Kalau memang mau beli kopi, saya pikir di ekonomi yang sekacau ini, Point Coffee masih jadi yang paling worth it
Bagi orang-orang zaman sekarang, khususnya yang sudah bekerja, minum kopi pagi-pagi adalah sebuah keniscayaan. Saya mulai menyadari hal ini setelah teman-teman saya bercerita bahwa setiap pagi mereka mampir dulu beli kopi sebelum berangkat kerja. Fenomena di media sosial ikut menunjukkan Generasi Z terbiasa minum kopi sebelum mulai kerja semakin membuat saya yakin ritual tersebut memang universal.
Saya ingat di banyak sinetron atau FTV, seorang ayah yang menjadi pencari nafkah untuk keluarga akan mengawali harinya dengan sarapan dan minum segelas kopi hitam. Dalam bayangan saya yang menonton ketika masih kanak-kanak, kopi ibarat minuman berenergi yang wajib diminum biar mereka semangat saat bekerja.
Tapi setelah melihat hampir semua teman di sekitar saya mengawali hari dengan beli kopi di kedai kopi sebelum mulai kerja, rupanya kopi sudah menjadi hal wajib bagi para pekerja. Satu cup kopi di pagi hari bukan sekadar strategi biar melek seharian, melainkan juga “obat penenang mental” di tengah tuntutan kerja yang tinggi, bos yang nyebelin, dan realitas gaji yang pas-pasan.
Kalau gaji bulanan dipecah dan kopi masuk ke dalam alokasi pengeluaran, tentu angkanya bakal gede banget. Apalagi jika kita beli kopi dengan harga aslinya.
Mari kita hitung-hitungan sebentar.
Paling masuk di budget
Kita bayangkan seorang pekerja di Jakarta yang dapat gaji sesuai UMP sebesar Rp5.729.876 dan ngopi sebanyak 20 kali dalam sebulan. Jika ia merogoh kocek sebesar Rp25 ribu setiap kali ngopi, maka dalam sebulan total pengeluaran untuk ngopinya sebanyak Rp500 ribu. Dengan begitu, ia mengalokasikan sekitar 8,7 persen dari gaji minimumnya untuk ritual kopi bulanan.
Contoh lagi yang lebih ekstrem, nih. Bayangkan seorang pekerja di Jogja dengan gaji UMP Rp2.827.593 dan ngopi dengan frekuensi dan harga yang sama. Angkanya jauh lebih mengiris hati. Soalnya pekerja di Jogja tersebut harus merelakan hampir 17,7 persen atau hampir seperlima dari gajinya cuma buat ngopi yang sama persis.
Setiap orang pasti punya preferensi masing-masing soal kopi yang paling pas di selera. Tapi kalau bicara soal kopi yang paling pas di budget, terutama in this economy yang harga barang terus merangkak naik sementara gaji segitu-gitu aja, saya harus bilang Point Coffee adalah pilihan yang paling masuk akal.
Point Coffee yang bisa kita temukan di Indomaret ini adalah oase bagi para karyawan bergaji imut yang tiap pagi harus minum kopi sebelum ke kantor. Di tengah harga kopi yang mulai nggak ngotak, Point Coffee ngasih banyak promo yang bikin pelanggannya sudah pindah ke lain hati.
Segala macam promo ada di Point Coffee
Sebagian coffee shop umumnya menawarkan satu atau beberapa bentuk promo untuk menarik minat pembeli. Biasanya sih berupa promo loyalty, ulang tahun, cara pembayaran, atau promo rutin yang di-update mingguan.
Kalau coffee shop lain cuma punya satu bentuk promo, di Point Coffee semua bentuk promo tersebut berlaku.
Sejak awal, Point Coffee sudah memberlakukan loyalty program. Pelanggan setia yang sering beli Point Coffee akan dapat reward. Promo loyalty ini sistemnya pembeli akan mengumpulkan stamp.
Kalau kita sudah dapat 5 stamp dan menukarkannya, kita akan dapat diskon 50 persen untuk Point Coffee apa saja. Kalau sudah punya 10 stamp, kita berhak dapat gratis Point Coffe. Dan kalau sudah ada 30 stamp, kita bisa tukar ke Point Coffee 1 liter.
Program promo lain yang populer juga di dunia FnB adalah promo ulang tahun. Di hari ulang tahun kita akan mendapatkan voucher yang bisa ditukar dengan kopi gratis di Point Coffe.
I do like Monday gara-gara Point Coffee
Point Coffe juga punya promo rutin setiap Senin bernama I Do Like Monday yang memberi potongan harga pada menu kopi tertentu. Promo ini selalu di-update tiap hari Senin, jadi nggak akan bikin bosan pembeli. Selain itu, ada juga diskon pada hari-hari tertentu. Misalnya saat International Chocolate Day beberapa waktu lalu, beberapa menu cokelat di Point Coffee didiskon.
Promo lain yang nggak kalah menguntungkan adalah promo dengan metode pembayaran tertentu. Biasanya sih kalau ada kerja sama antara bank atau Point Coffee, kita akan dapat cashback jika melakukan pembayaran melalui aplikasi dari bank tersebut.
Bukan cuma itu. Sobat go green yang suka pakai tumbler untuk beli kopi juga akan dapat potongan harga sebesar Rp2.500 di Point Coffee. Benar-benar sebanyak itu promonya.
Dengan promo-promo dari Point Coffee, setidaknya beberapa persen dari pengeluaran kita terselamatkan dan bisa dipakai untuk hal lain. Misalnya promo yang paling standar deh, dengan pakai promo I Do Like Monday tiap Senin dan redeem gratis Point Coffee tiap 10 stamps.
Kalau kita ikut promo I Do Like Monday dan dapat potongan Rp5 ribu setiap Senin, kita bisa hemat Rp20 ribu per bulan. Dan kalau kita redeem Point Coffee gratis tiap beli 10 cup kopi, kita bisa hemat seenggaknya 2 x Rp25 ribu, yaitu Rp50 ribu per bulan. Jika ditotal, kita bisa hemat Rp70 ribu, yang mana bisa memangkas anggaran kopi hingga 14 persen lebih murah.
Jadi, beli Point Coffee di ekonomi yang mencekik seperti ini adalah hal yang paling masuk akal!
Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Membayangkan Betapa Menderitanya Jogja Jika Sleman Menghilang Pergi, Inilah 5 Hal yang akan Terjadi
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
