Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Hipertensi: Kenali Gejala, Ancaman, dan Pencegahan Si Silent Killer

Hanifa Ramadhanti oleh Hanifa Ramadhanti
18 Juli 2022
A A
Hipertensi Kenali Gejala, Ancaman, dan Pencegahan Si Silent Killer. (Unsplash.com)

Hipertensi Kenali Gejala, Ancaman, dan Pencegahan Si Silent Killer. (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Adalah wajar kalau kita masih mewaspadai Covid-19 dan itu baik adanya. Meski “sudah reda”, potensi kena lagi tetap ada. Nah, selain mempertahankan kewaspadaan akan Covid-19, jangan sampai kita lengah terhadap penyakit berbahaya lagi. Salah satunya si pembunuh gelap dan kita mengenalnya sebagai hipertensi.

Pengertian hipertensi

Hipertensi atau yang dikenal sebagai penyakit tekanan darah tinggi. Penyakit ini didefinisikan sebagai suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh.

World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa hipertensi menyerang 22% penduduk dunia dan mencapai 36% angka kejadian di Asia Tenggara. Pada 2016, di Indonesia sendiri, angka kematian karena penyakit ini mencapai angka 1,7 juta orang (catatan Kementrian Kesehatan). 

DKI Jakarta sendiri menempati peringkat ke-5 tertinggi pada 2019 lalu dengan prevalensi sebesar 33.43%. Tahun ini tentu sudah meningkat. Dan berdasarkan catatan WHO, hipertensi merupakan penyebab nomor satu kematian di dunia.

Seseorang bisa dikatakan mengidap hipertensi bila memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≤ 90 mmHg. Berdasarkan hasil penelitian Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia yang dilakukan pada 2015, tekanan darah sistolik merupakan pengukur utama yang menjadi dasar penentuan diagnosis hipertensi.

Gejala hipertensi

Gejala yang biasa dirasakan oleh mereka yang mengidap hipertensi antara lain sakit kepala, nyeri dada, sesak nafas, penglihatan yang bermasalah, mimisan, sampai telinga yang berdengung. Itu beberapa gejala ringan.

Untuk gejala bagi “kelas berat”, gejala yang dirasakan adalah mudah lelah, nyeri pada dada, urine berdarah, muntah, mudah bingung, mudah cemas, hingga tremor pada otot. Selalu waspada, ya.

Ancaman hipertensi

Ancaman penyakit hipertensi memang nyata. Penyakit ini tidak memandang usia maupun jenis kelamin. Maka dari itu, perlunya kewaspadaan sejak dini sebelum bertambah parah. Berikut, alasan mengapa penyakit hipertensi perlu diwaspadai.

Baca Juga:

10 Snack Indomaret dengan Kandungan Garam Terendah hingga Tertinggi, Pahami biar Ginjal dan Jantungmu Tetap Full Senyum!

Awas Hipertensi! 5 Jajanan Indomaret Ini Memiliki Kandungan Garam Tinggi, Jangan Terlalu Sering Dikonsumsi

Silent killer

Disebut sebagai “pembunuh senyap” karena penyakit ini begitu berbahaya lantaran tidak diketahui gejalanya. Di banyak kasus, penyakit ini baru ketahuan bersemayam dalam tubuh setelah dilakukan pemeriksaan fisik. Semakin berbahaya karena masih banyak orang yang takut untuk melakukan pemeriksaan fisik. Takut ketahuan punya penyakit berat, sih.

Padahal, untuk mendeteksi keberadaan hipertensi bisa dilakukan dengan pemeriksaan tensi. Kesalahan yang terjadi adalah banyak orang yang tidak melakukan lanjutan setelah pemeriksaan tensi. Lama tidak ditangani, penyakit ini bakal makin berbahaya. Oleh sebab itu, hipertensi disebut silent killer.

Komplikasi yang ditimbulkan

Salah satu komplikasi yang timbul karena hipertensi adalah stroke. Stroke adalah gangguan aliran darah otak yang disebabkan penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. 

Kondisi ini menyebabkan area tertentu pada otak tidak dapat mensuplai oksigen maupun nutrisi. Akibatnya, setengah dari sel-sel otak mengalami lumpuh dan berdampak pada bagian tubuh yang tidak dapat dikendalikan oleh area otak.

