Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Olive Fried Chicken Boleh Didapuk sebagai Makanan Khas Jogja, tapi Tolong Jangan Dijadikan Oleh-oleh

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
30 September 2023
A A
Olive Fried Chicken Boleh Didapuk sebagai Makanan Khas Jogja, tapi Tolong Jangan Dijadikan Oleh-oleh Jogja

Olive Fried Chicken Boleh Didapuk sebagai Makanan Khas Jogja, tapi Tolong Jangan Dijadikan Oleh-oleh (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kenapa harus bawain oleh-oleh Olive Fried Chicken, sih? Kan ayamnya udah dingin. Kayak nggak ada oleh-oleh Jogja lainnya aja.

Bisa jadi saat ini Olive Fried Chicken merupakan makanan paling populer di Jogja. Saking populernya Olive, fried chicken lokal satu ini digadang-gadang sebagai salah satu makanan khas Jogja. Kalau mau diurutkan, Olive berada pada peringkat ketiga makanan khas jogja yang paling populer, di bawah bakpia dan gudeng tentunya.

ADVERTISEMENT

Perkara Olive Fried Chicken didapuk sebagai makanan khas Jogja, saya nggak mau mendebat sama sekali. Saya termasuk orang yang cukup sepakat dengan hal itu. Akan tetapi, saya bisa banyak berargumen soal Olive yang dijadikan oleh-oleh Jogja. Perihal Olive dijadikan oleh-oleh, saya bersedia berdebat semalam suntuk untuk mematahkan pandangan tersebut.

Bukan, bukan karena lidah saya tak cocok dengan ayam dari Olive. Melainkan ada beberapa pertimbangan yang membuat saya kurang setuju bila Olive Fried Chicken dijadikan oleh-oleh Jogja. Apa saja itu?

Masih banyak oleh-oleh Jogja selain Olive Fried Chicken

Pangsa pasar Olive Fried Chicken jelas bukan wisatawan yang ingin membelikan oleh-oleh untuk orang terkasih. Pangsa pasar Olive itu orang yang mau makan ayam goreng tepung dengan harga terjangkau. Dan mahasiswa yang berkantong tipis termasuk pangsa pasar Olive mengingat harga seporsi Olive memang kelewat murah.

Andai Olive tak sengaja mengambil ceruk pasar wisatawan yang mau membeli oleh-oleh, kasihan dong UMKM yang sudah menjual buah tangan khas Jogja sejak lama, penjual bakpia misalnya. Sedikit banyak bakal mempengaruhi hasil penjualan UMKM yang produknya diposisikan sebagai oleh-oleh bagi wisatawan.

Rasanya kurang lebih sama seperti fried chicken pada umumnya

Salah satu hal yang ditawarkan dari oleh-oleh suatu daerah adalah keunikannya, misalnya gudeg kaleng. Gudeg ini memiliki cita rasa manis khas dari gula aren. Jarang sekali ada makanan berat dari daerah lain yang memiliki cita rasa mirip gudeg.

Sementara itu cita rasa dari Olive Fried Chicken ini sama seperti ayam goreng tepung pada umumnya. Kita nggak harus pergi ke KFC atau McD hanya untuk menemukan hidangan yang mirip di Olive. Cukup cari ayam goreng di Hisana atau Sabana dekat rumah kalian, rasanya kurang lebih sama dengan produk Olive.

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

Intinya, soal rasa, Olive ya begitu-gitu saja. Rasanya persis kayak gerai ayam goreng KFC tier dua lainnya. Nggak ada sesuatu yang istimewa dan menonjol. Tapi bukan berarti rasa Olive nggak enak, ya. Olive enak kok, hanya saja Olive nggak punya faktor pembeda yang signifikan dengan produk pesaingnya soal cita rasa.

