Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Jogja Darurat Sampah, Monumen Ketidakbecusan Pemerintah yang Terus Meminta Waktu untuk Belajar. Mahasiswa 5 Tahun Gagal Saja DO, Pemerintah Minta Sabar?

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
10 Mei 2024
A A
Jogja Darurat Sampah, Monumen Ketidakbecusan Pemerintah (Unsplash) sampah di jogja

Jogja Darurat Sampah, Monumen Ketidakbecusan Pemerintah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut orang bijak, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kita akan terus belajar sampai nafas ini terputus dan roh kita kembali pada-Nya. Tapi kalau untuk masalah sampah Jogja (baca: Daerah Istimewa Yogyakarta), pemerintah terlambat untuk belajar. Persetan dengan quotes bijak di atas kalau untuk masalah yang sudah puluhan tahun. Bijak ndhasmu!

Hari ini kita sudah melihat pecahnya gelembung masalah sampah di Jogja. Bahkan mulai menodai kemolekan daerah yang katanya romantis ini. Tapi dengan kondisi segenting ini, masyarakat harus memberi ruang bagi pemerintah untuk belajar? Wes telat bossku!

Masyarakat sudah tidak bisa menanti pemerintah belajar. Karena masyarakat sudah jengah dan marah pada masalah sampah. Jika pemerintah masih perlu ruang untuk belajar, lalu apa yang mereka lakukan selama puluhan tahun? Merenung dan bersemedi?

Pemerintah masih harus belajar masalah sampah?

Statement Sri Sultan HB X terakhir jelas jadi angin segar bagi pemerintah kota dan kabupaten. Beliau yakin bahwa masalah sampah ini akan segera selesai. Sri Sultan meminta kita memberi ruang bagi pemerintah untuk belajar dalam menjawab masalah sampah. Seperti orang tua yang minta untuk memaklumi anaknya yang melakukan kenakalan remaja.

“Jadi bagi saya berilah pengalaman khususnya bagi (pemerintah) kabupaten/kota. Nabrak tidak apa-apa, karena memang tidak punya pengalaman. Tapi kalau nabrak dia berpikir ulang untuk mencari jalan keluar,” kata Sri Sultan.

Betapa indahnya hidup pemerintah Jogja. Ketika punya masalah yang tidak selesai selama puluhan tahun, masih bisa mendapat pemakluman. Bahkan mereka masih diberi ruang untuk belajar ketika masyarakat berkubang dalam sampah.

Saya penasaran, butuh berapa lama pemerintah Jogja untuk belajar? Mahasiswa saja bisa kena DO jika tidak lulus setelah 5 tahun kuliah. Masak pemerintah daerah yang istimewa ini kalah semangat dengan mahasiswa kekiri-kirian? Sampai masih harus belajar setelah puluhan tahun mengurus sampah.

Jogja sudah berkubang sampah!

Selama masyarakat Jogja menanti pemerintah belajar, apa yang bisa dilakukan? Yah seperti biasa, berkubang dalam tumpukan sampah. Ini bukan kiasan semata, karena sampah sudah tidak malu lagi untuk tampil. Tidak ada lagi sampah yang tersembunyi di depo dan tertutup terpal. Semua sudah terlihat jelas di setiap sudut daerah istimewa.

Baca Juga:

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

Sisi Gelap Tinggal di Tengah Kota Jogja: Sebuah Wilayah yang Dikepung Sampah

Bayangkan saja, masyarakat di sekitar Pasar Ngasem harus belajar lempar sampah. Setiap ada truk sampah lewat, puluhan orang sibuk melemparinya dengan plastik bau dan lengket. Padahal lokasinya di Njeron Beteng. Di jantung monarki Kasultanan Yogyakarta!

Belum lama bahkan ada kejadian yang menyayat hati. Salah satu lahan milik warga menjadi tempat pembuangan sampah dadakan. Entah dari mana asalnya, satu bidang tanah itu kini menampung segunung sampah. Bahkan diduga tumpukan sampah ini tidak hanya aksi individu semata. Namun aksi kolektif yang melibatkan truk pengangkut sampah.

Tapi Anda tidak perlu mencari-cari titik sampah di atas. Karena di setiap sudut Jogja Anda bisa bertemu dengan tumpukan sampah dalam plastik. Entah siapa empunya, tapi pasti milik orang yang putus asa pada kerja pemerintah. Putus asa sampahnya tidak terurus dan tidak ada solusi yang lebih masuk akal.

Pemerintah hanya punya waktu singkat

Melihat masalah sampah hari ini, saya pikir waktu yang dimiliki pemerintah untuk mencari solusi makin singkat. Tidak ada lagi kesempatan untuk studi banding ataupun bikin FGD. Karena setiap hari yang berlalu, sampah akan bertambah. Setiap waktu mereka untuk belajar, sampah akan membanjiri daerah istimewa.

Mungkin 1 tahun sudah kelewat panjang bagi pemerintah untuk menemukan solusi. Namun ini bisa jadi deadline bagi pemerintah. Lewat dari tenggat waktu itu, masyarakat akan benar-benar muak. Darah mereka mendidih karena direbus dalam kubangan sampah. Bisa jadi, Jogja akan dikenal sebagai kota wisata sampah.

Kalau saja 5 tahun lalu pemerintah Jogja sudah mulai mengolah sampah, mungkin tidak akan ada tulisan ini. Andai saja jauh-jauh hari sudah ada desentralisasi sampah, mungkin Jogja tetap cantik ketika TPST Piyungan ditutup. Tapi jika implementasi solusi tadi dilakukan serentak hari ini, apa tidak berat juga bagi pemerintah?

Tapi tidak masalah jika berat. Daripada malah sibuk mengemis pada masyarakat untuk sabar. Sabar menanti mereka belajar. Sabar menanti mereka ambil tindakan. Karena sampah tidak punya waktu untuk bersabar. Mereka akan terus membanjiri Jogja dengan bau dan kotoran. Menjadi monumen dari ketidakbecusan pemerintah selama ini.

Penulis: Prabu Yudianto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Jogja Itu Sebenarnya Jemawa atau Malah Tutup Mata Perkara Sampah?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Mei 2024 oleh

Tags: jogja darurat sampahpiyungansampah di jogjasampah jogja
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

jogja

Pengingat di Hari Ulang Tahun Jogja #HUT263Jogja

8 Oktober 2019
3 Sisi Gelap Tinggal di Jogja Bagian Kota Dipaksa Ikhlas (Unsplash)

Sisi Gelap Tinggal di Tengah Kota Jogja: Sebuah Wilayah yang Dikepung Sampah

7 Mei 2025
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
Piyungan, Kecamatan yang Paling Menyedihkan di Kabupaten Bantul

Piyungan, Kecamatan Paling Menyedihkan di Kabupaten Bantul

1 Desember 2024
Jogja Darurat Sampah, Monumen Ketidakbecusan Pemerintah (Unsplash) sampah di jogja

Retribusi Sampah Jogja: Solusi Jangka Pendek yang Bagus, Tinggal Menunggu Solusi Jangka Panjangnya

30 Oktober 2024
Adakah Dana Istimewa untuk Sampah yang Tidak Istimewa? TPST Piyungan, ASEAN Tourism Forum, Jogja krisis sampah di jogja bantargebang

Krisis Sampah di Jogja Adalah Cara Pemerintah Memupuk Semangat Warga Jogja agar Do It Yourself, Terima Kasih Banget loh!

5 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
13 Kosakata Bahasa Madura yang "Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar Mojok.co

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

9 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.