Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kalau Hanya No Pork No Lard, Plis Jangan Ngaku-ngaku Halal!

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
20 Oktober 2025
A A
Kalau Hanya No Pork No Lard, Plis Jangan Ngaku-ngaku Halal!

Kalau Hanya No Pork No Lard, Plis Jangan Ngaku-ngaku Halal!

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seorang muslim yang selalu dan memang wajib makan makanan halal, saya selalu memastikan bahannya. Saya selalu berusaha untuk tahu komposisi dari sebuah masakan, karena saya mengimani ajaran saya, termasuk dengan apa saja yang akan masuk ke badan saya. Masalahnya, walau tinggal di Indonesia, masih ada beberapa tempat makan yang tidak jujur dengan bahan masakannya. Khususnya yang berlindung di balik label “No Pork No Lard.”

Oleh karena saya sering kali menemukan hal ini, saya mau mengingatkan untuk teman-teman muslim yang taat dalam makanan halal, juga kepada pemilik restoran yang menggunakan label “No Pork No Lard” tapi ngaku-ngaku halal.

Halal itu bukan hanya sekadar bebas babi saja, jadi no pork no lard itu nggak cukup

Buat orang-orang yang belum mengetahui banyak soal halal, saya beritahukan sedikit, makanan halal itu adalah makanan yang sesuai dengan aturan hukum Islam. Ada beberapa bahan makanan yang dilarang dikonsumsi oleh seorang muslim, contohnya adalah babi yang paling banyak diketahui. Tapi, kenyataannya nggak hanya babi. Ada darah, hewan yang tidak disembelih dengan tata cara Islam, sampai alkohol yang digunakan untuk masak.

Masalah yang saya tulis di sini adalah, banyak restoran dengan label “No Pork No Lard” mengaku-ngaku halal, tapi tetap menggunakan bahan lain yang tidak halal seperti mirin, arak, ciu, dan sejenisnya. Kok tega sih tetap bilang halal, padahal ada bahan-bahan tersebut. Kalau begini namanya penipuan terhadap konsumen.

Pegawai restoran yang nggak mau menjelaskan bahan masakan, cuma no pork no lard doang

Tau nggak apa yang bikin tambah ngeselin dari restoran dengan label “No Pork No Lard” yang nggak halal itu? Pegawainya nggak mau ngasih tau product knowledge untuk calon konsumen. Saat ditanya “Ini halal kan, Kak?” Jawabnya cuma “No Pork No Lard ya, Kak.” Begitu terus setiap bertanya soal halalnya makanan.

Padahal, pegawai yang baik seharusnya memberitahukan bahan masakan yang akan disajikan, terlepas soal halal atau tidaknya. Tapi, giliran nanya soal halal, jawabannya kayak kaset rusak. Saya juga yakin, banyak pegawainya yang muslim, tapi kok tega nggak mau jelasin. Kalau yang bersangkutan nggak taat soal makanan, gapapa banget, tapi kalau orang lain yang taat dan mau tahu, tolong jawab dengan jujur.

Kejujuran itu penting untuk kepercayaan konsumen

Jujur dalam berdagang itu nomor satu. Sebagai anak seorang pedagang, saya meyakini hal ini sebagai kunci banyaknya langganan orang tua saya. Kalau sedari awal sudah jujur, maka faktor penunjang sukses lainnya akan terus berdatangan. Termasuk dalam jujur menjual makanan yang tidak halal dan menutupinya dengan no pork no lard.

Kalau sedari awal jujur makanannya belum tersedia yang halal, orang-orang pasti akan respek dan percaya jika suatu saat akan tersedia versi halalnya. Sudah banyak kok kasus seperti ini, di mana awalnya restoran belum menyediakan menu halal, tapi sudah pamor namanya, saat menyediakan yang halal langsung tambah ramai.

Baca Juga:

5 Rekomendasi Makanan dan Minuman Korea Halal yang Bisa Dibeli di Alfamart

Rekomendasi 10 Makanan Khas Batak Halal yang Menggugah Selera

Sertifikasi halal perlu digalakkan lebih jauh 

Saya rasa, soal halal atau tidaknya makanan yang tersedia di restoran, seharusnya menjadi perhatian lembaga pemerintah yang mengurus hal ini. Perlu ada edukasi, literasi, sampai sosialisasi soal makanan halal yang lebih masif kepada restoran-restoran yang tidak bertanggung jawab. Terlebih yang cuma modal no pork no lard

Jangan hanya fokus memberikan sertifikasi halal, tapi tidak ikut mengawasi kenyataan di lapangan yang masih saja miris. Jangan sampai ada lagi korban yang nggak tahu kehalalan produk karena pengusaha yang seenaknya klaim halal.

Semoga dengan tulisan ini, pengusaha yang menggunakan label “No Pork No Lard” sadar, bahwa halal bukan hanya sekadar bebas dari babi.

Penulis: Nasrulloh Alif Suherman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Larangan Logo Halal di Cina dan Budaya Gagal Paham Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2025 oleh

Tags: bahan masakan halalmakanan halalmakanan halal dalam islamno pork no lard
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Ketika Lawson Memuaskan Nafsu dan Godaan Panas dari Idol Korea

Ketika Lawson Memuaskan Nafsu dan Godaan Panas dari Idol Korea

4 September 2023
Rekomendasi 10 Makanan Khas Batak Halal yang Menggugah Selera

Rekomendasi 10 Makanan Khas Batak Halal yang Menggugah Selera

17 November 2023
Rekomendasi 4 Restoran Ramen Halal Terenak Terminal Mojok

Rekomendasi 4 Restoran Ramen Halal Terenak

11 September 2022
5 Rekomendasi Makanan dan Minuman Korea Halal yang Bisa Dibeli di Alfamart

5 Rekomendasi Makanan dan Minuman Korea Halal yang Bisa Dibeli di Alfamart

28 November 2023
Lebih Gampang Cari Bendera Partai Komunis Ketimbang Makanan Halal dan Murah di Hanoi Terminal Mojok

Lebih Gampang Cari Bendera Partai Komunis Ketimbang Makanan Halal dan Murah di Hanoi

9 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA Mojok.co

Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA

9 Januari 2026
5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan Mojok.co

5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan

8 Januari 2026
Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

5 Januari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas Mojok.co

Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas, Semuanya Jadi Lebih Lancar

7 Januari 2026
Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar Mojok.co

Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar

5 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.