Olive Fried Chicken kurang fresh kalau dijadikan oleh-oleh

Bagi saya, tempat dan waktu terbaik makan ayam goreng tepung itu ya di gerainya langsung ketika baru disajikan soalnya ayamnya masih sangat fresh untuk disantap. Apalagi kalau ayamnya masih anget-angetnya baru diangkat dari penggorengan, wah mantap betul. Saya pasti lahap banget tuh makan ayam dengan kondisi seperti itu.

Berbeda dengan kondisi ayam Olive yang dijadikan oleh-oleh. Ayamnya sudah nggak hangat lagi kayak sikap gebetan gara-gara kelamaan di perjalanan. Menurut saya, ayam goreng tepung yang dikonsumsi ketika sudah adem dapat menurunkan kenikmatannya sekitar 10-15 persen.

Bikin bingung orang yang dikasih oleh-oleh

Orang yang tahu bahwa Olive Fried Chicken saat ini dinormalisasi untuk dijadikan oleh-oleh Jogja nggak sebanyak yang kamu bayangkan. Mungkin mayoritas yang tahu hanya orang-orang Jogja dan sekitarnya. Atau paling mentok orang yang pernah tinggal di Kota Pelajar. Di luar itu, saya belum yakin kalau banyak yang tahu hal tersebut.

Tak perlu jauh-jauh tanya orang Jawa Barat dan Jabodetabek tentang hal itu, cukup tanya orang Semarang dan sekitarnya saja. Saya yakin belum banyak juga yang tau kalau Olive saat ini dijadikan oleh-oleh Jogja. Keadaan tersebut dapat membuat orang yang dikasih oleh-oleh berupa Olive bakal melongo, bukan malah senang atau bahagia.

Ekspresi melongo ini disebabkan oleh kebingungan. Mereka bertanya-tanya dalam hati, kok bisa ya seporsi ayam goreng dijadikan oleh-oleh. Kayak nggak ada aja ayam goreng di daerah lain.

Begitu sekiranya aneka pertimbangan yang membuat saya kurang setuju bila Olive Fried Chicken dijadikan oleh-oleh khas Jogja. Maka dari itu, nggak perlu sok hipster jika mau membelikan oleh-oleh khas Jogja. Toh, orang-orang yang berharap dibawakan oleh-oleh Jogja keinginannya nggak aneh-aneh, kok. Paling ekspektasinya tak jauh-jauh dari bakpia atau oleh-oleh Jogja mainstream lainnya.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Orang Nggak Asyik yang Sebaiknya Nggak Makan di Olive Fried Chicken.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 September 2023 oleh

Tags: JogjaOleh-OlehOlive Fried Chicken
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Kemacetan Jalan Pintas Monjali ke Jalan Palagan Sleman, Bukti Nyata Jogja Salah Urus

Kemacetan Jalan Pintas Monjali ke Jalan Palagan Sleman, Bukti Nyata Jogja Salah Urus

28 Februari 2024
Tips Jelajah Jogja Solo dan Sebaliknya, Nggak Perlu Ribet Bawa Kendaraan dengan Fitur Ini Terminal Mojok.co (Unsplash.com)

Tips Jelajah Jogja-Solo dan Sebaliknya, Nggak Perlu Ribet Bawa Kendaraan dengan Fitur Ini

24 Maret 2023
Nggak Usah Sok Ngomong Bahasa Jawa Saat Belanja di Malioboro, Nggak Semua Pedagangnya Orang Jawa Kok!

Malioboro Tanpa Kendaraan Bermotor: Memangnya Sudah Siap?

27 Oktober 2020
bahasa di wakatobi pelestarian lingkungan sepak bola bajo club wakatobi poasa-asa pohamba-hamba mojok

Wakatobi, Surabaya, dan Jogja: Mana yang Lebih Layak untuk Ditinggali?

29 November 2020
3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

15 Mei 2024
5 Rekomendasi Gudeg Emperan Murah dan Enak di Jogja terminal mojok

5 Rekomendasi Gudeg Emperan Murah dan Enak di Jogja

6 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.