aMembicarakan Jakarta Selatan atau bahasa kerennya Jaksel, pasti daerah Blok M yang disebut-sebut. Tidak salah memang, tapi kurang tepat. Jaksel lebih dari Blok M, di sana juga ada daerah Pasar Minggu yang tidak kalah seru untuk dikulik. Sayangnya, orang-orang terlanjur percaya daerah keren di Jaksel itu ya cuma Blok M.
Orang yang bukan dari Jakarta menganggap pasar minggu isinya pasar tradisional doang. Itulah yang terbesit di kepala salah satu kenalan saya. Dia kemudian sangat kaget ketika tahu Pasar Minggu Jaksel ternyata berisi perumahan dan fasilitas asyik lain. Sebagai orang yang sudah tinggal dari 20 tahun di sini, ekspektasi tersebut bikin saya geleng-geleng.
Bagi warga Jakarta, kecamatan ini juga lebih sering menjadi sekadar tempat singgah. Misal, orang-orang yang naik KRL akan turun di Stasiun Pasar Minggu, kemudian akan memesan ojek online lagi untuk menuju tempat lain. Jarang sekali ada orang yang memang pergi ke Pasar Minggu sebagai tujuan akhir dan menikmati daerahnya.
Padahal, sebagai seseorang yang sudah 20 tahun tinggal di sini, saya berani bilang banyak sekali yang bisa dikulik. Dan, tinggal di sini memberikan banyak kemudahan bagi warganya. Oleh karenanya, Pasar Minggu tidak pantas untuk diremehkan begitu saja. Sini saya jelaskan lebih lanjut.
Lokasi Pasar Minggu strategis dan didukung transportasi umum yang beragam
Pasar Minggu itu dekat banget sama lokasi-lokasi di Jakarta yang nge-hits di kalangan anak muda. Misalnya, Blok M, Kemang, Tebet, Sudirman, dan lain-lain. Kalau ingin pergi ke sana juga nggak perlu bingung. Di sini juga tersedia berbagai transportasi umum yang memiliki rute dan tujuan yang sangat beragam. Hal ini karena Pasar Minggu memiliki terminal transportasi umum sendiri.
Semua transportasi umum hampir ada di sini dan harganya nggak mahal. Ada mikrotrans yang gratis mau ke mana aja sesuai dengan jurusan. Selain itu, da Transjakarta yang hanya memakan biaya sebesar Rp3.500. Ada KRL yang dapat dinaiki di Stasiun Pasar Minggu dan Stasiun Pasar Minggu Baru. KRL ini dapat menghubungkan ke seluruh wilayah Jabodetabek dengan biaya paling besar Rp5.000.
Kalau kita lagi malas dan ingin duduk saja hingga sampai tujuan, mencari ojek online di Pasar Minggu juga mudah. Hal ini dikarenakan banyak ojek online yang mangkal di depan Stasiun Pasar Minggu. Sehingga orang-orang di sekitarnya akan mudah mendapatkan pengemudi. Meskipun, memang harga ojek online agak mahal.
Fasilitas-fasilitas di atas membuat warga tidak perlu khawatir bila tidak memiliki kendaraan pribadi. Keuntungan ini membuat warga di sini dapat memprioritaskan kebutuhan lain selain membeli kendaraan pribadi yang relatif mahal.
Kebutuhan sehari-hari tidak sulit dicari
Namanya juga Pasar Minggu, pastilah ada pasar tradisional yang menyediakan sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Pasar tersebut juga tidak pernah tidur. Dari pagi sampai malam akan selalu ada pedagang yang terus menjual berbagai hal dan hanya sepi di hari-hari raya. Ini memberikan keluwesan waktu sendiri bagi warga Pasar Minggu jika ingin belanja. Harga-harga yang ditawarkan juga lebih murah dibanding pasar modern sekitar.
Kalau mau belanja ke tempat yang terbilang modern, di sekitar Pasar Minggu juga terdapat beberapa mall yang lengkap dengan berbagai hal. Sebut saja ada AEON, The Park Pejaten, dan Kalibata Mall. Tinggal pilih sesuai kedekatan, kebutuhan, isi dompet dan mood.
Kawasan kuliner tidak perlu ditanyakan
Salah satu hal yang sebetulnya bisa dikulik di Pasar Minggu Jakarta Selatan adalah kulinernya yang beragam. Pokoknya nggak ada alasan untuk warga Pasar Minggu kehabisan tempat makanan untuk dicoba.
Bila ingin mencari sarapan, pergilah ke Lapangan Palapa. Di sana terdapat pilihan makanan yang cocok untuk memulai hari. Salah satu yang terkenal dan selalu ramai adalah Bubur Palapa. Makanan-makanan untuk sarapan lainnya juga banyak berjejer di sana, seperti nasi kuning, lontong sayur, nasi uduk, dan lainnya. Pokoknya tinggal pilih.
Bila ingin mencari makan malam, pergilah ke kawasan pedagang kaki lima sekitar GOR Pasar Minggu. Makanan yang harus mesti dicoba di sini adalah Nasi Uduk Mas Dikun. Tempat ini menawarkan nasi uduk dengan rasa yang kuat, tapi tidak berlebihan dan ayam goreng yang bumbunya begitu meresap. Jangan lupa menambahkannya dengan sambal yang agak manis. Beh! pokoknya sekali seumur hidup harus cobain. Selain itu, ada juga Sop Kambing Suka Mampir, Ayam Asap Mas Kriwil, dan masih banyak makanan lainnya yang bikin ngiler.
Jangan bilang Pasar Minggu nggak ada apa-apa lagi ya
Anggapan bahwa Pasar Minggu itu hanya berisi pasar adalah anggapan yang sembarangan dan bikin kesel warganya. Nyatanya banyak hal menarik beserta fasilitas publiknya yang memudahkan warganya.
Kalau ingin menilai suatu daerah coba datangi langsung dulu tempatnya biar punya penilaian yang adil. Atau yang paling mudah ya bertanya langsung ke warganya atau orang yang pernah ke daerah tersebut.
Jangan menilai suatu daerah hanya dari namanya doang. Setiap nama daerah punya sejarahnya sendiri, begitu pun Pasar Minggu di Jakarta Selatan. Kalau seseorang hanya menilai suatu daerah berdasarkan namanya, ini akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan aneh lainnya. Terutama di daerah-daerah yang memiliki nama yang terkesan unik.
Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
