Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

Budi oleh Budi
5 April 2026
A A
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Mobil Honda sering jadi bulan-bulanan karena dianggap kaki-kakinya gampang oblak. Padahal sudah ganti parts original pun cepat rusak lagi. Tapi mari kita jernihkan dulu. Sebab, saya kok merasa yang ringkih bukan mobil Honda-nya, melainkan jalanan negeri ini yang sudah kelewat “abstrak”. Lihat saja bagaimana lubang-lubang seperti jebakan perang, polisi tidur setinggi gunung, dan gelombang aspal yang tak pernah rata.

Honda justru dirancang untuk kenyamanan, bukan untuk medan perang. Dan bukti-buktinya ada di data global serta pengalaman jutaan pemilik di seluruh dunia.

Kejayaan Honda sebagai raja otomotif dunia dan Jepang

Honda bukan merek sembarangan. Pabrikan Jepang ini sudah 50 tahun berturut-turut menjadi pemimpin pasar sepeda motor dunia. Pada 2024, Honda menguasai 32% pangsa pasar global dengan penjualan 19,4 juta unit—naik 6% dari tahun sebelumnya. Bahkan ada laporan yang menyebut lebih dari 20 juta unit, rekor baru sepanjang masa.

Di Indonesia sendiri, Honda mendominasi pasar roda dua dengan pangsa pasar mencapai 70-80% di segmen motor matik dan bebek. Nama “Honda” sudah identik dengan keandalan, efisiensi, dan teknologi canggih.

Di lini mobil pun Honda tetap kompetitif. Secara global, Honda berada di peringkat 6 besar merek mobil terlaris dunia dengan penjualan sekitar 3,77 juta unit pada 2023. Model-model ikonik seperti Civic, CR-V, dan Accord terus jadi favorit karena memadukan antara performa, irit bahan bakar, dan handling yang nyaman. Tapi yang paling membanggakan adalah dominasi di Jepang sendiri.

Di negeri asalnya, Honda bukan hanya laris, tapi juga jadi raja. Ini bukti bahwa desain Honda—termasuk kaki-kaki—sudah teruji di jalanan Jepang yang jauh lebih terawat.

Kenapa Honda begitu sukses? Karena filosofi “man maximum, machine minimum”. Mereka ciptakan mobil dan motor yang nyaman untuk penggunaan sehari-hari, bukan untuk balap liar atau medan off-road ekstrem. Suspensi yang empuk, bushing yang fleksibel, dan geometri kaki-kaki yang mengutamakan stabilitas serta kenyamanan. Sehingga pengendara merasa “melayang” di jalan mulus.

Tapi justru di sinilah letak masalah ketika bertemu jalan Indonesia.

Baca Juga:

Honda Civic FD: Mobil Ganteng yang Dibayar dengan Pahitnya Harga Perawatan Mahal

Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran

BACA JUGA: Honda HRV : Simbol Status Anak Muda Masa Kini yang Dihujat oleh Kaum Mendang-Mending. Overhated?

Realitas keluhan kaki-kaki Honda di Indonesia

Banyak mekanik bilang komponen kaki-kaki Honda seperti shockbreaker, lower arm, ball joint, tie rod, dan stabilizer link lebih cepat aus. Suara “kretek-kretek” sering muncul lebih dini, setir terasa ngambang, dan mobil mulai limbung saat melewati lubang. Bahkan dengan parts original sekalipun, keluhan ini sering muncul setelah 40.000-60.000 km.

Tapi sekali lagi, ini bukan karena Honda “ringkih”. Ini karena memang didesain lebih empuk. Suspensi Honda dibuat untuk menyerap getaran lebih halus dan memberikan kenyamanan maksimal—cocok untuk jalan tol Jepang atau highway Amerika. Di Indonesia, jalanan justru sebaliknya. Data Kementerian PUPR dan BPS menunjukkan sekitar 30% panjang jalan nasional mengalami kerusakan, mulai dari retak, berlubang, hingga bergelombang.

Di Jakarta saja, per Maret 2023 tercatat lebih dari 21.000 titik lubang. Bayangkan: setiap hari mobil Honda (atau merek mana pun) harus “menari” di atas lubang-lubang itu.

Komponen kaki-kaki bekerja ekstra keras, getaran berulang-ulang, dan akhirnya aus lebih cepat.
Bandingkan dengan merek lain yang suspensinya lebih kaku. Mereka mungkin terasa lebih “kokoh” di jalan rusak, tapi pengendara akan merasa seperti naik traktor—getarannya masuk ke kabin, pegal punggung, dan penumpang mual. Honda memilih kenyamanan, dan itu pilihan yang tepat untuk mayoritas konsumennya.

