Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Solo-Jogja Terus-terusan Gelap, Sengaja atau Masa Bodoh? Nggak Sadar kalau Sudah Banyak Nyawa Meregang Gara-gara Kecelakaan?

Widodo Surya Putra oleh Widodo Surya Putra
26 April 2025
A A
Jalan Solo-Jogja Terus-terusan Gelap, Sengaja atau Masa Bodoh? Nggak Sadar kalau Sudah Banyak Nyawa Meregang Gara-gara Kecelakaan?

Jalan Solo-Jogja Terus-terusan Gelap, Sengaja atau Masa Bodoh? Nggak Sadar kalau Sudah Banyak Nyawa Meregang Gara-gara Kecelakaan?

Share on FacebookShare on Twitter

Awal April 2025, di jagat medsos X ada netizen menulis dengan nada keheranan: “Lama gak lewat Jalan Solo-Jogja, kok ini gelap bgt ya? Apa lampu kota juga kena efisiensi?” Baca cuitan itu, saya langsung ngerti kalo netizen itu pasti berkata jujur, karena situasi gelapnya jalan Solo-Jogja memang nyata adanya.

BTW, ini sama sekali nggak ada kaitan sama sakit hati gara-gara jagoannya kalah di Pilpres kemarin lho ya. Ini murni kritik.

Begini ya, jalanan umum, apalagi sekelas jalan Solo-Jogja seharusnya dibuat senyaman dan seterang mungkin karena kelas jalan itu notabene jalan antarprovinsi. Cuma, memang kesannya agak mustahil sih kalau bicara soal “nyaman” melihat fakta kondisi jalan Solo-Jogja. Selama belasan tahun melintasi jalan penghubung Solo-Klaten-Yogyakarta itu yang nggak cuma gelap, tapi juga berlubang di sana-sini dengan berbagai ukuran dan kedalaman.

Nah, kalo kita mau bicara soal penerangan jalan, kok saya sepakat sama netizen X yang pasang keluhan tadi. Sebab, literally sebagian kondisi jalan di sana memang gelap, bahkan di beberapa titik kayak creepy dan bikin merinding suasananya. Ibarat kata, lampu penerangan kayak dibuat seadanya saja. Seolah nggak peduli sama kenyamanan berkendara, juga keselamatan pengguna jalan.

Saya bisa dengan mantap bilang “seadanya” karena faktanya beberapa ruas jalan. Terutama kalau kalian melintasi area depan Kopassus Kandang Menjangan sampai sekitar Prambanan, kalian akan setuju karena penerangan jalan kalo nggak redup, mati lampu, ya beneran tanpa lampu. Padahal, penerangan jalan sangatlah penting terutama pas berkendara malam hari. Supaya apa? supaya pengguna jalan bisa melihat dengan jelas kondisi jalan yang akan dan sedang dilalui. Lha kalo gelap, itu jalan raya atau kuburan?

Dugaan kenapa Jalan Solo-Jogja dibiarin gelap 

Saya nggak bermaksud menuduh ya. Tapi lihat dengan mata kepala sendiri kondisi ruas jalan di beberapa titik yang memang gelap, izinkan saya bertanya kepada pihak yang berwenang, “Kalian (seperti sengaja) gelapin jalan itu buat apa sih?”

Dugaan pertama, juga yang paling sering muncul adalah efisiensi anggaran. Nah, saya nggak tahu apakah biaya penerangan jalan dipakai untuk keperluan penerangan jalan di sekitar rumah atau sampai ke jalanan umum.

Namun yang jelas, pengguna jalan Solo-Jogja yang pembayar pajak STNK rutin itu berhak atas penerangan jalan yang cukup ketika berkendara. Alasannya pun jelas, supaya jangan sampai mengalami kecelakaan. Atau malah (amit-amit) pulang tinggal nama karena kejeglong atau tabrakan sama sesama pengguna jalan lain karena kondisi gelap.

Baca Juga:

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Sematang Borang, Kecamatan Paling Menyedihkan di Palembang

Kondisi yang mengkhawatirkan ini masih diperparah dengan kebiasaan sebagian pengendara yang seenaknya saja melawan arus. Dengan alasan mlipir supaya menghemat waktu, plus kadang lampu utamanya mati. Layak dipisuhi nggak tuh?!

