Jangan Asal Pakai Sabun untuk Mencuci Motor kalau Nggak Mau Bodi Motor Kusam – Terminal Mojok

Jangan Asal Pakai Sabun untuk Mencuci Motor kalau Nggak Mau Bodi Motor Kusam

Artikel

Avatar

Mencuci motor bisa menjadi salah satu cara buat mengisi waktu luang ketika kegabutan menyerang. Sering kali saya lebih milih buat nyuci motor sendiri daripada membawanya ke tukang cuci steam. Soalnya dengan mencuci motor sendiri, saya jadi lebih tahu dan hapal setiap lekuk bagian-bagian motor. Bahkan beberapa kali, saya menemukan sesuatu yang aneh atau kerusakan ketika sedang mencuci motor.

Misalnya, saya pernah menemukan paku yang menancap di ban motor padahal saat itu kondisi ban tubeless motor saya oke-oke aja. Ya meskipun sedikit kurang angin, sih. Terus di lain waktu saat sedang mencuci motor, saya baru tahu kalau tutup pentilnya nggak ada. Saya yakin banget deh, tutup pentilnya nggak dipasang lagi sewaktu nambah angin. Hedehhh~

Meskipun udah bertahun-tahun mencuci motor sendiri, jujur aja kalo soal penampilan bodi motor saya kurang peduli. Yang penting motor bersih aja. Makanya motor saya kusam, catnya udah pada luntur. Usut demi usut ternyata kekusaman dan kelunturan cat motor saya disebabkan dari sabun yang saya pakai. Waduh-waduh~

Deterjen dan sabun colek

Awal punya motor baru, saya pengen banget motor saya selalu terlihat bersih. Nggak ada kotoran bekas hujan apalagi sampai ada tanah lumpur yang menempel di motor. Beberapa kali saya mencuci motor dengan menggunakan deterjen karena barang itu paling gampang saya temukan di rumah.

Tapi, saya ditegur oleh bapak, bahwa mencuci motor menggunakan deterjen tuh nggak baik. Butiran deterjen yang nggak larut malah bikin bodi motor jadi baret-baret halus. Nah, semenjak itu saya mulai berhenti menggunakan deterjen untuk mencuci motor. Terus saya malah beralih ke sabun colek.

Alasan saya pakai colek karena barang ini juga paling gampang didapatkan di rumah. Ya tinggal colek aja gitu. Bahkan beberapa kali saya mengira mencuci motor dengan sabun colek nggak bakal menggores bodinya lantaran sabun colek punya tekstur lebih halus daripada deterjen. Saya nggak terlalu memperhatikan efek yang terjadi pada saat itu.

Perkiraan saya itu ternyata salah besar pas saya membaca artikel tentang sebuah tips dalam merawat kendaraan—khususnya roda dua. Ternyata sama halnya dengan deterjen, sabun colek juga nggak baik buat dipakai mencuci motor karena lama kelamaan akan mengikis lapisan pernis pada cat.

Dengan begitu bodi motor akan nampak kusam alih-alih mengkilat ketika selesai dicuci. Saya baru menyadari hal itu ketika ada efek lain di bodi motor setelah mencucinya dengan sabun colek. Yakni, ada semacam bercak putih kayak jamur, dan ketika dilap menggunakan kanebo, bercak itu tetap membandel.

Sebenarnya, boleh saja mencuci dengan menggunakan sabun colek, tapi di bagian motor yang terkena oli. Misalnya bagian kolong spakbor, lengan ayun yang kecipratan oli dari rantai, atau bagian bawah mesin—motor bebek/sport—yang menumpuk kotoran berupa tanah dan pasir jalanan. Untuk membersihkan hal-hal itu, sabun colek atau deterjen akan lebih efektif dibandingkan sabun lain.

Sampo rambut dan sabun cuci piring

Setelah move on dari sabun colek dan deterjen, saya pindah ke sampo rambut dan sabun cuci piring. Alasan saya karena banyak teman dan kolega yang memberi testimoni positif ketika habis mencuci motor mereka setelah menggunakan sampo buat keramas dan sabun cuci piring. Ketika pertama kali saya coba menggunakan sabun cuci piring, busanya itu loh, melimpah banget.

Mencuci motor jadi lebih enak dan kotoran jadi mudah terangkat. Jangankan kotoran berupa tanah atau pasir, kotoran berupa minyak atau oli pun dengan mudah langsung terangkat. Wah, benar saja apa iklan di TV seperti lemak-lemak di piring mudah terangkat dan kesat dengan seketika. Saya mendapatkan kenyataan itu saat mencuci motor.

Hasilnya juga lebih terlihat mengkilat ketimbang mencuci motor dengan sabun colek. Apalagi kalau menggunakan sampo rambut, selain mengkilat, itu bodi motor sampai ada aromanya.~

Secara instan, memang efeknya kelihatan tapi ternyata secara jangka panjang ada efek negatifnya juga. Lama kelamaan proteksi cat bawaan pabrik juga ikut terangkat. Kandungan kondisioner yang terdapat pada sampo rambut nggak mengandung formula proteksi di bawah sinar matahari untuk bodi motor.

Meskipun kenyataanya sampo rambut dan sabun cuci piring dinilai nggak sesuai buat mencuci motor, saya mah tetap aja pakai itu. Soalnya saya udah terlanjur menggunakan keduanya sejak lama dan bodi motor saya udah sampai pada/ fase cat luntur. Ya udah, biarin aja, namanya jga motor rakitan 2008. Yang penting mesinnya tetap lancar jaya. Heheheee~

Sampo motor

Beberapa kawan saya yang lain, nggak mau pusing cari-cari alternatif sabun lain buat mencuci motornya. Bagi beberapa kawan saya itu mencuci motor dengan sampo khusus motor adalah pilihan yang paling tepat. Klaim menjadikan bodi motor lebih mengkilat, melindungi bodi motor dari debu, dilapisi dengan wax, PH seimbang, bukanlah sebuah klaim main-main.

Pastinya dalam sebuah merek sampo khusus motor tersebut memang sudah diformulasikan secara khusus dan tentu saja ada riset yang dilakukan oleh team R&D dari pabrikannya. Selain khasiatnya yang sudah pasti terjamin dan optimal, jenisnya pun bervariatif. Misalnya, di zaman sekarang ini pabrikan motor gencar banget mengeluarkan produknya dengan cat jenis doff atau disebut juga cat jenis matte.

Nah, beberapa produsen sampo motor pun menciptakan juga sampo khusus motor yang bercat doff. Jadi, buat kawan-kawan yang punya motor bercat doff, sebaiknya hindari penggunaan sampo motor yang ada kandungan wax-nya. Wax ini adalah sejenis bahan lilin yang sering digunakan sebagai lapisan cat motor.

Efeknya membuat motor yang bercat glossy akan lebih mengkilat. Nah, emangnya mau karakteristik dari cat doff itu berkurang? Kan nggak, dong. Yok, ayok… Buat kawan-kawan yang motornya masih mulus, yang suka mencuci pake sabun colek, dan sebelum motornya kusam kek motor saya, masih ada kesempatan nih buat balik ke jalan yang benar. Wqwqwq~

BACA JUGA Punya Honda Astrea Nganggur di Rumah? Jangan Dijual, Restorasi Aja dan tulisan Allan Maullana lainnya.

Baca Juga:  Restorative Justice: Cara Menyelesaikan Perkara Pidana tanpa Pengadilan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
3


Komentar

Comments are closed.