Dari hal ini kita tahu, masalahnya bukan kualitas part, tapi frekuensi dan intensitas beban yang diterima. Kalau jalanan mulus, kaki-kaki Honda bisa bertahan ratusan ribu kilometer tanpa drama sama sekali.

Bahkan tank tempur terbaru pun akan rontok di jalan Indonesia

Kalau masih ragu, saya yakin sekelas tank tempur paling canggih sekalipun pasti menyerah di jalan kita. Ambil contoh M1E3 Abrams, tank utama terbaru Angkatan Darat Amerika Serikat yang sedang dikembangkan dan akan mulai dikirimkan dalam waktu dekat. Versi upgrade dari M1A2 Abrams klasik ini punya bobot sekitar 68 ton, suspensi torsion bar canggih, armor reaktif, dan sistem hidropneumatik yang dirancang menahan ledakan ranjau sekalipun. Dan rodanya, rantai baja super tebal yang mampu melibas medan perang Iran atau Ukraina.

Tapi kalau dilepas di jalan provinsi Indonesia—yang penuh lubang sedalam 30 cm, polisi tidur beton setinggi 20 cm, dan gelombang aspal acak—saya yakin rodanya akan rontok duluan. Kenapa? Karena, bahkan tank seberat itu punya batas toleransi getaran dan benturan. Suspensi tank dirancang untuk medan off-road, bukan untuk “medan perang lubang” yang tak terduga seperti di sini.

Kalau M1E3 saja bisa “ngomel” dengan suara rantai putus, apalagi mobil penumpang seberat 1,5 ton dengan suspensi macam Honda?

Saya tekankan, ini bukan hiperbola. Ini logika fisika, saat gaya tumbukan di lubang sebanding dengan massa kendaraan dikalikan percepatan. Semakin sering dan semakin dalam lubangnya, semakin besar energi yang harus diserap kaki-kaki. Honda, Toyota, Suzuki—semua merek akan merasakan dampaknya. Tapi karena Honda lebih populer di Indonesia (jutaan unit beredar), keluhan terhadapnya pun lebih banyak terdengar.

Saatnya fokus ke akar masalah

Jadi, stop menyalahkan mobil-mobil Honda yang keren itu. Pabrikan ini sudah buktikan kualitasnya di pasar global dan domestik Jepang selama puluhan tahun. Kaki-kaki Honda bukan ringkih. Ia hanya terlalu baik untuk jalanan kita yang terlalu buruk. Kalau suatu hari jalan Indonesia setara dengan Singapura atau Jepang, barulah kita lihat betapa awetnya mobil Honda.

Sampai saat itu tiba, mari kita akui: bukan mobilnya yang salah, tapi jalanannya yang “kelewat nggateli”. Honda tetap raja—baik di atas kertas maupun di atas aspal mulus. Di jalan jelek? Ya, semua menderita.

Penulis: Budi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Brio, Mobil Honda yang Paling Aneh: Nggak Punya Apa-apa, tapi bisa Menjadi yang Paling Laris

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 April 2026 oleh

Tags: honda accordhonda civichonda crvkaki-kaki mobil hondaMobil Honda
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Honda HRV : Simbol Status Anak Muda Masa Kini yang Dihujat oleh Kaum Mendang-Mending. Overhated?

Honda HRV : Simbol Status Anak Muda Masa Kini yang Dihujat oleh Kaum Mendang-Mending. Overhated?

14 Mei 2025
Niat Hati Beli Mobil Honda Civic Genio buat Nostalgia, Malah Berujung Sengsara

Niat Hati Beli Mobil Honda Civic Genio buat Nostalgia, Malah Berujung Sengsara

18 Agustus 2025
Niat Hati Beli Mobil Honda Civic Genio buat Nostalgia, Malah Berujung Sengsara

Kenangan Civic Genio 1992, Mobil Pertama yang Datang di Waktu Tepat, Pergi di Waktu Sulit

15 Desember 2025
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Mobil Honda Mobilio: Mobil Murah Underrated dari Honda yang Bikin All New Avanza Kelihatan Nggak Menarik Lagi

3 Oktober 2023
Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran Mojok.co honda civic fd

Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran

6 Januari 2026
Alasan Honda Brio Bisa Dapat Julukan Mobil Jamet Mojok.co

Alasan Honda Brio Bisa Dapat Julukan Mobil Jamet

15 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Hasutan-Rayuan Orang Minta Donasi, Tidak Jujur Sejak Awal dan Endingnya Jebakan
  • Astrea Grand, Motor Honda yang Saking Iritnya, Sampai Memunculkan Mitos Tentangnya
  • Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa
  • Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga
  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.