Selain stroke, hipertensi juga bisa menyerang organ penting lainnya seperti jantung. Selain jantung, ginjal juga bisa kena.

Selain komplikasi terhadap penyakit lain, hipertensi juga punya sifat panjang. Artinya, setelah mengidap, kamu nggak akan langsung merasakannya. Butuh waktu untuk komplikasi terjadi. Namun, biasanya, kita tidak waspada padahal penyakit itu sudah kadung muncul. Oleh sebab itu, biasanya sudah terlambat ditangani. 

Setelah komplikasi, pengidap hipertensi akan menjadi ketergantungan kepada obat. Ingat, ketika sudah mengidap, kamu harus minum obat secara rutin untuk menjaga tekanan darah. 

Biasanya, obat yang diberikan sifatnya meredakan rasa sakit supaya komplikasi tidak memburuk. Berbagai penelitian membuktikan bahwa obat antihipertensi yang diberikan tepat waktu dapat menurunkan potensi stroke hingga 35 sampai 40% dan 50% gagal jantung. 

Untuk yang baru didiagnosis, diperlukan kontrol ulang minimal empat kali dalam sebulan atau bisa juga seminggu sekali. Obat hipertensi harus terus dikonsumsi bila pola gaya hidup tidak berubah karena penyakit ini akan terus berjalan di dalam tubuh Hal ini menegaskan bahwa penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Oleh sebab itu, hidup sehat adalah pilihan satu-satunya.

Genetik

Ada dua sebab hipertensi bersemayam dalam tubuh, yaitu penyebab yang bisa diubah dan yang tidak bisa. Penyebab yang tidak bisa diubah adalah yang berkaitan dengan genetik. 

Beberapa penelitian mengatakan seseorang cenderung menderita tekanan darah tinggi bila kedua orang tuanya juga menderita tekanan darah tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa gen yang diturunkan juga jadi sebab. Bukan hanya faktor pola hidup tidak sehat. Nah, penyebab yang bisa diubah adalah pola hidup itu sendiri.

Mencegah hipertensi

Kalau tidak bisa diobati, setidaknya kita bisa mencegah. Ada beberapa cara mencegah hipertensi dan biasanya masih berkaitan dengan mengubah pola hidup.

Cara-cara yang bisa dilakukan, antara lain mengurangi, bahkan membatasi konsumsi garam, teratur olahraga, menjaga berat badan, tidak berlebihan mengonsumsi kafein, mengurangi lemak trans, mengurangi minuman beralkohol, hingga hati-hati dengan konsumsi lemak jenuh.

Penulis: Hanifa Ramadhanti

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Berdamai dengan Penderita Stroke Tidak Mudah, namun Harus Dilakukan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2022 oleh

Tags: cara mencegah hipertensigejala hipertensihipertensijantungstroke
Hanifa Ramadhanti

Hanifa Ramadhanti

Seorang perempuan yang gemar menulis.

ArtikelTerkait

Obat Cina Legendaris, Angong Niuhuang Wan: Obat Herbal dengan Manfaat Luar Biasa

Obat Cina Legendaris, Angong Niuhuang Wan: Obat Herbal dengan Manfaat Luar Biasa

27 Desember 2022
Darah Rendah Lebih Enak daripada Hipertensi? Mana Ada!

Punya Darah Rendah Lebih Enak daripada Hipertensi? Mana Ada!

14 Juli 2023
panduan berdamai dengan keluarga yang menjadi penderita stroke mojok.co

Berdamai dengan Penderita Stroke Tidak Mudah, namun Harus Dilakukan

27 Agustus 2020
stroke

Stroke: Susahnya Mengatur Pola Makan di Negara Kuliner Terbaik Dunia

27 Agustus 2019
10 Snack Indomaret dengan Kandungan Garam Terendah hingga Tertinggi, Pahami biar Ginjal dan Jantungmu Tetap Full Senyum!

10 Snack Indomaret dengan Kandungan Garam Terendah hingga Tertinggi, Pahami biar Ginjal dan Jantungmu Tetap Full Senyum!

4 Agustus 2024
Awas Hipertensi! 5 Jajanan Indomaret Ini Memiliki Kandungan Garam Tinggi, Jangan Terlalu Sering Dikonsumsi

Awas Hipertensi! 5 Jajanan Indomaret Ini Memiliki Kandungan Garam Tinggi, Jangan Terlalu Sering Dikonsumsi

3 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.