Kalau ngomongin motor yang dulu sering diremehkan tapi sekarang malah dicari, nama Honda Spacy pasti masuk daftar. Dulu banyak yang mengecap sebagai “produk gagal” karena kalah pamor dari skutik lain. Sekarang justru banyak anak muda yang memburu, terutama yang suka modif kalcer ala Jepang. Ironisnya, sejak awal Spacy sebenarnya bukan motor sembarangan. Mesin awet, konsumsi bensin irit, dan kenyamanan oke. Hanya saja, dulu kalah gengsi sama motor Honda lainnya.
Saat pertama hadir di Indonesia, Spacy membawa konsep yang berbeda. Bodinya besar dan membulat, bagasi luas, dek rata lega, dan posisi duduk nyaman. Buat kebutuhan harian antar jemput, belanja, atau kerja motor ini sebenarnya sangat ideal.
Masalahnya ada di persepsi pasar. Di era itu, anak muda lebih suka desain sporty dan tajam. Skutik seperti Honda Beat dan Yamaha Mio lebih terlihat “gaul” dan energik. Sementara Spacy dianggap terlalu kalem, terlalu rumahan, bahkan sering dijuluki motor emak-emak.
Padahal kalau bicara soal fungsi, Spacy unggul di banyak sisi. Bagasinya muat helm dan barang belanja sekaligus. Dek rata memudahkan bawa galon atau tas besar. Suspensinya empuk untuk jalanan perkotaan yang kadang tidak bersahabat. Tapi ya itu, pasar sering kali membeli tampilan dulu, baru fungsi.
Mesin Honda Spacy bandel!
Orang sering melupakan reputasi mesin Spacy yang ciamik. Honda membekali Spacy mesin 110 cc yang terkenal bandel. Perawatannya simpel, suku cadang mudah, dan konsumsi bahan bakarnya hemat.
Banyak pengguna lama yang mengakui, Spacy jarang rewel kalau rutin servis. Bahkan ada yang sudah memakai Spacy selama bertahun-tahun dan tak mendapat masalah yang serius. Untuk ukuran motor entry-level, daya tahannya patut diacungi jempol.
Jangan tanyakan soal keiritan. Honda memang menyetel karakter mesinnya untuk efisiensi dan kenyamanan, bukan kecepatan tinggi. Buat pemakaian dalam kota, konsumsi bensinnya bersahabat di kantong. Di tengah harga BBM yang sering bikin deg-degan, motor irit jelas jadi nilai plus.
Ironisnya, dulu kelebihan ini kalah oleh gengsi desain. Beberapa tahun belakangan, tren modifikasi berubah. Anak muda sekarang justru mencari motor yang unik, tidak pasaran, dan punya karakter. Gaya modif ala Jepang clean, minimalis, stance rendah, velg kecil racing jadi favorit.
Baca halaman selanjutnya
Dulu diremehkan, kini jadi pusat perhatian



















