Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
27 Januari 2026
A A
Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak lengkap rasanya membicarakan Karawang tanpa menyinggung Jalan Klari. Jalan yang menyokong wilayah industri Telukjambe dan Cikampek ini memang benar-benar legendaris. Selain macet karena berisi transformers, jalur ini juga terkenal sebagai jalur maut.

Entah sudah berapa banyak nyawa yang melayang di Jalan Klari. Tentu saja bukan semata takdir jalanan. Tapi memang jalan ini rawan kecelakaan dan menyimpan bahaya bagi pengendara yang melintasinya.

Macet dan bahayanya jalan ini disebabkan banyak hal, tapi kalau boleh memilih satu alasan utama, adalah kenaikan volume kendaraan yang meningkat, tapi luas jalan hanya segitu-segitu saja. Jadi jangan heran jika macet di Jalan Klari nyaris tanpa solusi.

Kemacetan yang harus ditangani segera

Seperti yang sudah saya singgung, kemacetan di Klari diakibatkan adanya peningkatan volume kendaraan secara drastis. Hal itu diperparah oleh jam operasional pabrik yang nyaris sama, jadi volume kendaraan yang tumpah di jalan itu begitu besar, sedangkan pengguna tidak punya alternatif lain menuju Kawasan Industri Karawang.

Ditambah kurangnya sarana transportasi umum bisa dibilang jadi salah satu alasan jalan ini akan senantiasa macet. Sebab ya, tak ada alternatif.

Hal ini menunjukkan bahwa penanganan macet di Jalan Klari Karawang adalah sesuatu yang tak bisa ditunda dan dinegosiasi lagi. Sebagai jalur penopang kawasan industri, harusnya jalan ini minim hambatan. Ini sudah jadi common sense harusnya.

BACA JUGA: Saya Sungguh Malu ketika Harus Mengakui Karawang Adalah Kota yang Rusak, Disia-siakan oleh Pemodal Brengsek yang Nggak Sayang Lingkungan

Menyiasati kemacetan Jalan Klari

Ada banyak jalan menuju Mekkah, ada banyak cara untuk mencapai tujuan yang sama. Solusi kemacetan Jalur Klari pun sebenarnya bisa disiasati. Tapi siasat yang ada, tetap saja, mengorbankan hal-hal yang harusnya tak perlu.

Baca Juga:

Karawang dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Pemda Sibuk Urusi Izin Investasi, tapi Lupa Menjaga Ekologi

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

Misalnya, datang lebih awal. Ya ini sebenarnya cara paling mudah, sebab jalan relatif sepi, terlebih dibandingkan saat berangkat. Tapi kita tahu sendiri, berangkat lebih awal tentu mengorbankan waktu istirahat yang sudah nggak seberapa itu.

Kedua, mencari jalur alternatif selain Jalan Klari. Seharusnya sih ada, tapi saya lihat-lihat, justru jalannya jadi jauh banget. Kalau sudah begini, ya kita akan dilema: menembus kemacetan atau memutar yang mungkin sama lamanya.

BACA JUGA: Karawang Memang Kawasan Industri dan Tempat Uang Berkumpul, tapi Tak Nyaman untuk Ditinggali

Jalan Klari butuh solusi

Peningkatan kendaraan yang digunakan di wilayah Karawang tiap tahunnya memang mencengangkan. Alasannya tentu saja tak lain dan tak bukan, adalah daerah ini jadi jujugan siapa saja untuk mencari kerja. Sehingga jika langkah pencegahan tidak dilakukan dengan upaya pelebaran jalan, dikhawatirkan kemacetan di jalur ini akan jadi tradisi. Hasilnya pengguna jalan harus adaptif dengan kemacetan yang dimungkinkan terjadi utamanya kala pagi dan sore hari.

Di samping itu edukasi mengenai etika berlalu lintas perlu kembali digaungkan. Sebab tidak sedikit pekerja dengan usia muda, utamanya fresh graduate SMA yang saya lihat sering ugal-ugalan di jalur ini. Bukan bahaya lagi, tindakan itu malah sangat mengancam nyawa diri sendiri dan pengguna jalan lain. Kesadaran perlu ditingkatkan agar jalur ini bisa segera mendapat solusi dari tingginya angka kecelakaan dan kemacetan yang menguji kesabaran pengguna jalan.

Jalan Klari Karawang adalah penopang wilayah industri. Maka, tidak bisa tidak, kelancaran dan keamanan jalur sudah jadi harga mati, dan tak ada ruang negosiasi. Jadi, siapa pun yang berwenang, segera putar otak agar semua hal itu tercapai.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2026 oleh

Tags: jalan klari karawangKarawangkawasan industri karawangpabrik di karawang
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah

9 Januari 2026
Menanti Stadion Singaperbangsa Karawang Bangkit dari Mati Suri Mojok.co

Saya Dukung Revitalisasi Stadion Singaperbangsa Karawang supaya Nggak Malu-maluin lagi

26 Oktober 2024
Karawang Utara Juga Perlu Universitas, Jangan Bangun di Karawang Barat Melulu Dong! Mojok.co

Karawang Utara Juga Perlu Universitas, Jangan Bangun di Karawang Barat Melulu, dong!

12 November 2023
Surat Terbuka untuk Camat Rengasdengklok! (Unsplash)

Surat Terbuka untuk Camat Rengasdengklok, Terkait Semrawutnya Alun-alun Rengasdengklok di Depan Matanya

29 Juni 2023
Karawang Menyimpan Aib di Antara Warga dan Goyang Karawang (Unsplash) alun-alun karawang

Aib Memalukan Karawang Adalah ketika Warganya Merasa Asing dengan Goyang Karawang

4 September 2023
Pasuruan Ideal, Lebih dari Kota dengan UMR Tertinggi di Indonesia (Unsplash) banyumas, pandaan, bangil

Meninggalkan Keinginan Merantau di Kota dengan UMR Tertinggi di Indonesia, Saya Memilih Pasuruan Sebagai Kota Ideal untuk Merantau

21 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

14 Februari 2026
Pajak Naik dan UMR Mini- Sumber Derita Warga Jawa Tengah (Unsplash)

Pajak Naik dan UMR Mini Bikin Warga Jawa Tengah Bersyukur karena Diberi Kesempatan untuk Menderita Luar Biasa

13 Februari 2026
Honda Brio, Korban Pabrikan Honda yang Agak Pelit (Unsplash)

Ketika Honda Pelit, Tidak Ada Pilihan Lain Selain Upgrade Sendiri karena Honda Brio Memang Layak Diperjuangkan Jadi Lebih Nyaman

16 Februari 2026
4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”
  • Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam
  • Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.