kosong eh tenyata si mungil sudah nyempil. Hehehe.

Baca Juga:  Menegur dan Mengingatkan Tanpa Mempermalukan

BACA JUGA Kengenesan yang Dialami Pengendara Motor Smash atau tulisan Majid Himawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.