Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Hidup di Kota Pekalongan Itu Menyenangkan, Saya Lagi Nggak Bercanda, Semenyenangkan Itu!

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
11 Juli 2023
A A
Betapa Sulitnya Meromantisasi Kota Pekalongan Terminal Mojok

Betapa Sulitnya Meromantisasi Kota Pekalongan (Mamamstock/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Punya stadion

Berikutnya soal stadion. Kota Pekalongan memang sepak bolanya gitu-gitu saja. Persip Pekalongan jugalah tim medioker. Namun, kota ini punya stadion yang membanggakan, yaitu Stadion Hoegeng.

Keberadaan stadion menunjukkan gairah sepak bola kota ini masih tetap hidup. Masyarakat Kota Pekalongan, terutama penggemar Persip Pekalongan tidak perlu harus ke Bali hanya untuk menyaksikan laga kandang.

ADVERTISEMENT

Uhuk.

Persip Pekalongan juga tidak perlu khawatir soal tempat latihan. Oh ya, hampir lupa. Stadion Hoegeng ini namanya diambil dari polisi paling jujur ketiga menurut Gus Dur. Yap, benar Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Jenderal Hoegeng yang kelak masyhur sebagai mantan Kapolri jujur itu adalah warga yang lahir di Pekalongan. Keren, kan?

Kuliner Kota Pekalongan beragam

Betul bahwa Kota Pekalongan sama sekali bukan tujuan wisata laiknya Yogyakarta, Surabaya, Solo, maupun Semarang. Kota Pekalongan hanya tempat singgah. Namun, kota ini (tampak) lebih beragam soal kulinernya.

Jujur saja, ketika saya berkunjung ke kota lain, saya hampir tidak menemukan kuliner yang benar-benar khas dari kota itu. Contohnya saja di Semarang dan Solo. Makanan-makanan yang saya temui di dua kota itu, toh di kota saya juga banyak.

Namun, beneran deh, kalau di Kota Pekalongan kalian bakal menemukan makanan yang (mungkin) tidak ada di daerah lain. Misalnya, soto tauto. Lho bukannya soto di semua daerah ada? Tentu. Soto memang menjadi salah satu kuliner di beberapa daerah.

Baca Juga:

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

Pekalongan (Masih) Darurat Sampah: Ketika Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Menyapa Saya Saat Pulang ke Kampung Halaman

Namun, soto dengan tauco, utamanya yang berwarna merah khas Pekalongan, barangkali hanya ada di Kota Pekalongan atau ya, eks Karesidenan Pekalongan. Teman-teman saya yang dari luar kota, yang kebetulan datang dan mencicipi soto tauto kaget. Kok soto pakai tauco?

Lalu, megono. Di kota lain mungkin ada. Tapi megono yang asli adalah yang dari Pekalongan. Dan yang paling istimewa adalah Mi So Dengkil. Ya, mi dengan ‘so’ atau kulit melinjo. Gimana sudah pernah nyicipi? Kalau belum mbok monggo dolan. Jangan klumbrak-klumbruk koyo kumbahan.

Gampang buat cari oleh-oleh

Terakhir adalah perkara oleh-oleh. Kalau boleh jujur, ketika ke Solo, Semarang, Yogyakarta, bahkan Bandung, saya acap kali bingung sekaligus kesulitan mau beli oleh-oleh apa yang betul-betul khasnya kota-kota tersebut.

Mungkin karena inilah teman saya yang pernah ke Bandung justru beli oleh-olehnya wingko babat dan carica. Kita tahu, carica lebih terkenal sebagai oleh-oleh khas dataran tinggi Dieng. Sementara wingko babat, semua orang tahu ini dari mana. Benar, dari daerah yang, disebut Babat. Letaknya dekat Kabupaten Lamongan.

Nah, kalau ke Kota Pekalongan sudah nggak perlu pusing mencari oleh-oleh. Kota ini punya oleh-oleh yang khas. Selain batik yang langsung dari produsennya, masih ada megono, kopi tahlil, limun Oriental, kue glundung, capret, dan masih banyak lagi.

Apa lagi ya… sejauh ini yang saya tahu baru itu. Tapi tentang kehidupan yang menyenangkan, kawan yang kadang lucu kadang nggatheli, saya kira tak perlu saya sebut. Yang jelas, Pekalongan punya sisi baik, yang mengisi hidup dan bikin saya bersyukur hidup di kota ini, meski ya ada hal yang bikin saya geleng-geleng.

Penulis: Muhammad Arsyad
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Panduan Membedakan Kota dan Kabupaten Pekalongan biar Nggak Salah Lagi!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2023 oleh

Tags: hal menyenangkanKota Pekalonganmi so dengkil
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Betapa Sulitnya Meromantisasi Kota Pekalongan Terminal Mojok

Betapa Sulitnya Meromantisasi Kota Pekalongan

14 Juni 2022
Pekalongan yang Semakin Berkembang Bikin Iri Warga Pemalang Mojok.co

Pekalongan yang Semakin Berkembang Bikin Iri Warga Pemalang

7 Mei 2024
Dosa Warga Pekalongan Bikin Bahaya Tenggelam Makin Dekat (Unsplash)

Dosa Warga Pekalongan Bikin Bahaya Tenggelam Makin Dekat

7 Februari 2023
Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya

Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya

1 Juli 2023
Pekalongan Berdosa ketika Gaji UMR Sudah Dianggap Tinggi! (Unsplash)

Dosa Kota Pekalongan: Membiarkan Warganya Percaya kalau Gaji UMR Termasuk Sudah Tinggi, Padahal Itu Upah Minimum!

3 Agustus 2023
Menebak Alasan Kota Pekalongan Jarang Ada Bazar Buku meski Angka Literasinya Tinggi

Menebak Alasan Kota Pekalongan Jarang Ada Bazar Buku meski Angka Literasinya Tinggi

9 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta Mojok

4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta

24 Juli 2026
Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

23 Juli 2026
Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral Terminal

Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral

23 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
Mustahil Hidup Tentram di Lingkungan Pecinta Sound Horeg Banyuwangi (Pexels) malang

Saya sudah hidup di Malang selama 2 tahun, dan tetap tidak bisa menerima sound horeg

25 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.