Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jangan Pernah Terjebak Lampu Merah di Rawamangun, Bisa-bisa Berangkat Masih SD, Pulang-pulang Sudah Sarjana

Muhammad Fariz Akbar oleh Muhammad Fariz Akbar
21 Juni 2025
A A
Jangan Pernah Terjebak Lampu Merah di Rawamangun, Bisa-bisa Berangkat Masih SD, Pulang-pulang Sudah Sarjana

Jangan Pernah Terjebak Lampu Merah di Rawamangun, Bisa-bisa Berangkat Masih SD, Pulang-pulang Sudah Sarjana

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sebetulnya nggak tahu kondisi daerah lain gimana. Mungkin ada daerah yang lampu merahnya ngelebih-lebihin Rawamangun. Entah dari jumlahnya atau bahkan ngeselinnya. Tapi, berdasarkan penilaian dan pengamatan saya sendiri, lampu merah yang ada di Rawamangun sudah tergolong banyak. Kelewat banyak malah.

Harus saya akui, sebetulnya lampu merah di Rawamangun nggak ngeselin banget. Tata kotanya juga memang mengharuskan Rawamangun punya banyak lampu merah. Jalan dikit, ketemu pertigaan. Jalan dikit, ketemu perempatan. Nggak mungkin kan tiap persimpangan ada orang yang ngatur. Jadi, satu-satunya yang bisa diandelin ya lampu merah. 

Tapi yang namanya manusia, ya selalu saja ada perasaan nggak terima. Terlebih Rawamangun ini memang lampu merahnya kelewat banyak. Ya gimana nggak sebel ya.

Mari kita hitung sama-sama

Memangnya, sebanyak apa lampu merah di Rawamangun, kok saya bilang kelewat banyak? Oke, mari kita hitung sama-sama.

Jarak dari kantor BPKP sampai dengan perempatan Tugas itu 4 kilometer. Tapi, sepanjang jalan itu, sepanjang jalan Pemuda, ada 5 lampu merah. Persimpangan Pramuka, perempatan Sunan Giri, pertigaan arah Balai Pustaka, perempatan Arion, sampai di perempatan Tugas. Menurut saya, ini sih bukan jumlah yang wajar. Dan ini baru sebagian kecil dari Rawamangun. 

Selain itu, masih ada lampu merah di depan terminal Rawamangun, perempatan HKBP, rumah sakit Persahabatan, sampai Utan Kayu. Di sekitaran Rawamangunnya juga masih banyak. Misalnya, waktu sudah masuk ke daerah Cipinang Baru, Cipinang Kebembem, atau Jatinegara Kaum, itu juga masih banyak lampu merah. 

Itu semua daerah yang berbatasan dengan Rawamangun. Seperti saya bilang, ini karena di Rawamangun dan sekitarnya kebanyakan persimpangan. Entah itu pertigaan atau perempatan. Saking banyaknya, ada beberapa persimpangan yang saya rasa seandainya nggak ada lampu merahnya juga nggak masalah. Salah satunya perempatan di Pasar Sunan Giri. 

Untungnya lampu merah di Rawamangun nggak ruwet

Maksud saya nggak ruwet, kebanyakan lampu merah di Rawamangun tergolong santai. Saya bisa nilai, masih banyak daerah lain dengan lampu merah yang jauh lebih chaos. Serobot-serobotan lampu merah jelas masih ada, tapi nggak seberapa kalau dibandingkan dengan daerah lain yang saya tahu. 

Baca Juga:

Jakarta Timur Tidak Hanya Rawamangun, Ada Tempat Lain yang Juga Layak Jadi Tempat Main  

Hidup di Solo Itu Damai, sebab Tak Ada Teror Klakson di Lampu Merah di Solo

Suara klakson nggak sampai sebising itu. Dan perlu diingat, lampu merah di Rawamangun itu banyak. Durasinya sendiri juga sebetulnya nggak terlalu sebentar. Masih tergolong lama. Yang sering saya alami itu kena dua kali lampu merah dalam satu kali antre. Misalnya, kita nyampe di lampu merah di posisi lampu lalu lintasnya merah. Nah, karena posisi kita terlalu belakang, kita belum sempat lewat lampu lalu lintasnya, sudah keburu merah lagi. 

