Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

Daffa Andarifka Syaifullah oleh Daffa Andarifka Syaifullah
18 Maret 2026
A A
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Honda Spacy memang bukan motor yang paling populer. Tapi buat saya, motor ini lebih dari sekadar kendaraan

Saya bukan tipe orang yang ribet soal motor. Yang penting bisa jalan, irit, dan tidak bikin kantong menangis setiap kali ke bengkel. Tapi kadang hidup tidak semudah daftar keinginan itu. Kadang motor yang kamu beli juga membawa cerita yang tidak pernah kamu rencanakan.

Tiga sampai empat tahun lalu, saya dan almarhum bapak keliling dari rumah ke rumah mencari motor seken dengan budget yang, jujur saja, tidak banyak ruang untuk pilih-pilih. Adanya memang itu, dan kami terpaksa memilih di antara yang ada.

Saat itu, ada 3 unit yang kampi cek. Unit pertama yang kami datangi, Spacy putih. Dari luar kelihatan bersih, tapi begitu dicek, kabelnya tis sana-sini dan knalpotnya sudah brong. Kami pamit, tentu saja.

Lalu, unit kedua, Yamaha X-Ride. Bapak sudah manggut-manggut, tapi saya kurang sreg. Terlalu banyak modifan, dan saya tidak mau beli masalah orang lain.

Terakhir, unit ketiga, Honda Spacy merah hitam tahun 2013. Begitu lihat kondisinya, sesuatu dalam diri saya berkatan: ini dia yang saya cari.

Kami pulang dengan motor itu. Dengan hati yang sumringah, senyum yang merekah.

Honda Spacy dan reputasinya yang setengah-setengah

Di jalanan, Honda Spacy adalah motor yang sering luput dari perhatian. Bukan karena jelek, tapi karena terlalu kalem untuk dibicarakan. Sementara Beat dan Mio berebut perhatian dengan iklan dan varian warna baru tiap tahun, Spacy jalan saja di lajur kiri tanpa banyak gaya.

Baca Juga:

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Motor Honda Spacy: Performa Tak Bisa Dianggap Sepele, tapi Penjualannya Benar-benar Memble

Tapi ada satu hal yang tidak bisa dimungkiri siapa pun yang pernah berjalan di belakang motor ini: Honda Spacy itu besar dari belakang. Lebar. Mengisi jalan dengan percaya diri yang tenang. Di komunitas pemakai, kami punya sebutan sendiri untuk ini: si Gemoy.

Bodi yang besar itu bukan tanpa fungsi. Dek depan Spacy lega, bagasi bawah jok cukup untuk helm half-face, dan posisi duduknya tegak dan nyaman untuk perjalanan panjang. Untuk motor harian kelas entry, ini bukan hal kecil.

Si Gemoy di jalanan yang tidak ramah

Dua tahun saya kerja di Jakarta, rutenya Panglima Polim sampai Hang Tuah. Siapa pun yang pernah merasakan Jakarta di jam sibuk tahu betul itu bukan medan yang bersahabat untuk motor apa pun, apalagi motor yang tampilannya kalem seperti Honda Spacy. Tapi si Gemoy melewatinya tanpa banyak protes.

Motor ini juga yang menemani perjalanan ngapel ke Tangsel, wara-wiri dari Depok ke Grogol, sampai sekali nekat ke PIK buat interview kerja. Bukan rute pendek, bukan jalanan yang selalu ramah. Tapi Spacy jalan saja tanpa banyak protes.

Yang paling menguji adalah perjalanan ke Cianjur. Jalanannya penuh tanjakan, kondisinya tidak selalu mulus, dan waktu itu saya lupa setel roller untuk medan menanjak. Boncengan pula. Hasilnya? Spacy ngempos, tarikannya terasa berat, nafasnya pendek-pendek di tanjakan, tapi tidak mati.

Itu yang saya ingat. Bukan karena performanya luar biasa, tapi karena di kondisi yang jelas bukan favoritnya, motor ini tetap sampai tujuan. Kadang itu sudah cukup.

BACA JUGA: Motor Honda Spacy: Performa Tak Bisa Dianggap Sepele, tapi Penjualannya Benar-benar Memble

Satu keluhan yang tidak bisa didiamkan

Selama memakai Honda Spacy, saya tidak mengalami banyak drama. Mesinnya anteng, konsumsi bensinnya tidak pernah bikin saya kaget di SPBU, dan tampilannya yang bulat-kalem itu entah kenapa tidak pernah terasa ketinggalan zaman.

Satu-satunya yang kadang bikin frustrasi adalah urusan spare part, khususnya body dan komponen seperti kampas ganda. Honda Spacy sudah tidak diproduksi, dan itu artinya kalau ada yang perlu diganti, tidak bisa tinggal mampir ke bengkel resmi dan minta stok. Harus sabar, harus tahu toko yang tepat, kadang harus pesan dulu dan tunggu.

Ini bukan masalah yang mematikan, tapi cukup untuk mengingatkan bahwa memilih motor yang sudah discontinue berarti kamu juga harus siap dengan ekosistemnya yang makin mengecil.

Di luar itu, satu kali turun mesin di 2025 setelah bertahun-tahun dipakai harian. Buat motor 2013 yang tidak selalu diperlakukan sempurna, itu angka yang cukup wajar.

Honda Spacy, motor yang dibeli bareng Bapak

Saya tidak tahu berapa lama lagi Honda Spacy merah hitam ini akan menemani. Part makin susah, dan tidak ada jaminan kondisinya akan terus sebaik sekarang.

Tapi setiap kali saya naik motor ini, saya ingat proses tiga kali COD itu. Spacy putih yang kami tolak karena kabelnya tis. X-Ride yang banyak modifan. Dan akhirnya motor ini, yang waktu itu rasanya langsung cocok tanpa banyak alasan.

Bapak yang ikut nyari, bapak yang ikut nimbang, dan akhirnya bapak juga yang bilang ambil saja.

Buat sebagian orang, Honda Spacy mungkin cuma motor tua yang partnya susah dicari dan tampilannya tidak sekeren kompetitornya. Tapi buat saya, si Gemoy ini adalah salah satu benda paling berkesan yang pernah saya miliki.

Penulis: Daffa Andarifka Syaifullah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2026 oleh

Tags: harga honda spacyhonda spacymotor honda spacyreview honda spacy
Daffa Andarifka Syaifullah

Daffa Andarifka Syaifullah

Penulis lepas berlatar D3 yang gemar mengamati kehidupan kota dan menuliskannya sebelum sempat dilupakan. Minatnya pada isu sosial-politik, dan metropolitan. Lahir dari kebiasaan memperhatikan hal-hal yang dianggap wajar padahal sebetulnya tidak.

ArtikelTerkait

motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Motor Honda Spacy: Performa Tak Bisa Dianggap Sepele, tapi Penjualannya Benar-benar Memble

9 Februari 2025
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba
  • Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.