Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Han Bin Hengkang dari iKON: Belajar Budaya Malu dari Korea Selatan

Ulfa Setyaningtyas oleh Ulfa Setyaningtyas
14 Juni 2019
A A
han bin ikon dan budaya malu

han bin ikon dan budaya malu

Share on FacebookShare on Twitter

Korea Selatan memang menjadi salah satu negara yang selalu menarik untuk dibicarakan. Kesuksesan salah satu strategi soft diplomacy Negeri Ginseng ini direpresentasilan melalui ekspansi pasar industri hiburan Korea Selatan yang kemudian disebut dengan Hallyu atau Korean Wave. Sukses mengusung K-Pop dan K-Drama menjadi media utama diplomasi, peningkatan popularitas budaya Korea Selatan pun menjadi sangat pesat di dunia, termasuk Indonesia. Fenomena Hallyu ternyata memiliki daya magnetis sangat kuat di kalangan penggemarnya yang biasa disebut Kpopers.

Baru-baru ini, salah satu musisi pentolan boyband iKON besutan YG Entertainment bernama Kim Han Bin atau lebih dikenal dengan nama panggung B.I, ramai diperbincangkan akibat skandal penyalahgunaan narkoba, yaitu marijuana dan LSD. Menurut laporan Dispacth-media gossip paling popular di Korea Selatan, mirip Lambe Turah-nya Indonesia namun dikelola secara lebih professional-skandal tersebut sempat disanggah oleh agensi yang bahkan diberitakan turut campur tangan menutupi kasus artis naungannya tersebut dengan menyewa pengacara untuk menggantikan keterangan saksi.

ADVERTISEMENT

Meskipun skandal tersebut baru sampai pada tahap dugaan, secara mengejutkan B.I muncul untuk meminta maaf kepada masyarakat dan mengumumkan bahwa akan segera keluar dari iKON karena merasa bertanggung jawab sekaligus malu dengan kesalahan yang telah ia lakukan. Tak lama setelah itu, YG angkat suara dan membenarkan pernyataan hengkangnya B.I dari iKON. Hal ini membuat para Kpopers terutama iKONIC (nama famdom iKON) tidak terima dan menjadi sangat marah dengan keputusan YG karena melepaskan B.I begitu saja.

Tak tanggung-tanggung skandal ini menjadi trending topik dunia di Twitter, termasuk trending topik #1 di Indonesia. Fans pun mulai membuat petisi penolakan keputusan keluarnya B.I dari iKON, bahkan telah mencapai lebih dari 300 ribu tanda tangan dalam kurun waktu tak lebih dari 48 jam.

Efek domino dari kasus ini pun tak terhindarkan, saham YG terus merosot dan anjlok hingga 4,05 persen dari hari sebelumnya. Banyak fans internasional yang terlalu menyayangkan keputusan B.I untuk meninggalkan grup yang telah membesarkan namanya itu. Keputusan tersebut dianggap terlalu berlebihan menanggapi dugaan skandal yang beredar. Tapi, justru banyak netizen Korea yang membenarkan tindakan B.I.

Mengapa tanggapan dari kebanyakan netizen internasional cenderung berbeda dengan netizen Korea? Apakah sebegitu merasa bersalahnya B.I sampai berinisiatif untuk mengakui dan meminta maaf kepada publik ketika dugaan penyalahgunaan narkoba mencuat sampai rela mengundurkan diri dari grup yang telah membangun karirnya selama bertahun-tahun?

Gini loh, Korea Selatan telah lama mengadopsi ajaran konfusianisme dari China yang dikembangkan oleh Dinasti Song dan Dinasti Ming, yang kemudian diteruskan dan ditinggalkan dalam jejak sejarah era Kerajaan Goryeo, Baekje, Silla, hingga Joseon. Sampai akhirnya, ajaran tentang etika, tata krama, kehormatan, keberanian, integritas dan kebajikan ini mengakar menjadi salah satu prinsip bermasyarakat rakyat Korea dan melahirkan budaya malu (shame culture atau guilty culture).

Pada era penjajahan Jepang, para reformis konfusian bergabung dengan para pejuang kemerdekaan sehingga upacara konfusian dalam menghormati arwah leluhur juga masih dilakukan hingga saat ini. Konfusianisme memang menjadi ajaran yang sangat melekat dengan masyarakat di Asia Timur. Dalam hal ini, Korea, Jepang, dan China. Budaya malu atau shame culture yang terlahir dari ajaran Konfusianisme telah menjadi identitas yang sangat kuat di dalam masyarakat Korea Selatan, baik dalam etika berbisnis maupun berpolitik.

Baca Juga:

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

Dalam bukunya yang berjudul The Korean Mind: Understanding Contemporary Korean Culture, Boye Lafayette De Mente menekankan bahwa budaya malu rakyat Korea Selatan ini menjadi mekanisme kontrol yang lebih kuat di dalam masyarakat secara pribadi maupun kolektif melebihi rasa bersalah berdasarkan agama.

