Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Infinix Zero X Series: Fotoin Bulan Pakai Helio G95, Yakin?

Christian Evan Chandra oleh Christian Evan Chandra
16 Oktober 2021
A A
Sumber Gambar Infinix Zero X Neo YouTube TeknoLoGue

Sumber Gambar Infinix Zero X Neo YouTube TeknoLoGue

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika melihat Moonshot Camera sebagai salah satu fitur kebanggaan Infinix Zero X Neo dan Zero X Pro, dua “flagship” baru Infinix di Tanah Air, saya jadi teringat Huawei P30 Pro. Ya, ketika kita belum bisa pergi ke bulan seperti judul lagu Cherrybelle, at least bisalah membidik foto cantik nan detailnya dari Bumi. Tapi, pakai ponsel dengan prosesor MediaTek Helio G95?

Mari kita bedah dulu Infinix Zero series ini. Tanpa membedah, kita nggak bisa membuktikan klaimnya bukan?

Membidik bulan ini dilakukan dengan bantuan lima kali optical zoom oleh lensa periskop beresolusi 8 MP. Sekalipun ponselnya adalah ponsel yang benar-benar masuk kelas flagship, saya masih kesulitan menemukan keberadaan lensa telephoto sekalipun dengan kemampuan dua atau tiga kali optical zoom karena kalah pamor dengan lensa makro dan depth sensor.

Tidak sampai di situ, resolusi lensa utamanya juga tinggi. Si Neo mendapatkan 48MP, sedangkan si Pro lebih tinggi lagi yaitu 108MP. Tidak istimewa sih, 48MP jelas kalah dari Redmi 10 dengan 50MP dan 108MP juga dimiliki oleh Redmi Note 10 Pro. Tetapi, tidak kecil juga untuk persaingan ponsel zaman sekarang.

Melengkapi susunan triple camera, Neo mendapatkan black and white sensor beresolusi 2MP dan Pro mendapatkan lensa ultrawide beresolusi 8MP. Lengkap sudah apa yang dimiliki oleh Pro seperti kriteria saya selama ini. Tetapi, memang Neo belum dan ini mungkin tidak masalah bagi ibu-ibu gaptek yang malas menukar lensa kamera untuk berfoto. Soal vlogging, keduanya juga sudah mendukung OIS dan EIS sekaligus dengan resolusi mencapai 4K.

Hal ini dipadukan dengan baterai berkapasitas 5000mAh untuk Neo dan 4500mAh untuk Pro, angka yang sedang-sedang saja bagi saya. Daya pengecasan mencapai 45W untuk Pro yang katanya bisa mengisi kapasitas baterai hingga 40 persen dalam 15 menit. Keamanannya sudah dibuktikan dengan sertifikasi TUV Rheinland. Sedangkan Neo harus puas dengan 18W yang sudah tergolong lambat saat in. Setidaknya, kalau dipakai sambil dicas harusnya keterisian baterai masih naik.

Tak sampai di situ, kedua ponsel yang mengunggulkan kamera ini juga dibekali dengan layar yang diklaim super fluid alias sangat lancar. Dengan resolusi Full HD+, Neo dibekali dengan layar berukuran 6.78″ berpanel IPS dan refresh rate 90Hz. Infinix Zero X Pro punya resolusi sama dan ukurannya sedikit lebih kecil di 6.67″. Tetapi, panelnya sudah AMOLED dan refresh rate naik ke 120Hz.

Keduanya sudah mendukung Widevine L1 alias bisa menonton konten beresolusi tinggi di Netflix. Terlepas dari kekesalan saya terhadap ponsel keluaran terbaru yang masih menggunakan panel IPS, apalagi di segmen yang katanya “flagship”, agak bingung bagaimana Infinix menyeimbangkan refresh rate layarnya. Padahal kualitasnya lebih dari standar, kemampuan fotografi yang memukau itu, dengan chipset yang mumpuni pula.

