Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Sayang Jatinangor, Jalan yang Nggak Sayang Nyawa Pengendara yang Melintas

Teza Salih Mauludin oleh Teza Salih Mauludin
2 Mei 2024
A A
Jalan Sayang Jatinangor, Jalan yang Nggak Sayang Nyawa Pengendara yang Melintas

Jalan Sayang Jatinangor, Jalan yang Nggak Sayang Nyawa Pengendara yang Melintas (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalan Sayang Jatinangor nggak sesuai dengan namanya. Jalan ini nggak sayang nyawa pengendara yang melintas karena punya banyak masalah.

Masalah Jatinangor sebagai salah satu kecamatan di Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) Kabupaten Sumedang memang pelik. Mulai dari tingginya angka curanmor yang dalam sebulan bisa raib 40 motor, minim trotoar dan JPO di saat mobil dan bus kontainer ramai lalu-lalang, hingga kurang optimalnya beberapa lampu penerangan jalan menjadi masalah yang tak kunjung rampung.

Memang ironis. Pada saat yang sama, Jatinangor dikenal sebagai kawasan pendidikan tinggi berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 583/SK-PIK/1989 tentang penetapan Jatinangor sebagai kawasan pendidikan tinggi. Ada dua PTN ternama di sini, yakni ITB dan Unpad, serta dua institusi pendidikan seperti IPDN dan IKOPIN. Empat kampus yang berdiri gagah berdampingan tersebut seolah belum merepresentasikan kemajuan Jatinangor.

Rusaknya Jalan Sayang Jatinangor menjadi salah satu contoh dari sekian banyak persoalan yang dialami Jatinangor. Jalan Sayang Jatinangor yang juga disebut Jalan Kolonel Ahmad Syam ini menjadi jalur penting mengingat jalan tersebut merupakan penghubung Kecamatan Jatinangor dengan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Jalan ini juga menjadi alternatif ke dua jalan nasional, yakni Jalan Bandung-Cirebon dan Jalan Bandung-Garut.

Sayangnya, masih banyak persoalan di Jalan Sayang Jatinangor yang membahayakan para pengguna jalan tatkala melewati jalan tersebut.

#1 Jalan Sayang Jatinangor rusak berlubang hingga setengah ruas jalan

Jalan Sayang Jatinangor yang letaknya kurang dari 500 meter dengan pintu gerbang Unpad ini akan terasa bedanya ketika mulai masuk pertigaan Jalan Sayang. Saat pertama masuk, pengendara akan disuguhi dengan sempitnya jalan yang mungkin hanya muat dua mobil kecil secara bersamaan. Terkadang saking sempitnya jalan di sana, para pengemudi mobil akan mengambil bahu jalan untuk menghindari gesekan atau hal tak terduga lainnya dengan sesama pengguna jalan.

Memang secara sekilas, kita akan menganggap Jalan Sayang Jatinangor sama seperti jalanan biasa pada umumnya dan terlihat aman-aman saja. Namun, tatkala maju beberapa meter pengendara akan disuguhi jalanan yang berlubang. Kerusakan jalan tersebut terjadi nggak hanya di satu atau dua titik. Bahkan yang paling mencengangkan ada lubang menganga mencapai setengah ruas jalan.

Tak ayal, saya pun sebagai pengguna jalan tersebut kadang mengantre untuk mengambil lajur yang lebih bagus. Cara ini saya pilih selain untuk membuat boncengan saya nyaman, juga mengantisipasi kerusakan pada kendaraan. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila pengendara yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi nggak mengetahui kondisi jalan tersebut. Tambah lagi nggak ada tanda jalan rusak dan di malam hari pencahayaannya minim.

Baca Juga:

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

Melansir data santunan Jasa Raharja tahun 2023, wilayah Jatinangor termasuk dalam 10 besar titik rawan kecelakaan di Jawa Barat. Bahkan data tersebut menunjukkan pelajar/mahasiswa merupakan kelompok dengan tingkat kecelakaan tertinggi dibandingkan dengan kelompok profesi lainnya. Hal ini tak lain karena sepeda motor 80% dijadikan kendaraan oleh mahasiswa untuk mobilisasi.

Pihak Pemkab Sumedang melalui Dinas PUPR sesungguhnya sudah melakukan perbaikan Jalan Sayang Jatinangor pada tahun 2021. Perbaikan jalan tersebut dilakukan dengan cara di-hotmix. Bahkan hingga tahun 2023 perbaikan sering dilakukan, tapi perbaikannya nggak secara menyeluruh seperti yang diungkap kepala UPTD PUTR Wilayah Tanjungsari, Agus Supriatna.

#2 Banjir/genangan air makin memperparah kondisi jalan

Selain jalanan yang rusak berlubang, Jalan Sayang Jatinangor juga kerap banjir apabila hujan deras. Salah satu penyebabnya adalah nggak berfungsinya secara normal saluran drainase di pinggir jalan. Akibatnya tak hanya banjir, air yang menggenang makin lama juga berdampak pada struktur jalanan yang akhirnya membuat jalan cepat rusak.

