Indomaret Point vs Alfamidi: Mending Belanja di Mana?

Indomaret Point vs Alfamidi Mending yang Mana, sih Terminal Mojok

Indomaret Point vs Alfamidi Mending yang Mana, sih (Unsplash.com)

Di Indonesia ada dua franchise minimarket terbesar, mereka adalah Indomaret dan Alfamart. Keduanya yang sering kali ditemukan berdiri berhadapan atau berdampingan ini lantas mencetuskan perdebatan di kalangan masyarakat: mending belanja di Indomaret atau Alfamart?

Ah, tapi perseteruan itu sudah lumayan basi. Coba kita bikin diskusi yang lebih baru, yakni menentukan mana yang lebih baik antara Indomaret Point dan Alfamidi. Keduanya memiliki beberapa distingsi dengan Indomaret dan Alfamart, mencakup variasi barang yang dijual, luas cabang, hingga induk perusahaan.

Kalau begitu, mari kita bedah keunggulan dan kelemahan antara Indomaret Point dan Alfamidi. Mana ya yang lebih banyak plusnya dibanding minusnya?

#1 Variasi barang

Barang-barang yang dijual di Alfamidi benar-benar lengkap, bahkan bisa dikatakan pilihan barangnya sekomplet supermarket besar. Saya pernah menjumpai perlengkapan pertukangan seperti paku dan gembok di Alfamidi. Barang-barang fresh seperti buah dan sayur, serta sembako di Alfamidi pun cenderung lengkap. Tanpa membandingkan harga dan kualitas dengan toko barang bangunan dan pasar, menurut saya ketersediaan barang-barang semacam itu memudahkan pembeli untuk mendapatkan apa yang mereka mau.

Untuk Indomaret Point, barang yang ditawarkan nggak jauh beda dengan Indomaret biasa. Namun, di Indomaret Point kita bisa menjumpai makanan dan minuman yang siap untuk dilahap, seperti Point Coffee.

#2 Fasilitas kopi dan minuman kekiniannya

Jika di Indomaret Point ada Point Coffee, di Alfamidi ada Bean Spot. Bean Spot di Alfamidi lumayan sering diskonnya. Sayangnya, diduga Bean Spot kurang publikasi atau memang kurang populer di kalangan penikmat kopi dan minuman kekinian. Pasalnya, informasi potongan harganya jarang berseliweran di media sosial.

Berbeda dengan Bean Spot, Point Coffee lebih informatif soal diskon hingga program ngumpulin stamp. Bahkan, Point Coffee juga secara rutin ngasih diskon di hari Senin, lho. Hari Senin jadi bahagia karena minum minuman manis plus dengan harga lebih murah.

#3 Ketersediaan ATM

Beruntung kita tinggal di negara yang gampang banget buat nemuin ATM. Nggak cuma di depan bank atau pinggir jalan, ATM juga bisa kita jumpai di minimarket. Soal ini, Indomaret Point dan Alfamidi punya perbedaan. Sebagian besar Indomaret Point pasti ada ATM-nya, entah itu bank BCA, BNI, hingga CIMB Niaga.

Kalau Alfamidi, haduh, agak menyedihkan. Di beberapa Alfamidi yang saya temukan terpasang tulisan “Tarik Tunai BCA”. Saya mengira bahwa di dalam saya bisa mengambil uang melalui ATM. Menurut kasir yang pernah saya tanyai, rupanya kita harus berbelanja terlebih dulu dan baru bisa melakukan tarik tunai saat membayar di kasir. Yaelah.

#4 Sarana tempat duduk

Di situs resminya, Alfamart menjamin bahwa sebagian besar cabang Alfamart dan Alfamidi selalu menyediakan tempat duduk. Kebetulan juga Indomaret Point menyediakan kursi untuk konsumennya. Soal kenyamanan tempat duduk, itu tergantung setiap cabangnya, sih. Misalnya Alfamidi Jalan Abu Bakar Ali Jogja yang fasilitas kursi dan mejanya jauh lebih cakep daripada minimarket di drama Korea dan Indomaret Point Jalan Monjali Jogja yang tempat duduknya didekorasi begitu estetik seperti kafe.

#5 Informasi diskon dan promo

Diskon termasuk hal yang krusial bagi kelangsungan hidup umat manusia. Sebab, dengan adanya rabat, kita bisa menghemat pengeluaran.

Soal informasi diskon, Indomaret Point dan Alfamidi sama-sama unggul. Keduanya komunikatif soal diskon dengan secara berkala memperbarui informasi promo dan potongan harga melalui media sosial, aplikasi, dan katalog.

Namun, soal penyediaan informasi promo di toko, Indomaret Point lebih baik dibanding Alfamidi. Saya pernah menjumpai sebuah cabang Alfamidi yang hanya menempelkan kertas fotokopian berisi informasi barang—kebetulan saat itu adalah es krim—yang sedang promo di pintu masuk. Nggak memikat perhatian sama sekali. Bahkan di freezer es krimnya nggak ada informasi diskon apa pun. Saya juga baru sadar ada promo pas sudah bayar di kasir dan mau keluar.

Selain itu, di Indomaret Point selalu ada light box yang menyediakan informasi promo yang masih berlaku. Sementara itu, Alfamidi umumnya cuma memanfaatkan katalog yang ditempel di partisi antara petugas kasir dan konsumen.

#6 Jumlah kasir

Keunggulan Alfamidi lainnya adalah cabang-cabangnya—paling nggak yang pernah saya kunjungi—selalu menyediakan kasir lebih dari dua. Dampaknya, nggak ada antrean mengular panjang. Nggak perlu kehabisan kesabaran kalau ada orang yang menghabiskan waktu lama buat top-up atau bayar tagihan.

Sementara Indomaret Point umumnya cuma terdapat dua kasir. Malah terkadang hanya ada satu kasir yang tersedia. Harus sabar mengantre lama, deh.

#7 Tata letak

Menurut saya, tata letak Alfamidi dan Indomaret Point nggak berbeda jauh. Keduanya sama-sama mudah dipahami dan dititeni. Dijamin konsumen nggak akan kesulitan mencari barang yang diinginkan di dalam Alfamidi dan Indomaret Point. Di sebagian besar cabang, barang yang sedang diskon diletakkan di hadapan kasir sehingga konsumen yang baru datang atau akan membayar langsung tergiur membeli.

Alfamidi dan Indomaret Point memiliki plus minus-nya masing-masing. Kalau disuruh milih mending yang mana tanpa mempertimbangkan keberadaan tukang parkir, saya akan lebih memilih belanja di Indomaret Point, sih.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Membedah 5 Sihir Marketing Alfamart dan Indomaret yang Bikin Kita Kalap Belanja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version