Baca Juga:

5 Alasan Tablet Mahalmu Tidak Bakal Bisa Menggantikan Fungsi Laptop 4 Jutaan

Menerka Alasan Toko Hape Pinggir Jalan Selalu Heboh dan Full Energy Saat Promosi

Prosesor Helio G95 dengan fabrikasi 12 nanometer yang dibanggakan Infinix awalnya ditujukan MediaTek untuk konsumen gamers ini memang bukan prosesor kelas bawah. Cukup bersaing dengan Qualcomm Snapdragon 720G yang sampai hari ini masih jadi andalan dari Oppo Reno6 4G. Pengaturan PUBG Smooth-Extreme atau HDR-Ultra juga sudah terbuka. Tetapi kalau main Genshin Impact cuma dapat frame rate sekitar 30fps dengan pengaturan lowest. Ya, cukup mubazir refresh rate tinggi itu.

Infinix Zero X Pro sendiri hanya mendukung refresh rate layar hingga 90 Hz dan resolusi kamera mencapai 64 MP. Seperti pengaturan milik Infinix Note 10 Pro dan Redmi Note 10S. Oleh karena itu, khusus si Pro, Infinix perlu memberikan satu chip tambahan bernama individual graphic unit. Sebenarnya, MediaTek sudah meluncurkan varian refresh G96 untuk mengakomodasi dua kebutuhan itu. Tetapi, mungkin Infinix sudah mempersiapkan dan memproduksi Zero X Pro sebelumnya. Di keluarga MediaTek, prosesor berikutnya setelah Helio G96 yang mendukung kamera dan layar seperti itu adalah Dimensity 900 milik Oppo Reno6 5G.

Bagi Anda yang membutuhkan ponsel juga bisa mengisi saldo kartu e-money tanpa perlu ke ATM atau minimarket, itu juga tidak bisa karena tidak ada NFC. Jelas sebuah kemunduran dari Infinix Note 10 Pro yang sudah menggunakan NFC. Apalagi mau menggunakan ponsel sebagai remote AC atau TV, tidak ada infrared dan ini jelas keunggulan saingan terdekatnya yaitu Redmi Note 10s. Jadi, apa lagi senjata Infinix?

Senjata berikutnya adalah fitur extended RAM dengan RAM bawaan 8GB yang bisa diekspansi dengan meminjam memori internal sebesar 3GB. Kalau Infinix merilisnya ketika fitur ini masih tergolong langka, tentu akan terdengar istimewa. Apa yang terjadi jika ponsel seperti Vivo Y21 dengan RAM 4GB pun bisa menggunakan teknologi serupa?

Terakhir, memori internal. Infinix Zero X Neo mengusung 128GB dan Pro mengusung 256GB, masih bisa ditambah dengan kartu MicroSD yang slotnya dedicated. Yah, ini sih lagi-lagi tidak istimewa. Ya sudah, berapa harganya?

Harga normal si Neo adalah Rp3,2 juta, ketika Pro tentu lebih mahal dengan Rp4,9 juta. Sampai di sini, saya benar-benar mau ngakak. Brand premium sekaliber Samsung, Oppo, atau Vivo? Bukan. Punya riwayat pembaruan software dan kemudahan servis yang baik, juga tidak. Membeli lensa periskop lima kali optical zoom dengan harga itu terasa kurang worth bagi saya, kecuali jika Anda memang sering membutuhkannya.

Infinix Note 10 Pro yang jauh lebih mending bisa dibawa pulang dengan harga resmi Rp2,8 juta. Jika daya pengecasan 18W cukup bagi Anda, kamera 48MP tanpa adanya lensa telephoto cukup bagi Anda, cukup pakai satu kartu SIM atau tidak pakai kartu MicroSD, dan turun RAM ke 6GB bukan masalah, mending POCO M3 Pro 5G. Prosesornya lebih baru yaitu Dimensity 700 berfabrikasi 7 nanometer itu bisa dibawa pulang dengan harga resmi Rp2,9 juta, udah 5G lagi.

