Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

KA Kertajaya, Solusi Terbaik Mahasiswa Malang Kaum Mendang-mending

Fadila Vairuz Harsyad oleh Fadila Vairuz Harsyad
1 April 2023
A A
KA Kertajaya, Solusi Terbaik Mahasiswa Malang Kaum Mendang-mending

KA Kertajaya, Solusi Terbaik Mahasiswa Malang Kaum Mendang-mending (TyewongX via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu mahasiswa rantau yang pengin pulkam tapi menganut paham mendang-mending kayak saya, coba deh naik KA Kertajaya sesekali.

Libur panjang selalu menjadi momen yang ditunggu para mahasiswa rantau karena itu berarti saatnya kembali ke rumah masing-masing. Sebagai mahasiswa, tentu saja kita akan memakai prinsip sampai di rumah dengan ongkos seminim mungkin dan transportasi senyaman mungkin.

Kebetulan saya adalah salah satu mahasiswa rantau asal Jakarta yang menempuh studi di Malang. Saya selalu terkejut dengan kereta api yang melayani rute Jakarta-Malang. Selain harganya mahal, pilihan kereta, kelas kereta, dan waktu tempuhnya bikin saya pengin nangis tiap kali mau pulang. Untungnya saya mendapat wahyu untuk mencari alternatif lain dengan berangkat dari stasiun kota sebelah, yaitu Surabaya. Saya pun menemukan KA Kertajaya yang menjadi andalan untuk pulang-pergi selama ini.

Pilihan KA dari Surabaya lebih banyak

Jarak Surabaya dan Malang yang nggak begitu jauh, entah mengapa membuat ketimpangan di antara keduanya jauh berbeda. Harus saya akui, Malang memang lebih unggul soal cuaca dan suhu udara dibanding Surabaya, tapi kalau soal pilihan transportasi khususnya kereta api, Surabaya menang banyak.

Di Malang hanya ada 5 kereta yang melayani rute Jakarta-Malang dengan dua ragam kelas, yakni eksekutif dan ekonomi. Kelima kereta itu adalah KA Gajayana, KA Brawijaya, KA Jayabaya, KA Matarmaja, dan KA Majapahit.

Sementara itu, total kereta api yang melayani rute Jakarta-Surabaya bisa lebih dari 10. Pilihan kelasnya pun jauh beragam, ada eksekutif, ekonomi, dan ekonomi premium seperti yang ditawarkan KA Kertajaya dan KA Jayakarta. Nah, kelas ekonomi premium inilah yang bikin saya kepincut menjadikan Surabaya tempat transit.

Harga tiket KA Kertajaya lebih masuk akal

Harga tiket kereta Jakarta-Malang bervariasi. Mulai dari Rp245.000 untuk kelas ekonomi di KA Matarmaja hingga Rp1.000.000 untuk kelas eksekutif di KA Brawijaya, KA Gajayana, dan KA Jayabaya. Secara harga memang masih masuk akal apabila kita memilih kereta ekonomi, bahkan terbilang murah untuk rute Jakarta-Malang. Namun, saya lebih rela pergi ke Surabaya dulu ketika melihat waktu tempuh dan kursinya. Iya, KA Matarmaja yang melayani rute Jakarta-Malang itu waktu tempuhnya 16 jam dengan kursi ekonomi tegak 90 derajat.

Sedangkan di Surabaya, harga tiket kereta api Jakarta-Surabaya mulai dari Rp104.000 untuk kelas ekonomi hingga Rp1.000.000 untuk kelas eksekutif. Harga tiket KA Kertajaya sendiri hampir sama dengan KA Matarmaja, sekitar Rp220.000 hingga Rp315.000 tergantung momentumnya. Bedanya, waktu tempuh KA Kertajaya lebih cepat, cuma 11 jam. Kalau saya total perjalanan dari Malang menuju Surabaya, lalu naik kereta ke Jakarta sama saja sekitar 16 jam.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

Kursi lebih manusiawi

Kursi ekonomi premium di KA Kertajaya bisa dibilang kursi penengah antara segala jenis kursi di kereta api. Bahkan saya lebih suka kursi di kelas ekonomi premium ketimbang bisnis.

Kursinya nggak bikin dengkul kita bertemu dengan dengkul penumpang lain, sebab susunan kursinya 2-2 seperti kursi di kelas eksekutif. Meskipun jarak antarkursi di kelas ekonomi premium agak menyiksa saya yang bertinggi badan 185cm, hal tersebut nggak jadi masalah besar, sih. Sebab, kursi di KA Kertajaya punya handrest dan bisa dimundurkan ke belakang. Eits, tapi dengan catatan nggak ada penumpang lain di belakang kita, ya.

