Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Mulai dari Nama Besar Hingga Banyaknya Pendengar di Platform Digital, Inilah Alasan Mengapa Band Bisa Punya Rate Harga yang Mahal  

Iqbal AR oleh Iqbal AR
6 Juli 2025
A A
Mulai dari Nama Besar Hingga Banyaknya Pendengar di Platform Digital, Inilah Alasan Mengapa Band Bisa Punya Rate Harga yang Mahal  

Mulai dari Nama Besar Hingga Banyaknya Pendengar di Platform Digital, Inilah Alasan Mengapa Band Bisa Punya Rate Harga yang Mahal  

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, ketika saya mendengar bahwa ada band-band Indonesia yang mematok rate harga mahal sampai ratusan juta untuk bisa diundang di sebuah acara, saya beneran kaget. Saya, yang saat itu belum ngerti-ngerti banget soal industri musik, merasa bahwa rate harga yang sampai tiga digit untuk ukuran band Indonesia itu kemahalan. Bisa sampai angka ratusan juta itu matematikanya gimana, coba?

Tapi itu dulu. Dulu saya masih nggak tahu apa-apa, masih awam soal industri musik. Sekarang, setelah saya berteman dengan banyak orang yang berkecimpung di industri musik, setelah saya belajar gimana cara sebuah band menentukan rate harga, dan setelah saya punya band (meskipun udah nggak jalan lagi), pemahaman saya jadi berubah. Saya jadi nggak heran lagi kalau ada band Indonesia yang mematok rate harga sampai ratusan juta.

Perkara rate harga band ini memang agak tricky. Bagi sebuah band, butuh perhitungan yang matang untuk menentukan rate harga. Nggak bisa ngasal, nggak bisa asal lempar. Dan bagi masyarakat, apalagi para promotor, butuh pemahaman tentang gimana industri musik ini berjalan sehingga nggak kaget kalau dengar ada band yang punya rate harga mahal. Mereka perlu tahu bahwa di balik rate harga yang mahal, ada indikator-indikator kuat yang jadi penentu.

Nama besar dan sejarah panjang menentukan rate harga

Kita mungkin sudah tahu bahwa band-band semacam Dewa 19, Sheila on 7, atau Noah punya rate harga yang nggak main-main. Rate harga ketiga band di atas sudah sampai ratusan juta untuk sekali manggung. Bahkan untuk Dewa 19, harga mereka bisa berbeda tergantung mau pakai vokalis yang mana: Ello, Virzha, atau Ari Lasso. Mendengar angka ratusan juta, mungkin kita sedikit terkejut, tapi wajar. Kita terkejut karena mahal, tapi mewajarkan karena nama besar.

Dewa 19, Sheila on 7, dan Noah ini bukan band kemarin sore. Ketiga band itu isinya orang-orang jenius (dan satu orang menyebalkan, you know, lah, siapa), orang-orang yang disegani di dunia musik. Karier mereka nggak main-main. Diskografi mereka berjejer rapi, penghargaan juga sudah banyak. Kalau mereka manggung, nggak pernah nggak rame. Pasti rame, pasti penuh, bahkan sejak penjualan tiket.

Faktor inilah yang membuat Dewa 19, Sheila on 7, dan Noah bisa punya rate harga hingga ratusan juta. Mereka punya nama besar, yang mana nama besar itu bisa menghimpun massa yang banyak. Karier mereka juga sudah panjang. Dan, kualitas mereka di atas panggung juga nggak main-main. Wajar kalau mereka punya rate harga yang mahal dan banyak promotor yang mau membayar mahal.

Pengalaman manggung di panggung-panggung besar

“Lalu kalau band-band lokal, band-band yang indie gimana?”

Ya salah satu indikator band, apalagi band indie bisa punya rate harga yang mahal karena pengalaman manggungnya. Kalau sebuah band indie sudah pernah manggung di panggung-panggung besar, festival-festival musik ternama, bahkan sampai ke luar negeri, biasanya mereka berani menaikkan rate harga mereka.

Baca Juga:

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

Peterpan Mending Nggak Usah Reuni kalau Nggak Ada Ariel dan Uki, Bikin Kecewa Aja

Saya ngobrol dengan Alfan Rahadi dan I Made Nara Virjana (Vino) dari Haum Records tentang hal ini. Dan betul, bahwa band-band indie biasanya baru berani pasang rate harga mahal (menaikkan rate harga) setelah pernah manggung di panggung-panggung besar. Sebagai contoh, band Enamore harganya naik setelah manggung di Pestapora 2024. Lalu band semacam Dazzle, Limbo, dan Keep It Real juga harganya naik setelah manggung di luar negeri.