Mungkin karena saya sudah biasa, jadi nggak begitu emosi. Kalau buru-buru, jadi agak gelisah saja. Tapi ya bingung mau gimana lagi. Memang Rawamangun bukan buat orang yang buru-buru. Mau sengebut apa pun bawa kendaraannya, pasti nanti ketemu lampu merah dan mau nggak mau berhenti sebentar. 

Titik yang paling tinggi kemacetannya 

Sepengamatan saya, titik lampu merah dengan kemacetan paling parah di Rawamangun dan sekitarnya adalah lampu merah di perempatan Utan Kayu. Hampir tiap sore, macetnya bisa sampai kira-kira 800 meter. Dari perempatan Utan Kayu, sampai perempatan di Pasar Sunan Giri. Ya wajar sih, jalanan cuma muat dua mobil, di depan kampus UNJ, di depan TPU pula. 

Kalau lagi musim lebaran atau musim nyekar, makin-makin itu macetnya di sana. Banyak mobil parkir di pinggir TPU Kemiri. Sementara, jumlah kendaraan yang melintas nggak berkurang juga. Ya sudah, tinggal terima nasib. Apalagi yang bawa mobil. Yang bawa motor sih bisa selap-selip. 

Di titik lampu merah yang lain nggak semacet di perempatan Utan Kayu ini. Mungkin karena jalannya cukup besar. Tapi ya tetap saja, namanya lampu merah mah perlu berhenti. Paling nggak, kalau lagi apes, seminimal-minimalnya perlu nunggu 30 detik sampai satu menit. Mungkin nggak bisa dibilang apes juga. Ladang pahala boleh lah. Biar semakin banyak istigfar. 

Yah, begitulah Rawamangun. Tempat ini memang tidak cocok untuk orang yang buru-buru, dan hanya untuk orang yang kelewat sabar. Yang penting jangan sampai kejebak macet di lampu merah di Rawamangun sih. Bisa-bisa, berangkat SD, pulang udah kelar S2.

Penulis: Muhammad Fariz Akbar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Hal yang Bikin Rawamangun Terlihat Superior ketimbang Daerah Lain di Jakarta Timur

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2025 oleh

Tags: Lampu Merahrawamangun
Muhammad Fariz Akbar

Muhammad Fariz Akbar

ArtikelTerkait

Menerka Alasan Pelosok Sulawesi Jarang Ada Lampu Merah Mojok.co

Menerka Alasan Pelosok Sulawesi Jarang Ada Lampu Merah

27 Januari 2024
lampu merah

Ini Loh Faedahnya Lampu Merah Berdurasi Lama

30 September 2019
buru-buru

Habis Telat Terbit Buru-Buru dan Bunyi Klakson di Lampu Merah yang Masih 5 Detik

2 Maret 2020
UNJ Kampus yang Nggak Ramah Pejalan Kaki, tapi Ramah ke Pengendara Mobil Mojok.co

UNJ Kampus Negeri yang Nggak Ramah Pejalan Kaki, tapi Ramah ke Pengendara Mobil

13 Februari 2024
5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Jokowi kalau Jadi Pensiunan di Solo Mojok.co kota solo umk solo

Hidup di Solo Itu Damai, sebab Tak Ada Teror Klakson di Lampu Merah di Solo

15 Mei 2025
Mamuju Tengah: Miniatur Indonesia di Pulau Sulawesi yang Tidak Punya Lampu Merah

Mamuju Tengah: Miniatur Indonesia di Pulau Sulawesi yang Tidak Punya Lampu Merah

23 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan 

12 Januari 2026
Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA Mojok.co

Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA

9 Januari 2026
Laweyan Solo, Kecamatan yang Jarang Dibicarakan padahal Nggak Kalah dari Banjarsari

Laweyan Solo, Kecamatan yang Jarang Dibicarakan padahal Nggak Kalah dari Banjarsari

8 Januari 2026
Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Hal Unik yang Hanya Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk di Jogja, Pasti Bikin Kalian Geleng-geleng

8 Januari 2026
Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026
4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim
  • Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan
  • Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa
  • Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua
  • Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.