Melansir Radar Bandung, jalan di depan lapangan futsal IFI merupakan wilayah paling terdampak banjir paling tinggi. Selain karena nggak optimalnya saluran drainase, faktor lainnya seperti dampak dari sistem pembuangan air dari tol Cisumdawu, kontur jalan yang landai, dan kondisi aliran Sungai Cikeruh yang makin buruk semakin memperparah keadaan.

Tak ayal, ketika hujan turun pun warga setempat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalanan yang rusak dan tergenang air. Salah seorang pengguna jalan bahkan mengutarakan pengalamannya melewati Jalan Sayang Jatinangor saat hujan. Katanya jalanan yang berlubang nggak terlihat karena tergenang air. Akibatnya, velg motor yang ditumpangi menjadi korban ganasnya lubang di jalan tersebut.

Sudah jalan rusak berlubang, diperparah genangan air akibat hujan pula. Alhasil Jalan Sayang Jatinangor malah membahayakan pengendara, terlebih di malam hari.

#3 Kontradiktif dengan Kantor Pajak Kabupaten Sumedang bak istana di negeri dongeng

Selain disuguhi jalanan berlubang dan banjir, pengendara yang melintas di Jalan Sayang Jatinangor juga disuguhi pemandangan ironis. Pemandangan yang saya maksud adalah gedung kantor pajak Sumedang yang berdiri bak istana di negeri dongeng.

Pemandangan tersebut sangat kontras dengan parahnya kerusakan Jalan Sayang di depannya. Melansir Detik.com, kerusakan jalan juga terjadi di dekat kantor pajak Sumedang. Salah seorang warga menyebutkan dirinya nggak habis pikir gimana bisa pajak yang dia bayarkan nggak membuat jalanan bagus seperti kantor pajaknya. Bahkan Desa Sayang Jatinangor merupakan wilayah Sumedang Barat termasuk penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) paling besar di antara wilayah lainnya. Namun hal itu nggak sebanding dengan minimnya fasilitas sosial dan fasilitas umum seperti rusaknya Jalan Sayang Jatinangor.

Sebagai penutup, tak henti-hentinya saya mengingatkan Pemkab Sumedang untuk kembali fokus memperhatikan masalah tersebut dan segera melakukan evaluasi berbagai persoalan terutama perbaikan Jalan Sayang Jatinangor. Perbaikan yang dilakukan jangan hanya sekadar yang sifatnya tambal sulam semata.

Keseriusan dan komitmen dengan memperhatikan hal-hal terkait hasil riset dan kajian menjadi kunci utama untuk memperbaiki struktur dan kondisi jalan tersebut agar kualitasnya terjamin dan nggak mudah rusak. Jangan sampai romantisnya nama Jalan Sayang Jatinangor dikhianati oleh realitas sebenarnya. Yang ada bukan Jalan Sayang Jatinangor, melainkan Jalan Benci Jatinangor, kan?

Penulis: Teza Salih Mauludin
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jatinangor, Kecamatan Paling Maju dan Jadi Tempat Pensiun Ideal di Kabupaten Sumedang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2024 oleh

Tags: jalan rusakJalan Sayang JatinangorjatinangorJawa Baratsumedang
Teza Salih Mauludin

Teza Salih Mauludin

ArtikelTerkait

Pilkada Jawa Barat Lebih Mirip Panggung Hiburan daripada Panggung Politik

Pilkada Jawa Barat Lebih Mirip Panggung Hiburan daripada Panggung Politik

9 September 2024
Jalan Solo-Jogja (Seolah) Kena Kutukan, Hanya Orang Sakti yang Bisa Lewat Sini Tanpa Kejeglong!

Jalan Solo-Jogja Kena Kutukan, Hanya Orang Sakti yang Bisa Lewat Sini Tanpa Kejeglong!

23 April 2025
Kampus UI, Tempat Jogging Terbaik di Depok

Kampus UI, Tempat Jogging Terbaik di Depok

24 Oktober 2023
Jepara, Cukup Mebel Saja yang Diukir, Aspalnya Nggak Perlu "Diukir", tapi Diperbaiki!

Jepara, Cukup Mebel Saja yang Diukir, Aspalnya Nggak Perlu “Diukir”, tapi Diperbaiki!

26 September 2024
Slogan I Love Karawang Wujud Miskin Ide Pemda Karawang (Unsplash)

Saya Malu dengan Slogan I Love Karawang yang Tidak Representatif, Tidak Cinta Bahasa Daerah, dan Miskin Ide

26 Juni 2024
Bandung Lautan Sampah: Sebuah Ironi Ibu Kota Provinsi

Bandung Lautan Sampah: Sebuah Ironi Ibu Kota Provinsi

30 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.