Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
24 September 2025
A A
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu pernah melintasi jalur selatan Jawa, khususnya dari Purworejo (Jawa Tengah) menuju Kulon Progo (Yogyakarta), pasti tahu sensasi uniknya. Sama-sama jalan nasional, tapi kualitasnya terasa jomplang banget. Begitu melewati perbatasan, rasanya kayak pindah dunia hanya dalam beberapa detik. Dari jalan tambalan penuh gelombang, tiba-tiba jadi mulus dan lega.

Begitu masuk wilayah Purworejo, pengendara biasanya langsung sadar bahwa perjalanan ini butuh kesabaran lebih. Aspalnya penuh tambalan, seperti jalan yang sudah sering diperbaiki tapi tidak pernah tuntas. Efeknya, permukaan jalan bergelombang, bikin kendaraan harus ekstra hati-hati.

Naik motor rasanya kayak main roller coaster mini, shockbreaker bunyi tiap kali kena gundukan, badan ikut goyang kanan-kiri. Naik mobil pun sama saja, suspensi dipaksa kerja keras apalagi kalau bawa muatan berat.

Perbedaan ini tentu saja bikin saya heran. Gini lho, kan jalur ini jalan nasional. Agak aneh kalau perbedaannya terasa jomplang. Jalan nasional itu masuknya jalur strategis, jadi agak aneh kalau perbedaannya jomplang. Justru karena sudah punya status “nasional”, harusnya kualitasnya sama. Begitu kan seharusnya?

Makin dilihat, makin aneh

Makin dilihat, makin aneh rasanya saya melihat jalan nasional Purworejo. Menurut saya, Lebarnya relatif sempit. Kalau pas ada truk besar dari arah berlawanan, motor-motor terpaksa minggir rapat ke pinggir. Marka jalan ada, tapi kadang samar karena ketutup tambalan aspal. Jujur aja, jalan Purworejo lebih terasa kayak jalur bertahan hidup ketimbang jalan nasional.

Nah, begitu ban menyentuh aspal Kulon Progo, atmosfernya langsung beda. Aspal mulus, permukaan rata, marka jalan jelas kelihatan. Jalannya terasa lebih lebar, bikin pengendara bisa bernapas lega. Bahkan kalau ketemu truk besar pun, motor atau mobil lain masih punya ruang untuk melaju tanpa harus mepet pinggir.

Di sini, perjalanan terasa lebih tenang. Kendaraan lebih awet, pengendara lebih santai, dan risiko kecelakaan karena gelombang jalan jadi jauh berkurang. Jalan Kulon Progo seolah membuktikan bahwa jalan nasional memang seharusnya nyaman, aman, dan terawat.

Jalan nasional Purworejo-Kulon Progo begitu timpang

Yang paling menarik adalah momen saat melewati perbatasan Purworejo–Kulon Progo. Bedanya langsung terasa, bahkan tanpa harus menengok papan nama provinsi. Dari sempit, bergelombang, penuh tambalan di Purworejo, tiba-tiba berganti mulus dan lebar di Kulon Progo. Transisinya terlalu drastis untuk diabaikan.

Baca Juga:

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Sering kali orang yang baru pertama kali lewat spontan berkomentar, “Lho, kok beda banget ya begitu masuk Jogja?” Memang benar, perbedaan lebar jalan langsung bikin kaget. Di Purworejo, dua kendaraan besar berpapasan saja sudah bikin deg-degan. Tapi di Kulon Progo, jalurnya terasa lapang, cocok buat semua kendaraan.

Fenomena ini jelas menunjukkan bahwa istilah “jalan nasional” tidak otomatis berarti kualitasnya seragam. Faktanya, kondisi jalan tetap bergantung pada bagaimana tiap daerah mengelola dan merawatnya. Purworejo dengan tambalan dan gelombangnya bikin orang sering mengeluh, sementara Kulon Progo bisa jadi contoh bagaimana jalan nasional seharusnya.

Jadi, meski statusnya sama-sama jalan nasional, kualitasnya jelas beda kelas. Purworejo lebih cocok dijadikan jalur latihan suspensi, sementara Kulon Progo layak disebut jalan sirkuit. Perbedaan ini mungkin sederhana, tapi cukup untuk menggambarkan bagaimana standar pembangunan infrastruktur bisa terasa timpang hanya dalam hitungan meter saja.

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalan Daendels Jogja Kebumen Sebetulnya Indah dan Menjadi Alternatif, tapi Bisa Menjadi Pembunuh bagi Pengendara yang Tidak Waspada

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: jalan daendelsjalan nasionaljalan nasional purworejojalan strategiskulon progo
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

Jalan Godean Tembus Kulon Progo- Rute Anak Tiri (Unsplash.com)

Jalan Godean Tembus Kulon Progo: Rute Anak Tiri

25 Agustus 2022
5 Hal Aneh yang Bikin Kulon Progo Jadi Paling Beda dari Kabupaten Lainnya di Jogja

5 Hal Aneh yang Bikin Kulon Progo Jadi Paling Beda dari Kabupaten Lain di Jogja

3 Agustus 2023
Ganti Ikon, tapi Jalan Masih Bolong: Kulon Progo Butuh Prioritas, Bukan Sekadar Polesan

Ganti Ikon, tapi Jalan Masih Bolong: Kulon Progo Butuh Prioritas, Bukan Sekadar Polesan

5 Oktober 2025
Alasan Booth Nescafe di Kulon Progo Selalu Ramai, padahal Cuma Kecil dan Menunya Itu-Itu Saja Mojok.co

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

6 Januari 2026
Jalan Pantura Rembang Adalah Jalan Nasional Terburuk, Tidak Pernah Benar-benar Layak Dilewati

Jalan Pantura Rembang Adalah Jalan Nasional Terburuk, Tidak Pernah Benar-benar Layak Dilewati

26 November 2025
5 Kampus yang Ada di Kulon Progo, Anak West Prog Mending Kuliah di Sini daripada Jauh-jauh ke Sleman

5 Kampus yang Ada di Kulon Progo, Anak West Prog Mending Kuliah di Sini daripada Jauh-jauh ke Sleman

15 Juni 2025
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan Mojok.co

5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan

8 Januari 2026
Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

5 Januari 2026
Prabanlintang, Tempat Wisata Pelepas Penat yang Masih Underrated di Kabupaten Tegal

Prabanlintang, Tempat Wisata Pelepas Penat yang Masih Underrated di Kabupaten Tegal

4 Januari 2026
3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal Mojok.co

LinkedIn Adalah Aplikasi Paling Toksik yang Pernah Saya Gunakan, Ini 4 Alasannya!

3 Januari 2026
Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

6 Januari 2026
Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=SiVxBil0vOI

Liputan dan Esai

  • Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal
  • Curhatan Guru BK Hari Ini: Profesi Dipandang “Sepele”, Padahal Harus Hadapi Gen Z yang Masalahnya Makin Kompleks
  • Tantangan Mahasiswa BINUS bikin Cerita Bergambar Soal Kehidupan Sehari-hari Anak Papua dan Guru Relawan
  • Kuliah Scam Itu Omongan Orang Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan
  • 19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali
  • Santri Penjual Kalender dan Peminta Sumbangan Masjid Jadi Pengganggu Desa: Datang Suka-suka, Ada yang Berbohong Atas Nama Agama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.