Sistem kelistrikan sederhana
Dari sisi kelistrikan, Honda Beat juga cukup bersahabat. Sistemnya sederhana, jalur mudah ditelusuri. Buat bengkel pinggir jalan yang alatnya nggak komplet, ini krusial. Nggak semua bengkel punya scanner mahal atau alat khusus. Beat masih bisa ditangani pakai multimeter, feeling, dan pengalaman.
Satu hal yang sering disepelekan, tapi penting buat orang bengkel adalah resale value. Beat itu gampang dijual. Jadi kalau suatu hari pengin ganti motor, BeAT kalian tinggal cuci, lap, pasang spion baru, langsung laku deh. Harga jualnya pun nggak jatuh sadis. Buat mekanik yang paham pasar, ini nilai plus. Motor harian bukan cuma dipakai, tapi juga aset bergerak.
Nah, satu lagi. Suspensi dan kaki-kaki Beat memang standar, bahkan cenderung empuk. Tapi lagi-lagi, ini motor harian. Orang bengkel tahu betul, kaki-kaki empuk itu nyaman buat kerja seharian. Mau dimodifikasi juga gampang. Sok depan, sok belakang, ban, velg, semua opsi melimpah. Mau standar enak, mau keras dikit juga tinggal ganti.
Akhirnya, memilih Honda Beat buat orang bengkel bukan soal ikut-ikutan atau nggak punya selera. Ini soal logika, pengalaman, dan efisiensi. Di dunia bengkel, yang dicari bukan yang paling keren, tapi yang paling masuk akal dan mendukung cuan. Dan, sejauh ini, Beat masih jadi salah satu motor paling masuk akal yang pernah ada di jalanan Indonesia.
Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















