Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
6 Februari 2026
A A
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya (www.jemberkab.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Dua dekade lalu Jember memang merajai dan selalu menjadi jujugan destinasi wisata di wilayah Tapal Kuda. Di antara wilayah eks Keresidenan Besuki, Jember jadi yang paling unggul dari berbagai sektor kala itu, utamanya pariwisata. Sebab daerah ini memiliki segalanya. Mulai dari bentang pantai, pegunungan, air terjun yang indah, hingga beragam peninggalan kolonial Belanda yang bisa dikelola sebagai wisata edukasi.

Namun sejak satu dekade lalu dominasi Jember sudah mulai redup, kalah dengan wilayah lain di Tapal Kuda. Jangankan bersaing dengan Banyuwangi yang melesat jauh, dibandingkan dengan Bondowoso pun kini jauh tertinggal.

Bukan tanpa alasan Jember kini tertinggal dari sisi wisatawan dengan daerah lain di Tapal Kuda. Sebab selama tiga kali kepemimpinan bupati terakhir, kepala daerah di sana selalu berganti tanpa fokus pembangunan jangka panjang. Imbasnya, tiap lima tahun, Jember selalu mengubah arah visi kota sesuai pemimpin baru yang terpilih.

Alih-alih melanjutkan program bupati pendahulunya, mereka cenderung menggarap sektor baru yang disenangi dan lebih mengedepankan pencitraan diri. Bahkan saat saya pulang ke Banyuwangi dan melintas di Jember, daerah ini menjadi asing buat saya. Semua ornamen kotanya bernuansa pink. Mulai gerobak penjual di pinggir jalan hingga ambulance milik Pemda.

Jadi ya, jangan heran jika wisata di sana makin kalah dengan daerah lain. Sebab, arahnya jadi nggak jelas.

BACA JUGA: Jember Cocok untuk Slow Living asal Hal-hal Ini Diperbaiki Dulu

Wisata di Jember wajib diperhatikan

Saya akui Jember memiliki potensi wisata besar untuk kunjungan wisatawan. Bahkan Banyuwangi saja meniru apa yang Jember lakukan untuk menggaet wisatawan.

Sebut saja Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang lahir dari inisiasi Pemda Banyuwangi yang menggandeng Dynand Fariz yang merupakan pendiri Jember Fashion Carnaval (JFC)  sejak 2003 hingga sukses menjadi karnaval fesyen jalanan terbesar di Indonesia. Selain JFC, Jember juga memiliki potensi lain yang bisa dikunjungi wisatawan.

Baca Juga:

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

Mulai destinasi wisata pantai di pesisir selatan, hingga destinasi wisata gunung yang ada di sisi utara. Bahkan wisatawan juga bisa menikmati beberapa destinasi peninggalan kolonial Belanda yang bisa dijadikan referensi wisata edukasi di Jember.

Ragam potensi itu tentu saja jika digarap serius akan menjadi potensi besar alasan wisatawan yang datang ke Jember. Sayangnya segala potensi itu kurang maksimal digarap imbas tidak ada pandangan jangka panjang pemangku kebijakan.

BACA JUGA: Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

Fokus bandingin wisata, tapi lupa brandingnya

Di era Bupati Muhammad Fawait saat ini, Jember semakin kehilangan jati diri. Statemen yang beliau keluarkan di media selalu tentang perbandingan. Dan anehnya, selalu membandingkan dengan Banyuwangi, dan berkata bahwa Jember lebih digdaya ketimbang Banyuwangi.

Tapi semua orang tahu, Banyuwangi sudah jauh lebih unggul terkait wisata. Branding Kota Santet yang dulu menempel kini runtuh pelan-pelan, tergantikan Kota Sunrise. Pemerintahnya serius dalam perkara memperbaiki wisata. Masih ada bolong sana-sini, betul, tapi tak bisa dimungkiri, Banyuwangi kini jauh lebih ngeri.

Jember jika tidak mau berbenah, selamanya akan tertinggal dengan daerah lain. Apalagi jika Pemda tidak segera punya fokus jangka panjang untuk membuat target pengelolaan wisata di masa mendatang. Jangan sampai setiap ganti pimpinan, fokusnya selalu berubah. Jika itu tetap dibiarkan, saya yakin Jember akan makin disalip daerah lain di Tapal Kuda.

Tidak hanya itu saja Pemda Jember juga perlu membenahi berbagai masalah yang masih dikeluhkan wisatawan. Termasuk masalah tarif masuk destinasi wisata yang dianggap mahal oleh pengujung. Jika keluhan itu diabaikan, bukan tidak mungkin wisatawan akan kapok. Kalau nanti pariwisatanya berkawan sepi, siapa yang rugi?

Ya tentu saja bukan Banyuwangi.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jatuh Cinta Berkali-kali pada Jember, meski Sensasi Hidup di Kota Ini Begitu Nano-nano

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2026 oleh

Tags: Banyuwangidaerah tapal kudajemberwisata di jember
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu Mojok.co

Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu

2 November 2023
Kecamatan Ambulu, Sebenar-benarnya Tempat yang Paling Menggambarkan Kabupaten Jember

Kecamatan Ambulu, Sebenar-benarnya Tempat yang Paling Menggambarkan Kabupaten Jember

17 Juli 2024

Bakso Pecel dan Soto Pecel Menandakan Kuliner Banyuwangi Bergizi Seimbang

17 Februari 2021
Cara Cerdas Naik Bus Jurusan Surabaya-Jember supaya Terhindar dari Bus Rongsokan Tarif Mahal Mojok.co

Siasat Naik Bus Jurusan Surabaya-Jember supaya Nyaman dan Bebas Tarif Mahal

3 Januari 2025

Santet Banyuwangi Ternyata Kalah sama Pesona Bupati

20 April 2020
Menebak Alasan Mitos Santet Tumbuh Subur di Banyuwangi

Menebak Alasan Mitos Santet Tumbuh Subur di Banyuwangi

24 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.