Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hal Menyebalkan yang Saya Alami karena Punya Wajah dengan Tampang Kekanak-kanakan

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
25 Januari 2020
A A
Hal Menyebalkan yang Saya Alami karena Punya Wajah dengan Tampang Kekanak-kanakan
Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini usia saya mendekati 30 tahun. Ya, sudah seperempat abad lebih beberapa tahun saya hidup. Tapi kok ya hidup gini-gini aja. Beberapa teman seusia saya mulai membicarakan tentang quarter life crisis. Itu loh, masalah hidup di usia kisaran 25 tahun-an. Entah berkenaan soal asmara, keuangan, pekerjaan, kehidupan sosial, dan lain sebagainya.

Padahal ya masalah nggak mesti dikaitkan dengan quarter life crisis, sih. Setiap orang punya masalahnya masing-masing di usia berapa pun. Dan harapannya, semoga kita selalu siap menghadapi setiap permasalahan hidup yang dihadapi. Begitu kira-kira harapan yang biasanya juga dijadikan sebagai resolusi awal tahun.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki masalahnya masing-masing dengan solusi dan penanganan yang berbeda-beda. Dan saat ini, bagi saya memiliki wajah dengan rupa yang kekanak-kanakan bisa menjadi permasalahan tersendiri dalam beberapa situasi juga kondisi.

Saya sudah coba menceritakan hal ini dengan beberapa teman, tapi jawaban mereka selalu sama, “Sombong banget, bagus dong, tandanya awet muda.” Pikir mereka, saya sedang menyombongkan diri. Padahal nggak niat sama sekali.

Memiliki wajah kekanak-kanakan atau awet muda mungkin bisa dikatakan anugerah, rezeki tersendiri untuk sebagian orang, termasuk saya. Tapi ketahuilah, ada kalanya juga bikin mangkel karena hal-hal di luar dugaan yang… saya sendiri pun tidak menyangka akan terjadi pada diri saya.

Berikut rangkuman peristiwa yang membuat saya mangkel karena wajah saya yang terlihat kekanak-kanakan:

Dikira adik dari istri saya ketika berkunjung ke rumah sakit.

Ketika mengantarkan istri ke rumah sakit untuk keperluan imunisasi dan cek kesehatan anak, sebelum sesi konsultasi berakhir, dokter bertanya kepada istri saya,

“Suaminya ke mana, Bu? Kok nggak ikut nganter?”

Baca Juga:

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Jadi Guru, Sebaiknya Cari Profesi Lain kalau Nggak Ingin Menyesal Seumur Hidup

Alasan Orang Dewasa Masih Suka Nonton Upin Ipin, Ingin Nostalgia hingga Episode yang Ghibah-able

“Lha, ini yang daritadi di sebelah saya, ini suami saya, Dok.”

“Oh, ini suaminya. Maaf, Pak, saya pikir adiknya Ibu, soalnya kayak anak kecil tampangnya.”

Mendengar pernyataan tersebut, mau tersipu malu dan berterima kasih tapi mangkel, mau misuh nanti dikira nggak bersyukur. Jadi, saya hanya bisa membalasnya dengan senyum.

Hal serupa juga sering terjadi ketika saya dan istri pergi ke pasar. Oleh para pedagang, saya hampir selalu dikira adik dari istri saya. Bahkan, tidak sedikit pula yang tidak menyangka bahwa saya sudah memiliki anak. “Masih kecil udah punya anak kecil, ya, Mas. Hehehe,” begitu guyonan yang secara rutin saya dengar—hingga saat ini.

Dipalak oleh anak SMA!

Ini jadi salah satu pengalaman saya yang paling menyebalkan memiliki tampang kekanak-kekanakan. Ketika sedang pergi seorang diri menggunakan KRL, saya bertemu dengan beberapa anak SMA lengkap dengan seragam putih-abunya di sekitaran stasiun. Awalnya bingung juga, karena dari awal mereka melirik cukup tajam dengan tampang sok sangar. Ini kok lama-lama mendekati dan mengerubuni saya. Ealah, tanpa diduga salah satu dari mereka berkata;

“Anak mana lu? Kolekan (uang jarahan), Bro.”

Lha gimana nggak kepengin misuh, saya yang usianya sudah belasan tahun di atas mereka juga ternyata kena palak!

Kadung kesal dan dibanding marah-marah, saya lebih memilih menjelaskan kepada mereka, malakin orang itu nggak baik. Nggak lupa juga saya menjelaskan bahwa saya itu bukan anak seumuran mereka. Mengetahui hal tersebut, mereka langsung kabur begitu saja. Mungkin mereka malu karena salah sasaran.

Saya sudah mencoba beberapa hal agar memiliki tampang terlihat lebih dewasa. Menumbuhkan kumis juga jenggot misalnya, tapi sayangnya tidak berhasil. Kemudian, saya mencoba mengenakan kacamata. Bukan tanpa alasan, sebab menurut penelitian yang dilakukan oleh One Poll untuk London Vision Clinic, berdasarkan survei dari 4000 orang, rata-rata pengguna kacamata akan terlihat lebih tua 3,3 tahun. Tapi ya nggak berhasil juga, yang ada saya malah makin terlihat kekanak-kanakan.

Karena beberapa kejadian yang sudah saya alami secara langsung, rasanya pilihan terakhir yang bisa dilakukan hanya bersyukur. Lha gimana, wajah yang dimiliki menjadi bagian dari diri saya seumur hidup. Salah satu identitas, yang membedakan antara satu dengan lainnya. Mungkin sebelum telat dan dibanding misuh sendiri soal anugerah, ada baiknya saya beryukur perihal wajah dan tampang yang dimiliki. Siapa tahu, nanti semakin dibuat awet muda, kan?

BACA JUGA Merancang Pesta Ramah Anak atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2020 oleh

Tags: Anak-Anakawet mudawajah
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

child sex tourism pelecehan anak mojok

Child Sex Tourism, Fenomena Bejat yang Luput dari Perhatian Media Indonesia

8 Agustus 2020
ICJ satuan waktu sak ududan perokok anak kecil djarum super mojok mulut asbak

Buat para Perokok, Apapun Alasannya, Plis Jangan Nyuruh Anak Kecil Beli Rokok

5 Agustus 2020
Menebak Alasan Orang Dewasa Masih Suka Nonton Upin Ipin, Ingin Nostalgia hingga Episode yang Ghibah-able Mojok.co

Alasan Orang Dewasa Masih Suka Nonton Upin Ipin, Ingin Nostalgia hingga Episode yang Ghibah-able

23 Mei 2024
tuhan dan anak-anak

Anak-Anak dan Imajinasi Liar Mereka tentang Tuhan

22 Maret 2020
Soal Meresahkan, Kinder Joy Ternyata Nggak Seberapa Dibanding Pororo Drink Terminal Mojok.co

Soal Meresahkan, Kinder Joy Ternyata Nggak Seberapa Dibanding Pororo Drink

23 Mei 2022

4 Alasan Bocil Hijrah dari Gim Mobile Legends

5 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.