Namun, pengalaman manggung di panggung-panggung besar ini nggak jadi acuan pasti. Sebab masih ada band-band yang walau sudah pernah manggung di panggung besar (bahkan luar negeri) masih saja dinego parah. “Beeswax (band emo Malang) dulu habis manggung di We The Fest, masih saja dinego parah sama klien-klien.” ujar Alfan Rahadi.

Jumlah pendengar di platform digital, viralitas lagu, dan eksposur di media sosial

Masih dari obrolan saya dengan Alfan dan Vino, ada indikator-indikator yang lebih enak, dan mungkin lebih fair, dipakai untuk menentukan rate harga band. Indikator tersebut adalah sebanyak apa jumlah pendengar di platform digital (monthly listener di Spotify, misalnya), sebesar apa viralitas lagu dari band tersebut, dan bagaimana eksposur mereka di media sosial.

Tiga hal ini seakan sudah jadi patokan yang paling pas bagi band untuk menentukan rate harga mereka, juga bagi promotor untuk mengundang sebuah band. Dan bagi band, memang paling enak menentukan rate harga lewat indikator ini. Dari jumlah pendengar di platform digital, dari lagu-lagu yang meledak, juga dari gimana eksposur di media sosial, nantinya akan enak menentukan rate harga yang akan dipasang.

Sebab datanya selalu pasti, angkanya real. Jumlah pendengar bisa dilihat, viralitas lagu juga bisa dilihat dan dirasakan, juga tentang eksposur media sosial juga bisa dipantau bersama-sama. Fair, blak-blakan semua. Dan inilah yang setidaknya dilakukan oleh Vino dari Haum Records selama menjadi manajer dari band semacam Write The Future hingga band Enamore.

Dari aspek-aspek di atas, setidaknya kita bisa tahu alasan-alasan di balik sebuah band yang punya harga mahal. Kita juga bisa tahu bahwa rate harga band itu munculnya nggak ngasal, nggak asal lempar. Ada indikator-indikator yang jadi pertimbangan. Makanya, kalau kita dengar ada band yang punya rate harga mahal, sebaiknya jangan kaget dulu, lah.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sheila on 7, Band Termahal di Indonesia dan Orang yang Paling Rugi di Dunia Adalah Mereka yang Tidak Pernah Mendengarkan SO7

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2025 oleh

Tags: band mahaldewa 19NOAHrate harga bandSheila on 7
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Lagu Sheila On 7 Nggak Semuanya Bagus, Ada Juga yang Cringe Mojok.co

Lagu Sheila On 7 Nggak Semuanya Bagus, Ada Juga yang Cringe

24 April 2024
Bintang Lima, Album Terbaik Sepanjang Masa dari Dewa 19

Bintang Lima, Album Terbaik Sepanjang Masa dari Dewa 19

10 Agustus 2023
Ahmad Dhani dan Kenangan tentang Kontroversi Konyol Lagu Satu terminal mojok

Ahmad Dhani dan Kenangan tentang Kontroversi Konyol Lagu Satu

7 November 2021
Menebak Alasan Edy Rahmayadi Ngantuk Setengah Mati ketika Nonton Konser Dewa 19

Menebak Alasan Edy Rahmayadi Ngantuk Setengah Mati Nonton Konser Dewa 19

3 Maret 2023
Lagu-lagu Sheila on 7 dan Momen yang Pas untuk Menyanyikannya terminal mojok

Lagu-lagu Sheila on 7 dan Momen yang Pas untuk Menyanyikannya

20 September 2021
3 Lagu Dewa 19 yang Selamanya Bakal Terkenal Melebihi Lagu Lain (Instagram @officialdewa19)

3 Lagu Dewa 19 yang Selamanya Bakal Terkenal Melebihi Lagu Lain

6 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

8 Januari 2026
Buat Anak Organisasi Mahasiswa, Berhenti Bolos Masuk Kelas, Kegiatanmu Tidak Sepenting Itu!

Wajar Banget kalau Mahasiswa Sekarang Mikir 2 Kali Sebelum Masuk Organisasi Mahasiswa

7 Januari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

8 Januari 2026
Alasan Booth Nescafe di Kulon Progo Selalu Ramai, padahal Cuma Kecil dan Menunya Itu-Itu Saja Mojok.co

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

6 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah
  • 5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku
  • Lulusan S2 Jogja Ogah Menerima Tawaran Jadi Dosen, Mending Ngajar Anak SD di Surabaya: Gambaran Busuk Dunia Pendidikan Indonesia
  • Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi
  • Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa
  • Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.