Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Jadi Makanan Khas, Soto Justru Menempati Kasta Terendah dalam Sajian Hajatan di Lamongan

Muhammad Rizal Firdaus oleh Muhammad Rizal Firdaus
16 September 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum Mbak Laila Dimyati mencuitkan keluh kesahnya di Twitter soal soto di Jawa yang irisan dagingnya hanya 4 iris, kami—orang Lamongan yang terkenal dengan sotonya—sudah memperbincangkan hal itu, lebih tepatnya pada momen hajatan.

Momen hajatan kerap menjadi bahan gibah paling sentimentil bagi ibu-ibu pegiat gibah perbadokan. Selain mempelai dan acara penyambutan tamu hajatan, suguhan makanan adalah menu wajib yang layak untuk dikomentari. Biasanya, diskusi mengenai acara hajatan akan dimulai ketika acara selesai. Pembicaraan akan dibuka oleh ibu-ibu semacam Bu Tejo gitu lah. Tentu saja mereka nggak akan membahas hal-hal berat macam nasib perempuan di Afghanistan atau isu Ahmadiyah. Cukup buka isi tas dan berkatan yang diberi empunya hajatan, cakrawala pergibahan pun terbuka.

Dari sana, muncul berbagai sudut pandang mengenai hajatan yang baru saja diikuti. Bakal lebih ngeri lagi kalau suguhan makanan yang diberikan adalah soto. Meski jadi makanan khas Lamongan, nyatanya soto kurang diminati warga Lamongan itu sendiri. Soto bahkan menempati kasta terendah dalam sajian makanan hajatan di Lamongan, lho. Di Lamongan, ada tiga makanan yang biasa disajikan dalam acara hajatan. Ketimbang penasaran, berikut kasta makanan tertinggi hingga terendah di Lamongan:

#1 Rawon

Makanan olahan daging ini menjadi primadona dalam hajatan di tempat saya. Bahkan rawon kerap diidentikkan dengan makanan khusus hajatan. Rawon menempati urutan pertama dan sering disajikan dalam hajatan karena selain sudah jadi kebiasaan, makanan satu ini bisa jadi cara terbaik agar terhindar dari nyinyiran para tamu. Meski begitu, empunya hajatan kemungkinan masih bisa dapat nyinyiran para tamu undangan ketika irisan daging yang disajikan dalam rawon terlalu tipis dan alot walau masih dalam batas wajar.

#2 Asem-asem daging

Nggak jauh berbeda dengan rawon, asem-asem daging adalah opsi lain dalam hajatan di Lamongan ketika empunya hajat belum bisa menyajikan hidangan yang mampu menggoyang lidah para tamu undangan dengan rawon. Meski sama-sama berbahan dasar daging, daging yang bisa digunakan untuk asem-asem daging ini bisa diakali dengan daging kambing. Tahu sendiri, kan, harga daging sapi terbilang sangat tinggi?

#3 Soto ayam

Sajian soto ayam inilah yang kerap jadi perbincangan dan mengundang komentar. Pasalnya, selain nggak hajatan-able, soto dipandang sebelah mata. Persoalannya bukan pada racikan dan rasa soto—kalau ini, sih, harus diakui tetap mantap—masalah utama yang kerap memancing orang untuk memperbincangkannya adalah soal irisan daging ayam yang minimalis dan kuahnya yang membanjiri piring. Maka, sudah dapat dipastikan empunya hajatan bakal menuai banyak kritikan dari para tamu meski nggak secara langsung.

Sindiran semacam, “Pisaunya terlalu tajam, setajam penegakan hukum kita sehingga dengan leluasa dan lihai mengiris pelanggar HAM daging ayam” kerap dilontarkan dan ini sering saya temui sepulang hajatan. Hal ini kontra dengan sebutan Lamongan Kota Soto yang mana masyarakatnya cenderung menempatkan soto sebagai sajian makanan dengan kasta yang paling rendah di antara masakan lain. Hiks.

Yah, semoga saja besok-besok soto di acara hajatan bisa diisi dengan irisan daging yang lebih meriah dan kuah secukupnya, supaya bisa naik kasta sedikit dan nggak jadi bahan rasan-rasan ibu-ibu pegiat pergibahan.

Baca Juga:

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

Sumber Gambar: YouTube Delish Tube ID

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2021 oleh

Tags: Hajatanlamongansoto
Muhammad Rizal Firdaus

Muhammad Rizal Firdaus

Penikmat setia masakan ibu.

ArtikelTerkait

Alasan Warga Lokal Ogah ke Wisata Bahari Lamongan meski Cuma Itu Satu-satunya Wisata di Lamongan

Alasan Warga Lokal Ogah ke Wisata Bahari Lamongan meski Itu Satu-satunya Wisata di Lamongan

6 Desember 2024
kudus

Hikayat Orang Kudus yang Tidak Makan Sapi dan Orang Lamongan yang Tidak Makan Lele

5 Agustus 2019
Setelah Pati Bergerak, Saya Berharap Lamongan Juga Tidak Tinggal Diam

Setelah Pati Bergerak, Saya Berharap Lamongan Juga Tidak Tinggal Diam

17 Agustus 2025
dusun orang desa kaya materialistis sederhana mojok.co

Jangan Silau Dulu dengan Romantisme Kehidupan Dusun, Begini Kenyataan Sebenarnya

2 November 2020
Lamongan Megilan: Slogan Kabupaten Paling Jelek yang Pernah Saya Dengar, Mending Diubah Aja Mojok.co Semarang

Lamongan Megilan: Tagline Kabupaten Paling Jelek yang Pernah Saya Dengar, Mending Diubah Aja

28 Juni 2025
5 istilah hajatan orang Tegal yang masih membingungkan bagi banyak orang Mojok.co

5 istilah di hajatan orang Tegal yang masih membingungkan bagi banyak orang

12 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri, bukan di Indonesia Mojok.co

5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri karena lingkungan akademis Indonesia belum siap

14 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.