Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kalian yang Ngomongnya Cepat Itu Sebetulnya Ngomong Apa, sih?

Vivi Wasriani oleh Vivi Wasriani
20 Februari 2021
A A
Kalian yang Ngomongnya Cepat Itu Sebetulnya Ngomong Apa, sih? terminal mojok.co

Kalian yang Ngomongnya Cepat Itu Sebetulnya Ngomong Apa, sih? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya adalah orang yang punya pendengaran bagus, setidaknya menurut diri saya sendiri. Sayangnya, pendengaran saya ini (atau mungkin otak saya) nggak bisa menangkap omongan orang lain dengan jelas kalau kebetulan orang tersebut ngomongnya cepat. Entah hanya saya saja yang kurang cermat dalam menghadapi kalimat yang datang bertubi, atau banyak juga orang lain yang sama seperti saya. Akibatnya, saya sering banget melontarkan kata, “Hah, heh, hoh,” ke orang yang ngomongnya cepat karena saya nggak tahu dia ngomong apa.

Sialnya, saya punya teman seangkatan dan bos di tempat kerja yang ngomongnya cepat gila. Blio-blio ini ngomong macam lagi dikejar leopard. Cepat banget, edan. Masih mending kalau cepat doang. Lha ini sudah cepat, pelafalannya nggak jelas lagi. Macam baca mantra gitu, lho. Duh, saya nggak ngerti harus menjelaskannya bagaimana.

ADVERTISEMENT

Sekali lagi saya nggak tahu mau menyalahkan mereka yang ngomongnya cepat atau saya yang nggak bisa tanggap dalam menangkap maksud omongan mereka. Walaupun sesuatu nggak bisa ditentukan lewat salah benar saja, sih. Ujungnya, mereka-mereka ini mengira saya itu budek. Kalau lagi mode satir, bisa saja mereka menyuruh saya bersihin telinga secara rutin sambil masang muka kesal karena saya ngejawab omongan mereka dengan, “Hah, heh, hoh,” doang.

Enak aja, emang dikira kuping saya corekan, gitu? Mereka aja yang ngomong nggak pakai spasi. Bikin saya nggak ngerti mereka ini ngomong apa, sih?

Saya ngerti banyak jenis orang di dunia ini. Dan saya juga ngerti selalu ada latar belakang dari banyaknya jenis tersebut. Ada manusia yang kalau ngomong itu pelan tapi nggak jelas, alias nggrenyem. Ada juga manusia yang nggak bisa ngomong pelan, sekali ngomong suaranya menggelegar macam toa orang demo. Ada juga yang ngomongnya jelas dan pas, standar suara normal.

Dari apa yang sedikit saya tahu, kalau dilihat dari psikologisnya (koreksi jika saya keliru), orang yang ngomong cepat itu menandakan ada masalah internal dalam lingkungan mereka. Barangkali di keluarga atau di pertemanannya, mereka jarang didengar atau diberi kesempatan bicara. Hal ini bikin mereka secara alami ngomong dengan cepat. Dengan harapan di saat mereka berbicara dengan cepat, setidaknya ada waktu sepersekian detik bagi mereka untuk didengar dan diterima pendapatnya oleh orang lain.

Saya pikir hal tersebut masuk akal juga. Walau ada juga orang yang memang terbiasa ngomong cepat dari lahir akibat kebiasaan dari lingkungan dan keluarganya. Barangkali di keluarga seseorang, ngomong cepat itu memang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Sedangkan kalau dilihat dari sisi public speaking yang baik, ngomong terlalu cepat jelas kurang bagus. Ya, bisa saja jika di sebuah presentasi, audiensnya adalah orang macam saya.

Iya, orang-orang yang nggak bisa menangkap omongan orang dengan jelas kalau orangnya ngomong terlalu cepat. Kalau audiensnya nggak ngerti maksud pembicaraannya akibat cara bicara yang kurang baik, jelas itu jadi poin minus. Pada akhirnya, saya berpikir, barangkali orang-orang yang ngomong cepat ini perlu berlatih untuk ngomong secara perlahan.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Seperti yang saya ceritakan tadi, saya punya teman seangkatan yang ngomongnya cepat banget. Kabar baiknya, saat ini tampaknya dia mulai sadar kalau dia ngomong kecepatan. Lantas ia mulai melatih diri untuk ngomong secara perlahan. Sungguh, saya sangat respect dengan perjuangannya melatih diri. Gimana saya nggak respect, akibat dia melatih diri, saya jadi bisa meminimalisir masang muka cengo. Alias intensitas saya ngomong, “Hah, heh, hoh,” ke dia jadi berkurang jauh dan saya jadi tahu dia ngomong apa.

Sedikit tips dari apa yang saya perhatikan dari teman saya yang lagi melatih diri tersebut, untuk orang-orang yang ngomongnya cepat dan mau memperbaiki diri, cobalah mulai dari menenangkan diri sendiri dulu. Dengan menenangkan diri, barangkali kita bisa ngomong secara perlahan, nggak grusa-grusu, dan pelafalannya juga jelas. Kalau perlu, ikut kegiatan meditasi.

Jadi, sebetulnya orang-orang yang kalian (para manusia yang ngomongnya cepat) ajak ngomong itu nggak budek, cuma cengo aja. Kami perlu waktu lebih lama untuk mencerna maksud dari pembicaraan sebab kalian ngomongnya kecepataaannn~

BACA JUGA Rapper Jadi Kece Bukan karena Asal Bisa Ngomong Cepat loh, Guys! dan tulisan Vivi Wasriani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2022 oleh

Tags: ngomong apangomong cepat
Vivi Wasriani

Vivi Wasriani

Hobi bernapas dan suka makan.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026
Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah Mojok.co

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

26 Juni 2026
Jalanan Surabaya yang "Liar" Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas Mojok

Jalanan Surabaya yang “Liar” Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas

24 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.