Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Simbang Kabupaten Pekalongan Rusak Parah Membuat Seporsi Cilok Kuah Saya Tak Pernah Sampai Rumah

Elif Hudayana oleh Elif Hudayana
9 Juni 2025
A A
Jalan Simbang Kabupaten Pekalongan Rusak Parah Membuat Seporsi Cilok Kuah Saya Tak Pernah Sampai Rumah

Jalan Simbang Kabupaten Pekalongan Rusak Parah Membuat Seporsi Cilok Kuah Saya Tak Pernah Sampai Rumah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak akan pernah melupakan hari di mana Jalan Simbang Kabupaten Pekalongan merenggut seporsi cilok kuah yang saya idam-idamkan…

Membaca curhatan putus asa dan flexing tipis-tipis Bung Arsyad tempo hari menyoal Jalan Imam Bonjol Pekalongan dan motor barunya, bikin saya nostalgia dengan kenangan pahit sendiri. Sedikit bergeser ke arah selatan, rupanya pemerintah Kabupaten Pekalongan juga nggak kalah ngeselinnya dengan Pemkot Pekalongan. Saya tidak pernah menyangka, semangkuk cilok kuah bisa jadi korban dari ambisi Pemkab memperbaiki jalan.

Di saat society mendesak saya segera menikah, saya malah diuji dengan hal yang lebih mendesak, Jalan Simbang di Kabupaten Pekalongan yang menuntut saya punya kesabaran tingkat dewa. Dowo ususe. Dengan Beatstreet keluaran 2023 yang agak oleng saat berpacu di Pantura, saya melalui Jalan Simbang penuh perhitungan.

Bukan karena motor saya masih baru dan takut lecet, tapi ada semangkuk cilok kuah yang perlu saya jaga seperti Malika. Tapi tiba-tiba, DUK! Lubang kecil tapi berderet di Jalan Simbang Kabupaten Pekalongan itu bikin kuah cilok yang saya idam-idamkan tumpah!

Semangkuk kebahagiaan dalam cilok kuah

Mungkin menurutmu, saya terlalu lebay karena merasa sedih hanya karena jajan seharga Rp10 ribuan. Tapi sini dengerin dulu, biar kamu tahu duduk perkaranya.

Bagi saya yang penuh perhitungan dan kehati-hatian, memutuskan membeli cilok kuah saat jam pulang kerja adalah hal luar biasa. Siang itu ada kabar kurang menyenangkan dari kantor karena kebijakan efisiensi. Seperti cerita-cerita di novel, langit seakan turut bersedih sampai hujan turun sangat deras.

Bukan kebiasaan saya rela mengantre jajan pinggir jalan. Tapi entah kenapa, hari itu, sepanjang perjalanan pulang yang terpikirkan di otak saya adalah menikmati hangat dan segarnya cilok kuah sebagai obat dari semua keruwetan rapat kantor.

FYI, cilok kuah termasuk jajan langka di daerah saya. Kebanyakan hanya cilok gerobak biasa dari bumi Pasundan. Dan sependek pengamatan saya, penjual yang saya tuju itu adalah pionirnya. Waktu itu adalah kali kedua saya membelinya, jadi kenikmatannya bisa saya bayangkan dengan nyata.

Baca Juga:

Pekalongan (Masih) Darurat Sampah: Ketika Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Menyapa Saya Saat Pulang ke Kampung Halaman

Pindang Tetel: Makanan Khas Pekalongan yang Nggak Masuk Akal tapi Wajib Dijajal

Untuk seporsinya, ada cilok dengan beragam varian. Dari cilok polosan, isian keju, ayam, mozarella, telur, hingga mercon alias cabai. Kuah beningnya bertabur potongan daun bawang dan seledri. Tak lupa, si mamang yang bloboh ngasih daun bawang tanpa perhitungan. Sebuah kenikmatan hakiki. Air liur saya sampai menetes saat menunggu pesanan saya dibungkus.

Sayangnya, saya nggak lulus ujian melewati Jalan Simbang Kabupaten Pekalongan. Sepertinya, pemerintah tak menghendaki saya menikmatinya dan harus menelan kesedihan efisiensi. Jalanan rusak itu membunuh cilok kuah saya perlahan.

Tambalan Jalan Simbang Kabupaten Pekalongan yang setengah hati

Sebenarnya kerusakan jalan dari daerah Watusalam, Simbang, hingga Buaran bukan hal yang baru lagi. Saking biasanya, bos batik dan pekerjanya di sana pasti sudah bisa menghindari lubang di jalan sekalipun sambil tutup mata.

