Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Mengunjungi Prancis – Terminal Mojok

Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Mengunjungi Prancis

Artikel

“Apa yang tidak kamu sukai dari orang Indonesia di luar negeri?”

Pertanyaan tersebut ditulis oleh oknum warganet, sebut saja si A, untuk memberi konteks gambar yang dia unggah di Twitter. Gambarnya merupakan tangkapan layar sebuah komentar dari dirinya sendiri untuk menjawab pertanyaan pada caption. Tentu saja berdasarkan pengalaman yang pernah dia alami ketika menunggu kereta di Changi, Singapura.

Pada intinya, si A menolak memberikan bantuan kepada orang lain, sebut saja si B, yang sedang bingung dan membutuhkan pertolongan. Hal tersebut dikarenakan si B tidak mengucapkan kata sakti sebelum meminta tolong, yaitu “permisi/mohon maaf”. Seperti biasa, tidak perlu waktu lama bagi para warganet untuk menyerang akun si A dengan berbagai macam komentar kontra.

Saya tidak akan membahas siapa yang salah atau benar. Biarlah itu diurus oleh para warganet yang budiman dengan segala kepakarannya. Namun, apa yang dialami si B mengingatkan saya pada pengalaman beberapa teman ketika mereka berkunjung dan menginap di rumah saya waktu dulu masih tinggal di Prancis.

Prancis dengan segala macam daya tariknya tentu saja membuat banyak orang ingin mengunjunginya. Kalau kalian ada rencana, rezeki, dan kesempatan berkunjung ke Prancis, tentu ndak mau dong kalau mengalami hal yang sama dengan si B? Meskipun ya tidak semua orang juga akan merespons seperti si A.

Nah, supaya dapat pengalaman yang menyenangkan, berikut hal-hal yang saya kira harus diketahui sebelum kalian memutuskan berkunjung ke Prancis. Minimal supaya nggak ada orang Prancis yang nge-tweet, “Apa yang tidak kamu sukai dari orang Indonesia di Prancis?” Hahaha.

Baca Juga:  4 Hikmah dari Aksi Arie Untung 'Buang' Tas Prancis Mahal

#1 Sapaan

Pastikan kalian menyapa dahulu sebelum ngajak ngomong ataupun minta tolong. Bisa bilang Bonjour atau Bonsoir, tergantung waktunya. Pernah suatu waktu, teman saya dari Belanda tidak segera dilayani oleh pramusaji restoran karena yang bersangkutan tidak bilang Bonjour. Tiap kali dia menyebutkan pesanannya, pramusaji membalas dengan kata “Bonjour?”. Untungnya teman saya sadar setelah 4 kali mengulang percakapan yang sama. Hahaha.

Oh iya, jangan lupa kalau sudah selesai urusannya, sampaikan terima kasih dan doa yang tulus. Bukan, bukan doa layaknya doa penutup habis upacara atau tahlilan. Tapi doa supaya harinya menyenangkan, seperti “Merci, bonne journée/soirée!”. Atau bisa juga doa semacam “A demain!” alias sampai jumpa besok, ya! Menurut saya ini salah satu love language, sih. Uwu beud.

Nah, kalau sudah akrab, bisa lanjut dengan obrolan sederhana seperti yang sering saya lakukan dengan kawan kampus saya, sebut saja si C.

Saya (S): Salut, ça va?

Si C: Salut, ça va. Et toi?

S: Ça va.

Si C: Ça va ça va ou ça va?

S: Ça va ça va.

Si C: OK, ça va alors.

S: Ça va.

Gitu aja terus sampai Napoleon bangkit dari kubur. Jigur…

#2 Jangan duduk kalau penumpang sedang ramai di transportasi publik

Tentu ini tidak berlaku bagi mereka yang menggunakan mobil sewaan atau taksi online, eak. Tapi bagi kalian penganut aliran ngirit, perlu diketahui kalau di dalam métro/kereta, tram, ataupun bus ada semacam kursi lipat gitu. Biasanya ada di tengah, di dekat pintu. Jadi kalau lagi nggak ada yang pakai, nih kursi bakal terlipat sendiri. Ajaib!

Baca Juga:  Meskipun Nggak Pernah Pacaran Saya Ogah Ikut Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran

Pas jam berangkat dan bubaran kantor, biasanya bakal penuh banget. Kalau kalian pas lagi duduk di situ, mending langsung berdiri deh supaya bisa muat lebih banyak orang. Ya sebenarnya bisa saja sih tetap keukeuh duduk, misalnya kalau sedang sakit atau hamil. Pernah waktu itu istri saya sedang hamil, tapi perutnya nggak gede-gede amat dan nggak kelihatan kalau lagi hamil. Doi jadi serba salah kalau pas kebagian duduk di kursi lipat tersebut. Kalau orang sehat sih paling juga cuma diliatin njuk dibatin sama orang-orang, “Sungguh manusia akhlakless.” Nggak kok kalau sampai dibuat utas di Twitter.

#3 Jalur kiri untuk pejalan kaki yang buru-buru

Ini bukan karena orang Prancis kidal atau tidak sopan eak, tapi semacam kearifan lokal gitu. Jadi, pembagian jalan dan ekskalator bagi pejalan kaki di Prancis itu ada 2, lajur kiri dan kanan. Jalur cepat dan jalur lambat. Kalau kalian lagi nggak buru-buru amat, mending diam di sebelah kanan deh daripada digrundengi dan dimaki-maki orang kan, ye?

Oh iya, meskipun lagi buru-buru, jangan lupa untuk menahan pintu bagi orang di belakang kalian. Baik di pusat perbelanjaan maupun stasiun kereta. Pokoknya yang pintunya masih manual ada tulisannya ”tarik” dan “dorong”. Ya kali iseng banget ada pintu otomatis trus kalian berdiri di tengah-tengah biar pintunya kebuka terus. Paling langsung didatengin satpam trus ditanya, “Anda sehat? Wes ngopi durung?”

Baca Juga:  Jogja Berkata: Rene-Rene Sambat!!!

Tips ini saya bagikan bukan karena saya merasa paling terintegrasi ataupun punya superioritas moral dibandingkan para pendatang yang lain, eak. Yah, mudah-mudahan sih bisa sedikit membantu supaya kalian bisa dapat pengalaman yang berkesan ketika berkunjung ke Prancis. Jangan sampai sudah kadung marah-marah ngata-ngatain orang lain, eh ternyata semua karena ketidaktahuan diri kita sendiri. Kan nyebahi…

BACA JUGA 4 Hikmah dari Aksi Arie Untung ‘Buang’ Tas Prancis Mahal dan tulisan Bachtiar Mutaqin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.