Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Ironi Brand Ambassador Produk Kecantikan Lokal yang Nggak Lokal Sama Sekali

Ayu Octavi Anjani oleh Ayu Octavi Anjani
24 September 2021
A A
Ironi Brand Ambassador Produk Kecantikan Lokal yang Nggak Lokal Sama Sekali terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini saya terheran-heran melihat salah satu produk kecantikan lokal yang seliweran di Twitter. Pasalnya, brand kecantikan kebanggan Indonesia itu menggandeng brand ambassador luar negeri untuk produknya. Jujur, produk kecantikan Indonesia punya ini cukup terkenal dan banyak digunakan oleh para wanita, meski saya belum pernah coba pakai produknya, sih.

Namanya brand ambassador, tentu saja orang yang dipilih adalah yang punya pengaruh dan penampilan menarik, serta kemampuan promosi yang baik supaya produk yang diiklankan nggak kalah saing dengan produk lainnya. Itu bagus, bagus sekali. Pertama kali melihat postingan brand kecantikan lokal satu ini saya mbatin, wah, siapa ya artis atau influencer lokal yang bakal mejeng buat produknya?

ADVERTISEMENT

Dan tadaaa! Heranlah saya ketika tahu bahwa brand ambassador produk kecantikan lokal yang katanya kebanggaan Indonesia ini bukan artis atau influencer Indonesia, melainkan artis Korea! Hah?

Sejujurnya, saya nggak habis pikir, deh, jelas-jelas brand lokal tersebut mengusung tagline “Indonesia’s Proud Local Beauty Brand bla bla bla”, tapi kok brand ambassador-nya nggak ada lokalnya sama sekali blas. Lantas, apanya yang Indonesia’s proud local beauty bla bla bla, dong? Mungkin yang penting produknya dulu saja yang lokal, ya?

Padahal kalau mau ditelusuri, warna kulit dan gen kita—orang Asia Tenggara—itu beda lho dengan orang dari Asia Timur. Lah, berharap warna kulit yang sawo matang dan kuning langsat ini bakal berubah jadi putih susu seperti kebanyakan wanita Asia Timur gitu? Ya nggak bisa, dong, Zheyenk.  Makanya produk kecantikan lokal yang pakai brand ambassador orang luar negeri itu secara nggak langsung menanamkan pemahaman pada perempuan Indonesia kalau kulit cantik itu ya kulit putih, bukan sawo matang atau kuning langsat seperti kebanyakan perempuan Indonesia. Padahal kalau dipikir-pikir, kulit orang Indonesia eksotis, lho.

Eh, tunggu, ternyata nggak cuma satu brand lokal yang pakai artis Korea sebagai brand ambassador produk mereka, lho. Ini sebuah ironi. Kenapa? Satu sisi, brand lokal ini gembar-gembor supaya masyarakat cinta produk lokal, tapi di sisi lain mereka mengedepankan marketing dan keuntungan dengan menggunakan brand ambassador dari luar negeri.

Saya paham, sih, kenapa malah banyak artis Korea yang jadi langganan untuk didapuk sebagai brand ambassador produk lokal kita. Apa lagi kalau bukan demam K-Pop dan obsesi orang Indonesia dengan kulit putih yang diglorifikasi? Tapi kalau soal ini, nggak semua orang yang punya pemahaman dan obsesi sama, kok.

Jadi terasa sangat aneh saja ketika membaca kalimat Indonesia’s proud local beauty bla bla bla ketika yang muncul diiklan malah orang Korea. Saya yang sudah telanjur antusias pengin tahu siapa artis lokal yang jadi brand ambassador produk ini, eh ternyata malah kena prank.

Baca Juga:

4 Rekomendasi Tumbler Lokal Harga Murah Kualitas Juara, Nggak Kalah dari Tumbler Jutaan

Trik Menghapus Maskara Waterproof supaya Nggak Berujung Sengsara

Apakah artis dan influencer kita kurang? Apakah artis dan influencer kita kurang mumpuni? Apakah nggak ada yang menarik perhatian sama sekali untuk produk kecantikan lokal kebanggaan Indonesia ini? Entahlah. Padahal bisa saja Tara Basro atau Rio Dewanto juga mau kalau ditawari jadi brand ambassador. Kurang menarik apa coba mereka ini?

Yang jelas, saya malu dan kecewa sih kalau ada produk lokal Indonesia bawa embel-embel Indonesia’s proud bla bla bla tapi pakai artis luar negeri sebagai brand ambassadornya. Ironis!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2021 oleh

Tags: Brand Ambassadorproduk kecantikanproduk lokal
Ayu Octavi Anjani

Ayu Octavi Anjani

Mahasiswa akhir yang hobi makan dan nulis.

ArtikelTerkait

Sepatu Aerostreet: Produk Lokal yang Cocok untuk Gaji UMR Jogja terminal mojok.co

Sepatu Aerostreet: Produk Lokal yang Cocok untuk Gaji UMR Jogja

25 Januari 2022
4 Produk Hair Care Murah Bantu Atasi Rambut Kering dan Mengembang Terminal mojok

4 Produk Hair Care Murah Bantu Atasi Rambut Kering dan Mengembang

20 Januari 2022
Acnes UV Tint, Sunscreen Terjangkau Sobat Oily-Acne Prone Skin terminal mojok

Acnes UV Tint, Sunscreen Terjangkau Sobat Oily-Acne Prone Skin

26 Juni 2021
Sandal Pakalolo, Produk Lokal yang Bikin Penggunanya Senyum Manis

Sandal Pakalolo, Produk Lokal yang Bikin Penggunanya Senyum Manis

25 Juni 2024
barang kw mojok

Penjual dan Pembeli Barang KW Itu Baiknya Diberi Edukasi, Bukan Dicaci Maki

3 Agustus 2020
5 Merek Jersey Lari Buatan Lokal, Bisa Tampil Kece dengan Harga Rp200 Ribuan Mojok.co

5 Merek Jersey Lari Buatan Lokal, Bisa Tampil Kece dengan Harga Rp200 Ribuan

1 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.