Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jurusan Sastra Jawa Nggak Bergengsi: Mahasiswanya Lebih Sering Disangka Dukun daripada Akademisi

Gema Rohullah Khumaini oleh Gema Rohullah Khumaini
12 Juni 2025
A A
Jurusan Sastra Jawa Nggak Bergengsi: Mahasiswa Lebih Sering Disangka Dukun daripada Akademisi

Jurusan Sastra Jawa Nggak Bergengsi: Mahasiswa Lebih Sering Disangka Dukun daripada Akademisi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Jawa bukan hanya tentang menulis geguritan dan membaca serat Babad Tanah Jawi, tapi juga harus kuat mental dikira sebagai paranormal. Sebagai mahasiswa Sastra Jawa, saya kerap mendapati peristiwa semacam itu di ekosistem pergaulan yang tak ada habisnya untuk dibahas. Entah mengapa perspektif orang-orang bahkan teman perkuliahan sangatlah ndlogok jikalau mendengar jurusan kuliah saya.

Mahasiswa jurusan Sastra Jawa dianggap sakti mandraguna

Pernah suatu waktu seusai kelas, ada chat masuk ke handphone saya. Ketika saya buka, seketika batin terasa mak jegagik saat membaca pesan di dalamnya.

Gem, nek jurusanmu enek sing dadi pawang udan ra?

Lho, lho, lho, mbok kira dosenku Mbak Rara?!

Salah satu teman saya yang masih sefakultas menanyakan perihal adakah “orang pintar” (entah profesor atau guru besar ini maksudnya) yang bersemayam di jurusan saya. Alasannya untuk dimintai tolong nyirep hujan pas hari H acara organisasinya.

“Heh, pori-pori bernapas, maksudmu jurusanku isinya paranormal dan penyihir Hogwarts cabang Gunungkidul? Harry Potter aja yang beneran penyihir sekolahnya pakai bahasa Inggris, bukan bahasa Jawa!” Rasanya pengin saya bales kayak gitu. Suer.

Kalau soal hujan, pertanyaan tersebut harusnya ditanyakan pada ada jurusan eksak lah. Kok malah ke saya yang sudah jelas salah alamat? Jurusan Sastra Jawa itu mempelajari bahasa, sastra, dan budaya, bukan praktik magis. Mentok kami membaca geguritan, nggak sampai baca mantra.

Dianggap bisa menghitung weton

Prasangka satu ini sering banget ditanyakan ketika saya lagi nongkrong dengan teman-teman. Biasanya pertanyaan kayak gini muncul. “Gem, pacarku Senin pahing, aku Jumat kliwon. Tak tembak Sabtu legi pas ora, Gem?”

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

5 Dosa Jurusan Ekonomi yang Bikin Lulusannya Kagok di Dunia Kerja

Memang perihal weton bisa dibilang erat dengan budaya jawa, tapi bukan berarti setiap mahasiswa jurusan Sastra Jawa bisa membaca atau menghitungnya. Hal itu pun nggak diajarkan dalam perkuliahan. Waktu KRS-an pun nggak ada mata kuliah Hitungan Jodoh 101. Untuk tekniknya pun nggak kayak perhitungan matematika yang menggunakan rumus-rumus dan persamaan.

Saya yakin, Pak Pythagoras sekalipun bakal menyerah jika dimintai menghitung weton. Apalagi saya yang nilai matematikanya lebih mirip nomor absen ketimbang capaian hasil belajar. Seandainya saya menguasai teknik hitung weton pun, sudah sejak lama saya mendapat jodoh, atau malah gonta-ganti kali!

Dianggap paham hal-hal mistis

Saya tegaskan sekali lagi, di jurusan Sastra Jawa, kami kuliah kemudian lulus untuk menjadi sarjana, bukan jadi anak indigo. Gelar sarjana kami pun cuma ada dua kemungkinan. S.Pd untuk Sarjana Pendidikan, kalau nggak ya S.S, Sarjana Sastra. Nggak ada mahasiswa jurusan Sastra Jawa yang lulus dapat gelar S.AG atau Sarjana Alam Gaib. Jadi, sudah dapat dipastikan jurusan ini nggak ada urusannya dengan klenik. Kalaupun ada yang bisa, itu murni bakat lahirian bukan karena menempuh pendidikan formal di jurusan Sastra Jawa.

Saya sendiri heran entah mengapa Jawa selalu diidentikkan dengan hal-hal seram. Kalau mendengar gamelan katanya bikin merinding, kalau ada orang nembang dikira sedang ritual manggil setan. Padahal semua itu adalah bentuk kesenian yang tujuannya ya sama kayak jazz, pop, atau dangdut koplo. Bedanya hanya di tempo dan irama, bukan dimensi lain.

Saya menduga salah kaprah ini disebabkan budaya pop seperti film horor yang gemar mengeksploitasi produk budaya Jawa seperti tembang, tarian, gamelan, ataupun istilah-istilah Jawa lain untuk dikaitkan dengan hal-hal yang sifatnya klenik. Parahnya tanpa diimbangi edukasi tentang jawa yang cukup. Imbasnya, pandangan Jawa itu klenik justru ditelan mentah-mentah oleh masyarakat. Johhh, modyaaarrr!

Mahasiswa jurusan Sastra Jawa bukan cenayang

Sebagaimana ilmu pengetahuan lainnya, kami punya objek kajian yang konkret. Kami belajar tata bahasa, kritik sastra, dan perihal kebudayaan, bukan ilmu nujum. Kalau ternyata masih ada saja yang mengira kami bisa nyirep hujan, meramal jodoh, atau mengusir genderuwo di acara 17-an RT, ya silakan aja. Tapi boro-boro ngusir genderuwo, lha wong ngusir rasa malas buat ngerjain skripsi aja susahnya minta ampun!

Penulis: Gema Rohullah Khumaini
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Susahnya Jadi Mahasiswa Sastra Jawa, Nembang Macapat Malah Dikira Manggil Hantu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2025 oleh

Tags: jurusan kuliahSastra Jawa
Gema Rohullah Khumaini

Gema Rohullah Khumaini

Seorang pengajar asal Kediri yang menaruh perhatian pada isu pendidikan, kebudayaan, dan sosial. Hobi membaca dan menulis, serta gemar musik dan budaya pop

ArtikelTerkait

Menerka Karakter Jurusan Kuliah kalau Ia Adalah Manusia Terminal Mojok.co

Menerka Karakter Jurusan Kuliah kalau Ia Adalah Manusia

17 Mei 2022
5 Dosa Jurusan Ekonomi yang Bikin Lulusannya Kagok di Dunia Kerja

5 Dosa Jurusan Ekonomi yang Bikin Lulusannya Kagok di Dunia Kerja

18 November 2025

Jurusan Psikologi, Jurusan Kuliah Paling Banyak Diminati

6 Juni 2023
Jangan Ambil Jurusan Psikologi kalau Belum Siap Menghadapi Realitas Ini Mojok.co

Jangan Ambil Jurusan Psikologi kalau Belum Siap Menghadapi Realitas Ini

9 April 2025
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

27 April 2025
Jurusan Ketahanan Nasional, yang Sering Dikira Ngikutin Jejaknya Prabowo

Ketahanan Nasional, Jurusan yang Sering Dikira Ngikutin Jejaknya Prabowo

15 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” Mojok.co

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

6 Januari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 Januari 2026
Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat Mojok.co

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

5 Januari 2026
Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Januari 2026
Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme
  • Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup
  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.