Saya pun hampir memiliki kemampuan tersebut, kalau saja Pemkab tidak menghalangi keseriusan saya menghafal jalan berlubang. Menjelang lebaran Idulfitri, lubang penuh dosa itu ditambal. Ya meskipun perbaikannya terkesan asal-asalan karena tampak topografi baru, menciptakan gelombang sana-sini.

Sesuai dugaan, mulusnya jalan daerah itu hanya bertahan sebentar seperti THR yang cuma numpang lewat. Saya kembali harus menghafal jalan rusak dari nol. Saat itulah cilok saya harus berakhir di sana.

Saya nggak yakin ini proyek perbaikan jalan atau gladi resik untuk lomba ngindar lubang nasional. Belum Lebaran lagi saja, Jalan Simbang Kabupaten Pekalongan itu kembali rusak. Lubang yang kecil tapi berderet itu nggak kalah mengganggunya dengan lubang besar dan dalam.

Oh, jangan salah paham dulu. Lubang besar tentunya tetap ada. Sudah berulang kali juga saya melihat kendaraan yang harus rem mendadak karena menghindari si maut. Bahkan, warga setempat juga nandur kursi dan barang lain di tengahnya demi menghindari kecelakaan.

Belum lagi saat setelah hujan dan penuh kubangan, hafalan kami akan diuji nyata. Seperti quote yang banyak beredar di Instagram, “sedikit demi sedikit lama-lama sakit”.

Rakyat terus berkorban gara-gara jalan berlubang

Bagaimana bisa pemerintah merenggut kebahagiaan seporsi cilok kuah saya lewat Jalan Simbang Kabupaten Pekalongan? Bayangkan saya harus menahan malu karena kuahnya tumpah di mana-mana. Walaupun bisa berbaur dengan sisa air hujan, saya harus pulang dengan hati yang hancur.

Kenapa rakyat harus terus berkorban demi jalan berlubang? Kalau jalan ini bisa bicara, dia pasti akan minta maaf ke cilok saya. Semoga ke depan, hanya hati saya yang tumpah, bukan lagi cilok kuah saya. Karena jika jalan rusak masih terus jadi makanan harian rakyat, mungkin cilok bukan satu-satunya yang akan tumpah. Kepercayaan kami juga.

Penulis: Elif Hudayana
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalan Imam Bonjol Pekalongan Memaksa Saya Ganti Motor: Baru Ganti Motor Sebulan Udah Masuk Bengkel.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2025 oleh

Tags: Jalan Simbang Kabupaten PekalonganKabupaten Pekalongan
Elif Hudayana

Elif Hudayana

Seorang content writer. Tertarik dengan isu kesehatan mental dan parenting.

ArtikelTerkait

Sragi Pekalongan, Tempat Terbaik untuk Frugal Living di Jawa Tengah. Dijamin Cepat Kaya dan Bisa Bolak-balik Umrah kalau Tinggal di Sini

Sragi Pekalongan, Tempat Terbaik untuk Frugal Living di Jawa Tengah. Dijamin Cepat Kaya dan Bisa Bolak-balik Umrah kalau Tinggal di Sini

5 Maret 2024
Repotnya Orang Paninggaran Pekalongan di Perantauan karena Kerap Disalahpahami Orang-orang yang Nggak Paham Geografi

Repotnya Orang Paninggaran Pekalongan di Perantauan karena Kerap Disalahpahami Orang-orang yang Nggak Paham Geografi

15 Februari 2024
Tumpukan Sampah di Jembatan Se'an Simbang Gagal Merepresentasikan Pekalongan Kota Santri

Tumpukan Sampah di Jembatan Se’an Simbang Gagal Merepresentasikan Pekalongan Kota Santri

20 Juni 2025
Pindang Tetel: Makanan Khas Pekalongan yang Nggak Masuk Akal tapi Wajib Dijajal

Pindang Tetel: Makanan Khas Pekalongan yang Nggak Masuk Akal tapi Wajib Dijajal

8 Desember 2025
Pekalongan (Masih) Darurat Sampah: Ketika Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Menyapa Saya Saat Pulang ke Kampung Halaman

Pekalongan (Masih) Darurat Sampah: Ketika Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Menyapa Saya Saat Pulang ke Kampung Halaman

28 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.