Tidak heran jika kasus pengunduran diri pejabat tinggi hingga bunuh diri akibat rasa malu sering terjadi di Korea Selatan. Ortodoksi ajaran ini bahkan lebih kuat dari legalitas hukum itu sendiri. Keputusan semacam pengunduran diri tersebut tidak hanya dianggap sebagai sebuah tanggung jawab moral yang beradab bagi para pelaku pelanggaran moral, namun juga menjadi sebuah integrasi.

Contohnya, seperti kasus bunuh diri Mantan Presiden Roh Moo-Hyun beserta para antek-anteknya akibat menanggung malu setelah skandal korupsinya terbongkar serta kasus pengunduran diri Menteri Ekonomi Korea Selatan, Choi Joong-kyung, yang dipicu oleh kemarahan rakyat akibat pemadaman listrik massal yang merugikan banyak pihak.

Dapat disimpulkan bahwa keputusan B.I untuk mengundurkan diri dari iKON pasti telah melewati berbagai pertimbangan yang matang, baik dari diri sendiri maupun orang lain disekitarnya. Bukan permasalahan berlebihan atau tidak, keputusan tersebut pantas dihargai sebagai sebuah pilihan yang menurut tuntutan sosial di masyarakat Korea Selatan merupakan sebuah keputusan yang ‘bijak atau ‘beradab’ dan sesuai dengan norma yang berkembang di masyarakat.

Untuk memahami perilaku B.I dalam merespon dugaan penyalahgunaan narkoba yang menimpanya, nilai-nilai shame culture ini dipengaruhi oleh ego yang berasal dari preferensi pribadi yang sangat kuat. Karena shame culture ini tidak hanya melibatkan individu, melainkan kolektif, peran B.I ini juga turut dipengaruhi oleh alter berupa harapan maupun tekanan dari pihak lain terhadap B.I untuk bertindak sesuai dengan perannya, seorang pelaku pelanggaran moral.

Memang tidak semua idola Korea Selatan akan melakukan hal yang sama, contoh yang paling dekat misalnya adalah kasus marijuana yang melibatkan GDragon pada masa kejayaan boyband BigBang di masa lalu. Kendati demikian, ia mengaku tidak mengetahui bahwa marijuana termasuk ilegal di Korea Selatan.

Tidak hanya di Korea, dua negara Asia Timur lainnya, yakni China dan Jepang juga memiliki kekuatan shame culture yang sama. Di Jepang misalnya, budaya malu juga dijadikan sebagai kode etik Samurai yang disebut Bushido. Pengunduran diri di Jepang termasuk yang paling sering terjadi. Contohnya adalah pengunduran diri Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama, Perdana Menteri Naoto Kan, dan beberapa kalangan pengusahan dan pebisnis asal Jepang yang terlibat skandal.

Sebenarnya ajaran konfusianisme ini tidak hanya menyebar di Asia Timur, namun juga di beberapa negara Asia Tenggara. Namun, pengaruhnya tidak cukup kuat untuk dikembangkan di negara yang terbilang heterogen, termasuk Indonesia. Di Indonesia, kesadaran ideologis dari shame culture memang sangat jarang terjadi, namun bukannya tidak ada. Contohnya nih, pengunduran diri Direktur Jenderal Pajak, Sigit Pramudito dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Djoko Sasono karena merasa gagal mengemban tanggung jawab yang dipercayakan oleh masyarakat Indonesia terkait setoran pajak yang tidak terpenuhi sesuai target (1. 294 triliun) dan kesalahan prediksi kemacetan libur panjang akhir tahun. Salut sih, Pak.

Alangkah damainya Indonesia kalau setiap terduga dan tersangka KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) memiliki kesadaran ideologis untuk berinisiatif mengundurkan diri dari jabatan begitu kasus mereka terendus hukum tanpa perlu banyak memberikan khotbah dan kuliah di meja pengadilan atau dihadapan pers dengan proses yang berbelit-belit hingga menyaingin panjangnya sinetron Cinta Fitri.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: B.IBudaya MaluHallyuHan BiniKonK-PopKorea Selatan
Ulfa Setyaningtyas

Ulfa Setyaningtyas

ArtikelTerkait

the wailing horor korea santet mojok

The Wailing: Film Horor yang Menggambarkan Adu Santet ala Korea

15 September 2020
4 Kuliner Korea yang Kurang Cocok di Lidah Orang Indonesia

4 Kuliner Korea yang Kurang Cocok di Lidah Orang Indonesia

17 Desember 2024
Bantal Duduk dan Mitos Pemantik Keberuntungan Ujian di Korea Selatan Terminal Mojok

Bantal Duduk dan Mitos Pemantik Keberuntungan Ujian di Korea Selatan

17 Maret 2022
korea selatan jepang barat tenno heika banzai mojok

Korea Selatan, Jepang Barat, dan Netizen Indonesia yang Kebablasan

3 Agustus 2021
Salon de thé François industri musik jepang mojok

Membandingkan Industri Musik Jepang dan Korea Selatan itu Hal yang Sia-sia, Ini Alasannya

25 Juli 2020
Film Blackpink: Light Up The Sky dari Kacamata Awam K-Pop terminal mojok.co

Film Blackpink: Light Up the Sky dari Kacamata Awam K-Pop

22 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.