Waktu tempuh dan jam keberangkatan KA Kertajaya pas

Satu hal lainnya yang saya sukai dari KA Kertajaya adalah kereta ini memiliki waktu tempuh lebih cepat dibanding kereta api lain yang sama di kelasnya dengan total 11 jam 50 menit. Kereta ini juga termasuk kereta malam.

KA Kertajaya biasanya berangkat dari Stasiun Pasar Turi Surabaya pukul 21.20 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 08.25 WIB. Lantaran berangkat malam, waktu perjalanan bisa saya pakai untuk tidur, apalagi di rangkaian kereta ini ada night modenya. Jadi, ketika sudah pukul 22.00 WIB, lampunya berubah jadi redup gitu. Cocok lah buat tidur di dalam gerbong.

Sayangnya, karena kereta ini termasuk kereta malam, saya agak kesulitan berangkat dari Malang karena jadwal kereta lokal Malang-Surabaya jelek banget. Jadi kalau naik KA Kertajaya, saya biasanya berangkat dari Malang pukul 17.40 WIB dan sampai di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 20.12 WIB. Barulah saya pindah ke Stasiun Pasar Turi.

Sementara kalau saya dari arah Jakarta, KA Kertajaya juga berangkatnya sore, tepatnya pukul 14.20 WIB. Asyiknya, saya bisa menghindari macet jalanan Jakarta di pagi hari dan bisa salat zuhur dan asar terlebih dulu. Kalau dari Jakarta, kereta ini sampai di Stasiun Pasar Turi pukul 01.25 WIB. Saya biasanya menunggu di stasiun sampai pukul 03.30 sebelum akhirnya naik KA Jayabaya untuk melanjutkan perjalanan ke Malang. Biasanya waktu tunggu di stasiun saya pakai untuk makan, bersih-bersih, salat, dan ngobrol dengan penumpang lainnya yang juga menunggu KA Jayabaya.

Sayangnya, harga tiket KA Kertajaya terus mengalami kenaikan. Bulan Juni tahun lalu saya masih bisa mendapatkan tiket kereta ini dengan harga Rp180.000. Namun sekarang, tiket termurah ada di angka Rp275.000. Meski begitu, bila dibandingkan dengan harga, fasilitas, dan jadwal keberangkatan kereta lainnya, sebagai kaum mendang-mending, tentu saja saya akan tetap memilih KA Kertajaya sebagai transportasi utama PP Jakarta-Malang via Surabaya.

Penulis: Fadila Vairuz Harsyad
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kereta Api Sancaka: Nyaman dan Lebih Cepat dari Pesawat Udara.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2023 oleh

Tags: Jakartakereta apikertajayaMalangSurabaya
Fadila Vairuz Harsyad

Fadila Vairuz Harsyad

We only know what we make.

ArtikelTerkait

Jalibar Kepanjen Malang Sudah Terlalu Lama Dibiarkan Rusak sebelum (Akhirnya) Diperbaiki

Jalibar Kepanjen Malang Sudah Terlalu Lama Dibiarkan Rusak sebelum (Akhirnya) Diperbaiki

5 Februari 2025
Kisah Saya Gagal SNMPTN, tapi Sukses via Jalur SBMPTN (Unsplash)

Gagal SNMPTN Bukan Akhir Dunia. Saya “Membalas” Kegagalan Itu Lewat Jalur SBMPTN dan Sukses Lulus Sebagai Mahasiswa Berprestasi

14 Juni 2024
Terminal Hamid Rusdi Kota Malang Mati Suri: Nyaris Terbengkalai dan Sering Dipertanyakan Manfaatnya

Mati Surinya Terminal Hamid Rusdi Kota Malang: Nyaris Terbengkalai dan Sering Dipertanyakan Manfaatnya

11 Mei 2023
Sarapan Mie Ayam Adalah Kebiasaan Orang Jakarta yang Paling Aneh Mojok.co

Sarapan Mie Ayam Adalah Kebiasaan Orang Jakarta yang Paling Aneh

15 Juni 2024
Alasan Saya Kecewa Naik Kereta Panoramic yang Terkenal Cantik dan Unik Mojok.co

Alasan Saya Kecewa Naik Kereta Panoramic yang Terkenal Cantik dan Unik

6 Mei 2024
Belum Ada Setahun, Palang Pintu KA di Ngadiluwih Ditabrak 3 Kali, Bukti Kita Masih Jalan di Tempat palang pintu kereta api

Kenapa Orang Hobi Menerobos Palang Pintu Kereta Api? Kenapa Nggak Mau Sabar Barang Sebentar Saja?

10 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter, Dihina tapi Jadi Motor Tangguh dan Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.