Jadi, semisal alasannya efisiensi, bagi saya alasan itu cuma omon-omon dari oknum yang berwenang, yang kurang paham skala prioritas. Kan nggak disuruh merombak Jalan Solo-Jogja secara besar-besaran. Cuma memastikan ketersediaan lampu penerangan saja, masa duit negara nggak cukup sih? Wong dipakai buat menggaji DPR saja lebih dari cukup kok.

Masa bodoh

Dugaan kedua memang pembiaran atau sikap masa bodoh. Mungkin kalau kondisi jalanan gelap karena lampu padam atau tiang ketabrak truk sampai tumbang atau penyok, hal itu masih bisa dimaklumi, asal perbaikan segera dilakukan. Tapi, kalau udah bertahun-tahun ada jalanan masih gelap karena nggak ada penerangan, apa lagi dugaan yang pas kalo bukan pembiaran atau masa bodoh? Atau jangan-jangan, suka ya kalo pada berjatuhan karena celaka di jalan? Amit-amit jangan sampai ada beneran niatan jahat kayak begini ya!

Tapi, kalo beneran sampai ada yang masa bodoh, kok ya kebangetan ngawurnya? Sudah digaji negara, masak tetap membiarkan hal tersebut? Apa mau nunggu sampai terjadi kecelakaan fatal yang merenggut nyawa baru pada melek dan tergugah nuraninya?

Oya, Jalan Solo-Jogja yang gelap atau temaram juga pastinya cepat atau lambat mengundang niat orang berbuat jahat. Kondisi hati yang gelap, ditambah pikiran mumet dan ruwet melihat jalanan gelap, sungguh kombinasi yang sempurna buat melakukan aksi kejahatan dalam berbagai bentuk. Dampaknya jangan ditanya, bisa bikin trauma seumur hidup!!

Kami perlu tindakan segera, sebelum jatuh banyak korban

Mengakhiri tulisan ini, siapa tahu nanti pejabat terkait membaca, tolonglah woy Pak atau Ibu Pejabat yang terhormat, jadikanlah penerangan Jalan Solo-Jogja sebagai program yang urgent. Sebelum jatuh banyak korban hanya karena satu alasan yang sama sekali nggak bermutu: nggak ada lampu!

Lagipula, kalo nantinya sampai jatuh korban, seperti yang sering terjadi, apakah beliau-beliau yang mengabaikan penerangan jalanan umum mau bertanggung jawab? Mau sampai kapan nyalahin pengguna jalan meskipun kadang ada faktor kelalaian?

Ya, kami perlu tindakan segera. Sebab, sudah lama sekali kondisi gelapnya Jalan Solo-Jogja yang terkesan diabaikan atau sengaja dibiarkan gelap, entah karena alasan apa. Kalo perlu, aliran dana untuk program yang kurang penting bisa dibelokkan dulu untuk mengatasi problem klasik gelapnya jalanan Solo-Jogja kalo malam. Sebelum dampaknya semakin parah, fatal, dan nggak termaafkan lagi.

Penulis: Widodo Surya Putra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 April 2025 oleh

Tags: jalan berlubangjalan solo-jogjapenerangan
Widodo Surya Putra

Widodo Surya Putra

Seorang suami dan jurnalis wannabe.

ArtikelTerkait

Jalan Pucuk-Blimbing Lamongan, "Raja Terakhir" Jalur Berbahaya di Lamongan

Jalan Pucuk-Blimbing Lamongan, “Raja Terakhir” Jalur Berbahaya di Lamongan

18 Februari 2024
Romantisnya Rute Jogja-Purworejo-Kebumen yang Penuh Jalan Berlubang Sana-sini terminal mojok.co Lumajang

Romantisnya Rute Jogja-Purworejo-Kebumen yang Penuh Jalan Berlubang Sana-sini

1 Februari 2021
lubang di jalan jalanan rusak jalan berlubang mojok

Jalan Berlubang padahal Baru Diperbaiki: Fenomena yang Perlu Dipertanyakan

13 Januari 2021
Gerakan Warga Menambal Jalan Lamongan Cerminan Betapa Muak Warga terhadap Pemerintah Mojok.co

Gerakan Warga Menambal Jalan di Lamongan Cerminan Betapa Muak Warga terhadap Pemerintah

18 Februari 2025
Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk

Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk

20 September 2024
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.