Hal yang Bisa Terjadi Bila Nomor Punggung Legendaris Bambang Pamungkas Dipensiunkan

Setelah Bambang Pamungkas pensiun, untuk menghargai jasa dan kontribusinya, muncul pertanyaan apakah nomor punggung 20 akan benar-benar dipensiunkan juga?

Artikel

Avatar

Publik sepakbola Indonesia tak akan lagi menyaksikan aksi-aksi Bambang Pamungkas di atas lapangan hijau. Bepe telah resmi menyatakan gantung sepatu. Acara perpisahan untuk melepaskan sosok kharismatik tersebut berlangsung sangat mengharukan.

Striker yang identik dengan nomor punggung 20 ini pun tak hanya menjadi milik masyarakat Jakarta saja. Tetapi juga milik seluruh masyarakat Indonesia. Setelah Bambang Pamungkas pensiun, untuk menghargai jasa dan kontribusinya, muncul pertanyaan apakah nomor punggung 20 akan benar-benar dipensiunkan juga?

Beberapa klub memang mengkeramatkan nomor pemain untuk menghargai jasa dan kontribusi. Namun, menurut saya, nomor punggung 20 di Persija sebaiknya tak dipensiunkan. Mari kita sedikit mundur beberapa bulan ke belakang. Pada akhir musim 2017, Francesco Totti menyatakan pensiun dari dunia sepakbola. Setelah sang kapten ini pensiun, manejemen klub mengumumkan bahwa nomor punggung 10 akan dipensiunkan.

Kebijakan manajemen ini menuai kritik dari Luciano Spaletti. Mantan pelatih klub ibukota tersebut berpendapat bila nomor ini dikeramatkan, menutup mimpi anak-anak muda di Roma untuk menjadi Totti-Totti selanjutnya. “Bagi pemain muda dan anak-anak, wajar mereka bermimpi mengenakan jersey nomor 10 untuk Roma,” tuturnya dilansir dari situs Detik. Spaletti pun tak segan-segan mengutarkan kekesalannya. “Menjauhkan mimpi anak-anak untuk mengenakannya membuat saya kesal,” tuturnya.

Meskipun layak mendapat predikat sebagai pemain legendaris dan juga sangat loyal terhadap klubnya, Totti sendiri memang tak keberatan bila ada pemain AS Roma lain yang mengenakan nomor tersebut. Totti bahkan menyarankan agar manajemen klub tak perlu memensiunkan nomor sang mantan kapten tersebut. “Saya selalu bilang tak usah, mereka tak perlu melakukannya,” tuturnya.

Pendapat Spaletti dan Totti tersebut memang benar adanya. Bila nomor 10 dikeramatkan, bisa jadi tidak akan ada lagi Totti-Totti selanjutnya di AS Roma. Totti pun tak hanya milik masyarakat Roma saja. Tetapi juga milik seluruh masyarakat Italia. Hal ini tak jauh berbeda bila nomor 20 di Persija dipensiunkan. Tak akan ada lagi Bambang-Bambang selanjutnya. Selain menjadi kemunduran bagi Persjia, akan menjadi kemunduran juga bagi sepakbola Indonesia. Bisa saja, timnas Indonesia tak akan lagi memiliki striker berkelas seperti Bambang Pamungkas. Meskipun saya memang bukan seorang pendukung Persija, saya keberatan bila tak ada lagi nomor 20 di klub Ibu Kota ini

Baca Juga:  Pensiunnya Bambang Pamungkas Bukti Kita Tidak Bisa Move On dari Permainannya

Pemain yang loyal dan berdedikasi memang harus mendapatkan penghargaan. Akan menjadi contoh teladan bagi pemain lainnya juga. Namun, mengkeramatkan nomor punggungnya menjadi cara yang kurang sesuai. Sesungguhnya, masih ada jalan lain untuk mengenangnya. Misalnya saja nih, dengan mengabadikan nama sang legenda tersebut menjadi nama lapangan, ruangan latihan, ruangan konferensi pers, atau bahkan nama perpustakan Persija. Eh, Persija punya perpustakan, nggak sih?

BACA JUGA Pensiunnya Bambang Pamungkas Bukti Kita Tidak Bisa Move On dari Permainannya atau tulisan Rahadian lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
4

Komentar

Comments are closed.