Tidak sampai di situ, Infinix Note 11 Pro sudah meluncur di luar negeri dengan prosesor Helio G96, layar IPS 120Hz, daya pengecasan 33W, memori 8GB/128GB, dan kamera utama 64MP. Resolusi lensa telephoto juga lebih tinggi di 13MP meskipun optical zoom hanya dua kali. Tetapi mungkin ada yang merasa dua kali lebih penting dari lima kali. Tinggal tunggu tanggal mainnya dong di Indonesia?

Infinix Zero X Neo secara otomatis tereliminasi, bagaimana dengan Pro sang kakak?

Di harga setinggi ini, saya tidak mau banyak berspekulasi dengan masa depan ponsel dan lebih baik sedikit memperlebar budget. Samsung Galaxy A52 8GB/256GB dengan harga resmi Rp5,1 juta menjadi pilihan saya karena masa depan pembaruan software hingga tiga tahun. Spesifikasi lainnya juga lebih mendingan.

Jika Anda tidak membutuhkan dukungan software hingga tiga tahun, lebih banyak pilihan tersedia. Misalnya, POCO X3 GT varian 8GB/256GB punya prosesor Dimensity 1100. Ada pula Realme GT Master Edition yang punya baterai sedikit lebih kecil di 4300mAh dan resolusi kameranya tentu lebih rendah, tetapi kemampuan lainnya setara atau lebih tinggi dari Infinix Zero X Pro. Jika kebutuhannya adalah baterai super besar, ada Samsung Galaxy M62 dengan kapasitas 7000mAh. Waduh, tepar terguling-guling alias gagal maning.

Ya, kesimpulannya jelas. Perkembangan pasar ponsel pintar begitu cepat dan menggunakan komponen yang sudah agak “berumur” tentu lebih sulit untuk dihargai tinggi. Konsumen semakin pintar dan lebih memilih ponsel yang all-rounder. Baik di segala sisi spesifikasi sampai layanan pascapenjualan. Alias tidak lagi tertarik pada satu atau dua gimmick yang tidak terlalu banyak bermanfaat dalam penggunaan sehari-hari. Lebih baik Infinix fokus saja bermain di segmen Rp1-2 jutaan dan memberikan yang terbaik kepada konsumen karena naik kelas itu berat.

Sumber gambar: YouTube TeknoLoGue. Sila kunjungi kanalnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2021 oleh

Tags: helio g95infinix zero x seriessmartphone
Christian Evan Chandra

Christian Evan Chandra

Narablog di akhir pekan ketika tidak bekerja. Memperhatikan dan menulis berbagai hal, mulai dari pariwisata, teknologi, sampai otomotif.

ArtikelTerkait

5 Dosa Tukang Servis HP yang Harus Diwaspadai Pengguna Smartphone (Unsplash)

5 Dosa Tukang Servis HP yang Harus Diwaspadai Pengguna Smartphone

11 Maret 2023
Surat Cinta buat Realme Indonesia: Jangan Kebanyakan Gimik, Kembalilah ke Jati Dirimu yang Sebenarnya

Surat Cinta buat Realme Indonesia: Jangan Kebanyakan Gimik, Kembalilah ke Jati Dirimu yang Sebenarnya

7 Agustus 2024
nokia 5233

Kehebatan Nokia 5233 dan Perpisahan yang Berat

4 November 2021
iPhone Memang Overrated dan Penggunanya Bakal Menyesal (Unsplash)

iPhone Memang Overrated dan Penggunanya Bakal Menyesal

12 Maret 2023
redmi 10

Redmi 10: Jagoan Kamera 50MP yang Masih Kalah Kece dengan Redmi 9T

26 September 2021
blackshark 4 mojok

BlackShark 4, Hape Gaming Beneran dan Nggak Kaleng-kaleng

26 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli  Mojok.co

6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli 

28 Februari 2026
Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Layak Diperebutkan, Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi Mojok.co

Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi

28 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Sisi Gelap KA Feeder Whoosh, Fasilitas Gratis yang Bikin Penumpang Whoosh Merasa Miris

1 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.